ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Konflik Yaman, Tiga WNI Asal Nuangan Boltim Ikut Dievakuasi

Bagikan Artikel Ini:

Arusutara.com, YAMAN –  Ada 4 Warga Negara Indonesia (WNI)  asal Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara (Sulut), yang kini tengah menempuh pendidikan di Republik Yaman.

Keempat WNI asal Boltim adalah, Abdullah Cendra Sudi Mokodompit, Muh.Sauki Alhabsy, Syahrul Mubarak Subeitan, dan Marzuki Solag. Mereka menempuh pendidikan di Universitas Al Ahgaffdi Kota Mukalla Yaman.

Seperti diketahui beberapa pekan belakangan ini, konflik di Yaman masih terus bergejolak. Ribuan WNI yang rata-rata menuntut ilmu di Republik Yaman mulai di evakuasi pemerintah Indonesia melalui  Kemenlu dan Kedubes RI.

Disampaikan Abdullah Cendra Sudi Mokodompit alias Cendra, kepada Arusutara.com, Jumat 10/04/2015, dini hari, melalui fasilitas chating di medsos,  dari 4 WNI asal Nuangan- Boltim, ada satu diantara mereka yang tidak ikut dalam rencana evakuasi untuk kembali ke Indonesia.  Namanya adalah Marzuki Solag, seorang mahasiswa di Universitas Al Ahgaff di Yaman.

Menurut Cendra, Marzuki Solag tidak ikut karena kondisi di Kota Mukalla tempat mereka menetap relatif aman. “Kondisi di Kota Mukalla masih terkendali. Meski memang sempat ada letupan-letupan kecil yang terjadi. Sahabat kami Marzuki Solag memilih untuk tidak ikut dievakuasi karena selain dia mahasiswa baru, kondisi di sini masih relatif aman,”.

Cendra juga mengatakan, ia bersama dua orang temannya, masing-masing Muh.Sauki Alhabsyi, dan Syahrul Mubarak Subeitan, telah mendaftarkan diri ke pihak tim evakuasi melalui Kemenlu RI.

“Untuk evakuasi, kita menggunakan jalur darat dari dua kota, yakni Tarim dan Mukalla,” kata mahasiswa fakultas Syariah ini.

Evakuasi dilakukan via jalur darat,  lanjut Cendra, karena seluruh bandar udara di tutup. Oleh sebab itu evakuasi untuk WNI di Kota Tarim dan Mukalla, berdasarkan hasil kesepakatan antara Kemenlu RI dan pemerintah Yaman, harus menempuh jalur darat. Yakni menuju Kota Salalah di Oman,  kemudian dari Oman langsung bertolak ke Jakarta Indonesia. Evakuasi ini, berdasarkan keterangan Cendra, akan dilakukan pada hari  Sabtu 11/04/2015.

“Saat ini kita dijadwalkan akan melakukan pertemuan dgn perwakilan Kemenlu RI di Kota Mukalla,” tulis Cendra via chating di Medsos.

Dikatakan juga olehnya bahwa, Prof DR Habib Abdullah Muhammad Baharun selaku Rektor di Universitas Al Ahgaff, menjamin keselamatan WNI dan warga negara lainnya seperti Somalia, Kenya Thailand, Malaysia dan Pakistan yang masih fokus mengikuti kegiatan akademik di kampus yang dipimpinnya. Selaku pimpinan universitas, rektor juga menjamin keselamatan setiap mahasiswa yang tidak ingin balik ke negara asalnya meski ada Yaman tengah dirundung konflik. Kegiatan akademiki juga akan tetap berjalan seperti biasa.

Sementara itu, untuk mahasiswa yang dievakuasi pulang ke Negara asalnya, pihak universitas mengeluarkan kebijakan yang menjamin urusan akademik di kampus sampai konflik di Yaman berakhir.

Hasil perundingan pada Rabu 08/04/2015, antara majelis petinggi-petinggi dan para ulama di Kota Mukalla Hadramawt, termasuk dengan para kelompok militan Al-Qaeda yang ternyata memiliki markas  di Kota Mukalla, mengeluarkan keputusan bersama untuk menjamin  keselamatan dan keamanan masyarakat setempat termasuk WNI dan WNA yang datang dari luar Yaman. Salah satu isi kesepakatan adalah menghindari terjadinya pertumpahan darah.

Oleh sebab itu, berdasarkan hasil perundingan tersebut,  markas Al-Qaeda yang berada di tengah Kota Mukalla Hadramawt, pindah bermarkas di tempat yang agak jauh dari pemukiman warga.

Kepada Arusutara.com, Cendra juga menyampaikan bahwa  Kamis 09/04/2015, kemarin, sempat terjadi kontak senjata di wilayah markas Al-Qaeda yang diklaim media setempat termasuk dari luar bahwa kontak senjata itu terjadi karena adanya serangan dari kubu Hautsi.

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *