ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Bersatulah Artis Artis Yang Nyambi

Bagikan Artikel Ini:

prostitusi

SEDIH hati saya ketika tahu, artis Indonesia multi talenta, berkulit bersih terawat, berwajah unyu, hanya bertarif 80 juta untuk ‘dimasuk-masuki’ selama 3 jam.

Bayangkan dengan Terra Patrick dan Sasha Grey. Dua bintang film porno Amerika Serikat yang pernah diboyong kemari untuk main pelem pocong, tanpa harus ‘dimasuk-masuki’.  Mereka minta bayaran milyar lho. Itu sudah bersih, diluar biaya akomodasi selama syuting, pengamanan, ongkos hotel, tiket pesawat, dan lain-lain.

Padahal Terra Patrick dan Sasha Grey bukan artis Hoollywood sekelas Julia Roberts. Mereka adalah seniman tubuh yang bekerja di industri berlendir. Bagi yang pernah nonton, tahu sendiri kan seperti apa adegan-adegan yang mereka perankan di depan kamera.

Tapi salut untuk negeri kepulauan ini yang telah membuktikan kepada dunia. Betapa Indonesia sangat menghargai sosok perempuan, siapapun dia. Terutama yang datang dari luar (minus manusia perahu).  Meski status pekerjaan mereka adalah bintang pelem be-ef, mereka tak dipandang sebelah mata dan tetap diberlakukan sebagai manusia nomor satu. Mungkin orang-orang di produksi pelem horor negeri ini tahu betul, bagaimana mengadopsi ucapan Doktor Sam Ratulangi, sitou timou tumou tou (manusia hidup untuk saling memanusiakan manusia).

Maka, tak ada diskriminasi terhadap Terra dan Sasha. Kemana-mana mereka bahkan dikawal 20 bodyguard. Chaterin  Wilson dan Angel Helga bahkan mengaku banyak belajar pada mereka, saat pernah sama-sama terlibat dalam penggarapan sebuah pelem. Tapi jangan piktor dulu. Mereka terlibat dalam pelem pocong. Bukan pelem berlendir. Di situ dek Wilson dan dek Helga belajar soal profesionalme. Bukan soal nungging sana nungging sini sambil ‘dimasuk-masuki’ seentengnya.

Maka salutlah untuk produser pelem-pelem pocong negeri ini yang sudah menempatkan bayaran tinggi terhadap Terra dan Sasha. Meski tahu, untuk adegan di negeri mereka sendiri, Terra dan Sasha biasanya dibayar 1.500 – 3.000 dollar per 1 film, atau 15 juta – 30 juta.

Oh, iya. Apa sudah lupa dengan pelem Menculik Miyabi? Haha, hampir saja si unyu-unyu culun nan bandel ini terlewatkan. Sama seperti Terra dan Sasha, dedew Miyabi juga minta bayaran milyar. Tapi bukan untuk ‘dimasuk-masuki’ lho. Cuma main pelem doang tanpa perlu merintih-desah oh-yes.

Pembaca, laki-laki brengsek berwajah buruk bagaimana yang tega membayar Rp 80 juta untuk artis Indonesia? Ini belum dipotong 20 persen komisi buat mucikari seperti RA yang ketiban sial tempo hari bersama artis AA.

Jika menurut sebagian besar rakyat endonesya Rp 80 juta sampai dengan Rp 200 juta itu (potong pajak mucikari 20%) adalah bayaran mahal nan fantastis untuk seniman tubuh berkelas artis Indonesia? Maka, hanya laki-laki jelek yang telah beribu-ribu kali ditolak perempuan berkencan (karena kejelekannya) yang nekat membayar (berapapun itu) demi mendapatkan kesenangan secuil.

Maka bersatulah wahai artis-artis yang nyambi. Sedot, gerus, kupas dan kuras kekayaan para cukong itu. Mintalah bayaran tinggi berlipat-lipat ganda. Cabik, cakar, dan kuliti sampai mereka bangkrut.

Uwin Mokodongan

uwin
susah senang tetap saudara sepiring dan sebotol

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.