ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Geger dan Racun Tikus Adalah Aset

Bagikan Artikel Ini:

tinju

SAM dan Bambang. Siapa orang Kotamobagu yang tak kenal 2 orang ini. Sam dikenal dengan ragam cap nama yang dilekatkan warga kepadanya. Selain dijuluki Anak Jalanan, (dengan segala hormat Sam) kawan kita yang satu ini dijuluki pula sebagai Sam Geger. Sama seperti ketika MC pada acara tinju amatir mengumandangkan namanya tadi malam; “Kami tampilkan Sam Geger melawan Bambang Racun Tikus,” diiringi riuh tepuk-tangan dan gelak tawa penonton.

Predikat anak jalanan mewakili keseharian Sam yang sering terpantau di emperan toko dalam keadaan yang membuat orang akan cepat mencap dia sebagai peminta-minta yang hiper selengean. Tingkah lakunya yang abnormal, membuat istilah geger cepat disematkan padanya.

Sedangkan Bambang, namanya tak bisa dipisahkan dengan racun tikus. Bahkan Bambang sendiri yang memproklamirkan istilah racun tikus di belakang namanya. Bukan tanpa sejarah, sebab bambang memang dikenal biasa menjajakan racun tikus di sudut-sudut pasar Kotamobagu.

Sam dan Bambang, sama-sama orang terkenal di Kotamobagu. Bahkan jauh-jauh hari sebelum Bolaang Mongondow dimekarkan menjadi 4 daerah kabupaten dan 1 kota (Kotamobagu), mereka sudah terkenal.

Selama dua malam, (Selasa 25 Mei 2008 dan Kamis 28 Mei 2015), Geger dan Racun Tikus memberi hiburan penuh gelak tawa kepada warga Kotamobagu.

Mereka tampil sebagai petinju jadi-jadian dalam duel eksebisi yang disetujui panitia naik ring. Riuh tepuk-tangan dan gelak tawa penonton bergemuruh di halaman eks-kantor Bupati Bolmong Jalur Dua Kotamobagu.

Geger dan Racun Tikus naik ring. Berduel seperti 2 petinju profesional. Soal gaya ketika didaulat tampil, tak usah ditanya. Kedua orang ini sudah terkenal jago akting. Makanya, gaya serupa petinju profesional sedang naik ring mereka peragakan dengan sungguh-sunguh. Ini laga “gila” memang.

Mereka berduel. Saling serang, saling pukul, merangsek dengan jep masing-masing. Hasilnya, Sam Geger berhasil menumbangkan Bambang Racun Tikus dua kali di ronde 2 dan 3, pada Selasa 25 Mei 2015, malam.

Kamis 28 Mei 2015, malam hari atau beberapa jam jelang laga kedua, Bambang Racun Tikus muncul di Kopi Korot. Kepada awak media, dia mengatakan kalau kekalahannya terhadap Sam pada Selasa 25 Mei 2015, bukan murni karena pukulan.

“Kita jatung karena Sam tola. Bukan karena pukulan. Malam ini kita da tantang ulang pa dia. Nanti lia jo, sabantar kita mo kase tumbang pa dia,” (Saya jatuh karena didorong oleh Sam. Bukan karena pukulan. Malam ini (Kamis 28 April 2015) saya menantangnya kembali. Lihat saja sebentar, saya akan menumbangkan dia). Sesumbar Bambang seraya mempraktekkan jep-jep-nya dihadapan pengunjung Kopi Korot.

Penonton sudah membludak di arena tinju. Rata-rata diantara mereka menunggu laga balas dendam Bambang Racun Tikus terhadap Sam Geger. Panitia sengaja menjadwalkan laga balas dendam ini di partai terakhir. Penonton tetap setia menunggu. Malah bertambah banyak.

Sekira pukul 23:30 WITA, laga balas dendam itu digelar. Hasilnya, Bambang kalah K.O. Si Racun Tikus gagal membuktikan sesumbarnya. Dia 3 kali tumbang.

Sam vs Bambang
Ekspresi Sam Geger (berkostum biru) ketika menumbangkan Bambang Racun Tikus

Saya tidak berani memastikan, apa motivasi Sam Geger mengikuti tinju eksebisi ini. Dari mimik mukanya, dia nampak begitu serius. Cara dia masuk ring, sikap membungkuk memberi hormat pada juri dan penonton, selebrasinya tiap kali Bambang Racun Tikus tumbang, terlebih ketika dentang break di ronde 2 memisahkan duel itu. Sebelum ke sudut Sam berkelekar ke kubu Racun Tikus,  “Nyandak mo untung ngoni,” katanya penuh emosi sembari mengacungkan tinjunya lalu menepuk dada. Tentu penonton dibuatnya sakit perut dengan lagak penuh ancaman yang biasa kita tonton di ring Smack Down.

Akan halnya dengan Bambang Racun Tikus, kita mungkin sudah sama-sama tahu bagaimana lagak orang ini. “Ni Bambang ini kwa sadiki sawa’ depe orang,” kata beberapa penonton sembari tertawa.

Tentu motifasi dirinya tampil ke ring (dua kali bahkan), kita yakini secara semena-mena saja, bukan untuk mengejar juara. Tapi dia hendak menghibur warga Kotamobagu. Siapa yang hatinya tak pernah riang tiap kali bertemu Bambang apalagi terlibat pembicaraan denganya. Bambang Racun Tikus tahu betul, dia bukan atlit tinju. Tapi tampil di atas ring dan berkelahi dengan orang se-geger Sam, tak dianggapnya sebagai tindakan bodoh dan berbahaya. Dia ingin menghibur kita. Menghibur rakyat Kotamobagu yang sudah mengenal dia.

Tapi siapa aktor dibalik tampilnya Sam Geger dan Bambang Racun Tikus? Mengajak Sam Geger untuk tampil di ring tinju bukan perkara mudah. Tak seenteng yang kita bayangkan. Ini belum terhitung resiko yang kemungkinan terjadi. Sehingga hanya orang iseng, lucu, dan jenius yang mampu menduelkan 2 orang unik ini.

Se-emosi-emosinya Sam Geger yang serius bukan kepalang di atas ring, (dibanding Bambang yang lebih santai) kita masih bisa menyaksikan bagaimana Sam tersenyum kemudian merangkul Bambang dengan tawa kemenangan usai duel. Sama seperti yang dilakukan Bambang kepada Sam. Memeluk dengan penuh tawa. Sebuah tindakan sportif dan beradab yang ditampilkan Geger dan Racun Tikus kepada kita. Sebuah sikap yang memberi banyak makna kepada kita yang (mungkin) mengklaim lebih ‘mulia’ dibanding mereka.

Duel antara Sam dan Bambang di atas ring, sepertinya memberikan tamparan kepada jago-jago kampung seantero Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya yang suka tekeng jago dola-dola orang kong bapukul.

sam dan bambang

Tampilnya Bambang dan Sam di atas ring seperti hendak mengatakan kepada mereka itu; “Kalau jagoan ayo naik di atas ring dan berduel dengan sportif. Jangan hanya jago bikin ribut di kampung, memalak orang, bikin rusuh dan memicu tarkam,”

Ya. Sepertinya Sam dan Bambang hendak berkata pada kita; bukang bakuku deng dola-dola orang di kampung, lia pa torang ini, kalo laki-laki mari sengel di atas ring,

Sam Geger dan Bambang Racun Tikus adalah aset yang dimiliki Kotamobagu. Saatnya mereka diberi tempat. (Uwin Mokodongan)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.