ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Om Oku, Itu Jo Tu Loku!

Bagikan Artikel Ini:

Herson Mayulu

POLEMIK itu perlu. Meski agak berbeda dengan catur, polemik adalah cabang olahraga asah otak yang melibatkan perang urat saraf.

Persoalan tapal batas antara Bolmong dan Bolsel sempat menimbulkan polemik panjang. Yang terbaru adalah soal pembangunan bandar udara. Baik Bolsel maupun Bolmong sama-sama berpolemik melancarkan perang urat saraf di media massa cetak maupun online.

Saya tidak sedang membahas polemik itu dalam tulisan ini. Bukan karena Bolmong yang akhirnya menjadi pemenang setelah penetapan bandar udara sudah diteken Menteri Perhubungan untuk dilaksanakan di Lolak (Bolmong). Melainkan sekadar sumbang saran kepada Om Oku (Herson Mayulu) selaku Bupati Bolsel yang harus ikhlas menerima kenyataan.

Tak perlu larut dalam kecemburuan setelah Lolak berhasil meyakinkan Menteri Perhubungan untuk meneken pembangunan bandara tetap dilaksanakan di Lalow. Tak usah pula menyalahkan elit-elit mulai dari daerah hingga pusat yang pernah memberi janji dan manuver-manuver berstatus PHP. Saatnya kembali menggali ide-ide kreatif yang (saya yakin) masih selalu ada di batok kepala Om Oku.

Ya. Buang sedih dan tak perlu berkecil hati (padahal saya tahu Om Oku tak merasakan itu). Sebagai pemimpin daerah di wilayah pesisir, tak jarang rejeki lain bisa terdampar.

Rejeki apakah itu? Nah, ini dia. Kenapa Om Oku tak memilih opsi laut selain udara? Padahal potensi pembangunan pelabuhan di Bolsel, bisa meraup pendapatan daerah.  Jika Lolak (Bolmong) sudah dapat bandara seperti Manado, kenapa Molibagu tidak bisa seperti Bitung yang terkenal dengan pelabuhannya? Dan biarkan Kotamobagu terus membunuh visi kota model jasanya lewat pembersihan dan razia-razia di sektor jasa. Bila perlu, ajak investor-investor yang terus-terusan kena razia di negeri Tatong Bara, untuk ke Molibagu. Beri mereka keleluasaan membangun sarana jasa hiburan di tepi pantai Molibagu; penginapan, hotel, karaoke dan panti pijat bila perlu.

Bolmut dan Boltim mungkin akan menjadi destinasi para turis lokal maupun interlokal. Sebab kedua wilayah ini, sama-sama punya pantai nan indah; pulau berpasir putih; puncak dan danau-danau yang romantis oleh kabut.

Dengan pelabuhan bebas tarif di tahun pertama pasca pembangunan, datangkanlah kapal-kapal besar; bongkar muat barang; peti kemas; kapal pesiar; penghubung antar wilayah. Siapa mengira Om Oku yang bekerjasama dengan Divisi Perhubungan Laut, berhasil membuka jalur Molibagu – Wakatobi – Bali. Ramai sudahlah Bolsel. Rakyatnya punya peluang kerja. Dan tentunya, indeks kebahagiaan terjamin dibanding Kotamobagu yang warganya selalu paranoid oleh ancaman razia.

Pada akhirnya, setiap mendengar kata Molibagu dan Om Oku, yang tergambar ditiap-tiap kepala orang adalah sebuah pelabuhan besar tempat di mana kapal-kapal raksasa berlabuh.  Itu jo tu loku Om Oku. Btw, slamat ya pengelolaan keuangan Pemkab Bolsel dapat predikat WTP dari BPK RI.

Kristianto Galuwo

Kristianto Galuwo
Anak Totabuan tulen, Mongondow paten, Indonesia keren, yang mengaku liar di alam raya.

ARTIKEL Lainnya dari Penulis :

Uyun dan Politik Unyu Unyu

Titip Duka Kami Atas Kepergian Bagus

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.