ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Selangkangan Artis AA

Bagikan Artikel Ini:

paha

“Tubuhku adalah seniku, dan alat yang digunakan untuk mendapatkan uang,”. Sasha Grey

MASIH lengket berita mengandung lendir terkait prostitusi online yang dijalankan para ‘seniman tubuh plus-plus’, dan jagat nusantara kembali dihebohkan oleh peristiwa berlendir terkait penangkapan jaringan prostitusi kelas kakap yang melibatkan kalangan artis Indonesia kelas film pocong dan model kelas cadeko. (cadeko= celana dekat s*nsor, istilah di Sulawesi Utara).

AA. Demikian inisal artis yang tertangkap itu, Jumat 8 Mei 2015, malam lalu, di sebuah hotel mewah kelas bintang di Jakarta.

Dugaan segera tertuju pada Amelia Alvi, seorang model majalah dewasa, pemain sinetron, bintang FTV, Disc Jockey, dan artis layar lebar. Meski yang bersangkutan sendiri sudah membantah bahwa dia bukanlah artis ‘seniman tubuh’ yang tertangkap di malam naas itu.

Mau bukti bantahannya? Segera follow akun twitter miliknya, @amelalvi28. Kalau masih penasaran, silahkan tonton sendiri di youtube bagaimana artis inisial AA itu digiring ke kantor polisi dan diperiksa. Kata kunci pencarian pasti sudah ada dalam pikiran kalian. Kalau pura-pura kesulitan, Anda tergolong orang yang nekat munafik. Padahal sudah tahu kalau kemunafikan akan selalu mendapat buli paling kejam.

Tak percaya? Lihatlah Amel Alvi (yang lagi ketiban apes). Dia dituduh munafik karena enggan mengakui kalau yang tertangkap di hotel itu adalah dirinya. Khalayak, terutama barisan moralis dan tukang cemoh perempuan di medsos, mengatainya seolah-olah selangkangan si pengata itu jauh lebih tersegel, keset, suci, terawat, dan wangi semerbak, ketimbang milik Amel Alvi.

Apakah mereka tidak sadar, sehingga pantas malu, kalau menyamakan selangkangan Amel Alvi dengan pintu rumah ibadah adalah sesuatu yang absurd dan banal? Jangan keras-kerasan dong memaksakan kehendak. Apalagi berpikir, untuk jadi artis bintang porno sinetron dan layar lebar Indonesia, wajib berhijab dan bila perlu bercadar?

Sekarang anggap saja inisial AA itu adalah Amel Alvi. Lha, lantas kenapa kalau dia? Apa manfaatnya bagi negeri kita? Supaya korupsi hilang? Harga sembako turun? Atau supaya penerus masa depan bangsa tidak terjerumus dalam kubangan fitnah?

Lalu, jika artis itu bukan Amel Alvi, apa untungnya juga buat perekonomian bangsa ini? Adakah itu mempengaruhi nilai tukar rupiah? Atau tiba-tiba nasi kuning subuh-subuh di Pasar Serasi yang selalu menjadi rekomendasi adik kita Suthaholic, turun harga dari 5.000 rupiah per bungkus, tinggal jadi 3.000 rupiah per bungkus. (plus balok di kepala mungkin).

Cobalah untuk jangan terus-terusan ribut gara-gara selangkangan. Toh selangkangan dedew Amel adalah selengkangan dedew Amel. Dan duit si pembuking adalah duit si pembuking. Soal apakah yang membuking itu Sultan Batuginjal, Syah Puja, Ray Saryo, atau Uu Gam, biarlah itu jadi urusan mereka dengan istri mereka masing-masing.

Saya malah kepikiran, gara-gara keributan soal selangkangan ini, Tuhan akan menurunkan surat selangkangan yang salah satu ayatnya berbunyi;  “Wahai orang-orang yang berpikir, selangkanganmu adalah selangkanganmu. Uruslah masing-masing dan pergunakanlah sebagaimana mestinya. Supaya kamu memperoleh kesenangan yang penuh syukur hingga membuatmu sujud dalam taqwa. Sesungguhnya celakalah orang-orang yang meributkan selangkangan sejak dalam khayalan.

Eh,iya. Hampir saja lupa. Sebelum ayat itu turun, saya sarankan Anda sudah terlebih dahulu khatam ayat dalam tautan yang satu ini: Selangkangan Endonesya. Silahkan di klik. (Uwin Mokodongan)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.