ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Patung Yesus, Soal Tingginya Saja

Bagikan Artikel Ini:

Patung Yesus di Brasil

KALAU di Brasil tinggi patung Yesus hanya 38 meter, maka di Toraja bakal dibangun yang lebih tinggi, 40 meter. Kalau di Manado patung Yesus Memberkati hanya setinggi 30 meter, di Kota Bitung lebih tinggi lagi, 35 meter.

Soal tinggi patung Yesus, agaknya jadi perhatian media. Salah satu media mainstream di Manado bikin berita mengutip Gubernur Sulut, S.H. Sarundajang, patung Yesus di Bitung katanya kalau sudah jadi, bakal mengalahkan tinggi patung Yesus di Brasil. Saya sempat berpikir apakah ada yang salah kutip atau gubernur yang ‘lupa’. Sebab setahu saya, patung Yesus di Brasil, hingga kini belum turun barang 4 meter, masih tetap 38 meter.

Namun, soal tinggi, memang bisa diatur. Sebab, ini soal ‘katinggian hati’ para penggagasnya. Misalnya, bisa dibenarkan dengan mengambil ukuran perhitungan ‘dari permukaan laut’ atau ‘dpl’, sama menghitung tinggi gunung. Bisa juga dengan cara seperti insinyur yang mengukur sudah termasuk landasan atau tiang penyangganya (supaya biaya plesnya logis). Toh, ini tergantung perspektif: mau gunakan perspektif matematika atau pariwisata. Lebih rame kalau gunakan perspektif iman, tingginya bisa setinggi langit yang tak ada batasnya itu.

Jadinya, tren bikin patung Yesus itu lebih ke soal prestise yang dibungkus dengan agama. Ujung-ujungnya ‘demi suksesnya parawisata religi’. ‘Sapa yang mo jamin, misalnya korupsi boleh mo ilang deng patung Yesus tu dia?’ Kan, hidup jujur, tanpa korupsi adalah bagian dari iman? Kecuali konsepnya sudah berubah.

Teman saya Iswan Sual, protes: “So gila ini!!!! Di Manado, Minsel, Bitung,  Pamarentah sibuk membangun patung tuhan. Padahal banya rakyatnya susah makan…”

O iyo kote. Di Kabupaten Minahasa Selatan juga akan dibangun patung Yesus. Tingginya cuma 15 meter. Tapi, patung itu nanti akan dibangun di sebuah bukit yang tingginya 400 meter.

Iya, Iswan benar. Bangun patung Yesus yang harus tinggi, pasti butuh biaya besar. Sewa pematung handal, bayar tanah yang dibebaskan, dan biaya bahan-bahan bangunan pasti besar.

Lalu, kalau penggagasnya pemerintah daerah, uangnya dari mana? Pasti dari APBD. Nanti tanya sama anggota dewan, di APBD apa ada pos anggaran ‘Patung Yesus’? Artinya, jangan sampai di APBD nama anggarannya untuk bikin jalan kebun rakyat, eh realisasinya patung Yesus. Jang jadi sama deng kasus “UPS” dan “USB” di DKI Jakarta.

Memang katu, tanah Minahasa ini, dapa lia so lebe religius. Maka, kalo kiamat lebe dulu mo dapa angka. O, copusei yaku…

Penulis : Denni H.R. Pinontoan

Denni Pinontoan
Pernah jadi wartawan tapi selalu gak nyamboeng dengan bos-bos. Penggila kopi meski asam lambung suka naik. Pendukung berat Tjap Tikoes sehingga anti kampanye ‘Brenti Jo Bagate’. Tinggal di kaki Gunung Lokon.
Bagikan Artikel Ini:
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *