ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Berharap Pelakunnya Dituntut Hukuman Mati

Bagikan Artikel Ini:

Yodi Modeong

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Berbeda dengan pernyataan yang disampaikan beberapa anggota keluarganya, yang berharap hukuman seumur hidup dapat diberikan aparat penegak hukum kepada pelaku pembunuhan Jannah Modeong (47) alias Tene, saat di pengadilan nanti. Yodi Modeong (22) putra sulung dari korban, justru berharap agar pelaku pembunuhan terhadap Ayahnya dapat dituntut hukuman mati.

Saat ditanya alasan, kenapa dirinya sampai setega itu, Yodi mengatakan kalau pembunuhan terhadap Ayahnya, berlangsung dengan amat sadis dan sudah dilar batas perikemanusiaan.

“Ayah saya dibunuh secara sadis. Hampir semua warga disini menjadi saksi dan melihat sendiri bagaimana kejadian itu berlangsung. Kasihan, apa salah Ayah saya sampai dia diperlakukan begitu?” keluh Yodi, saat ditemui di rumah Kakeknya, di Lorong Mototanoban Kelurahan Mongkonai Kota Kotamobagu, Selasa 12 Mei 2015.

Yodi yang sudah putus sekolah sejak kelas 6 SD, mengaku sangat kehilangan sosok Ayahnya.

“Saya selalu menemani Ayah bekerja di kebun. Belum lama ini kami baru memperluas lahan dan ditanami nenas. Sekarang Ayah sudah tidak ada lagi. Lalu siapa yang akan mencari nafkah?” katanya.

Di pagi naas itu, kisah Yodi, dia pergi memancing di sungai. Belum lama di sungai, beberapa temannya datang dan menyuruhnya kembali ke kampung. Mulanya ia enggan. Tapi karena dipaksa-paksa, akhirnya ia menurut.

Dalam perjalanan pulang, tak seberapa jauh dari dia berada, dilihatnya orang berkerumun di jalan raya tepat di depan lorong masuk kampung. Dia lalu bertanya sama temannya ada apa? Tapi teman-temannya enggan berkata apa-apa kecuali menuntunnya supaya lewat jalan lain untuk tembus ke dalam  lorong.

“Saya berpikir, mungkin ada kecelakaan lalu-lintas. Jadi saya menuruti saja perkataan teman untuk ambil jalan pintas tembus di lorong,” tuturnya.

Sesampainya di lorong, orang-orang nampak panik, kocar-kacir dan sebagian lagi berkerumun di jalan raya. Dia  lantas bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa?

Selanjutnya ia bergerak menuju rumahnya, tapi beberapa anggota keluarganya meminta supaya tak usah. Dia lalu dituntun menuju ke rumah neneknya. Meski masih diliputi bingung, dia menurut saja. Ketika itu dia belum tahu kalau kehebohan yang sedang berlangsung di jalan raya, karena ada orang yang sedang menenteng kepala Ayahnya.

Setelah sampai di rumah neneknya, sejurus itu pula tubuh dekil Yodi dipeluk penuh tangisan. Tubuhnya terasa lunglai ketika baru tahu gerangan apa yang terjadi.

“Saya tidak pernah menyangka Om Han tega melakukan itu kepada Ayah. Padahal kami bertetangga dan mereka saling mengenal. Selama ini Ayah saya juga tidak pernah berseteru apa-apa dengan Om Han. Apalagi menyakiti keluarga mereka,” keluhnya dengan mata berkaca-kaca.

“Kami tidak mendendam namun semoga saja pelaku akan dituntut hukuman mati oleh penegak hukum sebagai ganjaran atas perbuatannya. Kasihan Ayah saya diperlakukan begitu,” tandasnya.

Seseorang lantas mencoba menghibur Yodi yang nampak hanya terbawa emosi dan perasaan saja.

“Semua sudah terjadi dek Yodi. Ikhlaskan saja dan serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. Tak perlu emosi. Toh, pelaku juga sudah di kantor polisi dan sedang menjalani proses secara hukum,” katanya.

Yodi lantas menunduk dan mengiyakan. Meski selanjutnya dia tetap berharap demikian.

Sumber yang minta namanya tak usah dipublish ini juga berpesan kepada Yodi agar dia kembali fokus saja bekerja di kebun, sebab waktu panen nenas sudah hampir tiba. Apalagi ada hampir 1 hektar lahan yang baru dibuka dan ditanami nenas yang perlu perawatan.

“Iya. Saya akan rawat kebun nenas peninggalan Ayah. Termasuk yang baru saja kami tanam. Kasihan Ayah sudah tidak sempat memanennya bersama-sama. Kebun nenas itu adalah sumber nafkah kami,” pungkas Yodi. (tim)

BERITATERKAIT : 

1. Suamiku Bukan Dukun Santet (1)

2. Suamiku Bukan Dukun Santet (2)

3.Isu Santet Picu Pembunuhan di Mongkonai

4. Logika Mistika

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.