ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

UFO, Bunda Eden, dan Garuda

Bagikan Artikel Ini:

BOLA

SEANDAINYA UFO jadi mendarat di Monas, sebagaimana surat Lia Aminuddin kepada Presiden Jokowi—kemungkinan tetap jadi bahan pertimbangan Jenderal Moeldoko—maka momen langka ini, sebetulnya dapat dimanfaatkan Aji Santoso dan tukang urus bola negeri ini (PSSI), demi keuntungan Tim Garuda dalam rangka laga melawan Myanmar di Singapura.

Pertama-tama, tentu harus terbangun kerjasama yang baik antara Aji Santoso selaku pelatih Tim Garuda,  PSSI, Jenderal Moeldoko, dan tentunya pemimpin sekte Kaum Eden.

Lalu, bagaimana mengambil keuntungan terkait kehadiran Alien melalui pesawat UFO yang kata Lia Aminuddin (atau kita sebut saja Bunda Lia Eden) kepada Jokowi tempo hari, bakalan mendarat di Lapangan Monas? Terlebih lagi peristiwa yang bakal tercatat dalam sejarah dunia ini, harus dikait-kaitkan dengan Aji Santoso pelatih Tim Garuda?

Pembaca, kita tentu sudah tak asing lagi dengan pelem-pelem produksi Hollywood, yang menyajikan bagaimana super hebatnya mahluk yang konon eksis di planet antah-berantah ini. Tanpa harus mengulas Star Trek, kita tahu bahwa Alien adalah ras yang pengetahuan dan kekuatannya lebih unggul dari manusia penghuni planet bumi. Dan siapa tahu itu betul.

Sebagai manusia yang percaya, kita tentu tidak boleh sembarangan meremehkan pendapat orang sengaco apapun itu. Kisah Nabi Nuh adalah tjontoh. Siapa sih orang yang tidak menertawai “kegilaan” Nuh ketika mempersiapkan diri karena akan ada air bah menggulung gurun pasir? Siapa juga orang yang tak mengatai Nuh sebagai orang gila karena bersikukuh membangun sebuah bahtera di gurun pasir.

Nah, ketika semua perkataan Nuh terbukti, bagaimana nasib orang-orang yang membantahnya? Anaknya yang masuk golongan orang kapir karena membantah sabdanya, akhirnya harus tenggelam setelah digulung air bah yang menenggelamkan seluruh padang pasir. Bahkan konon seperempat daratan di muka bumi ini.

Kembali ke pokok soal yang kita bahas. Dengan kehadiran UFO di Monas, tentu Bunda Lia Eden yang kemungkinan dapat berkomunikasi dengan Alien, bisa dijadikan jubir PSSI dan Aji Santoso demi kepentingan sepak bola nasional. Lewat Bunda Lia Eden, dua-tiga Alien direkrut kedalam Tim Garuda.

Proses perekrutan ini tentu harus dirahasiakan agar tidak mendapat protes dari FIFA dan AFC. Persoalan wujud rupa yang bisa membuat Tim Garuda ketahuan membawa-bawa Alien dalam pertandingan—dikhawatirkan bakal kena sanksi—tak usah ditanya. Sudah tahu kan bangsa Alien mampu berubah-ubah wujud, seperti yang biasa kita tonton di pelem-pelem produksi Hollywood. Jadi tak perlu paranoid dan kelewat risau yang lebay. Bunda Lia Eden bisa memengaruhi Alien menuruti kemauan PSSI dan Aji Santoso.

Akan halnya dengan Jenderal Moeldoko, beliau dan pasukannya cukup berjaga-jaga saja. Tentu harus dengan sebuah kesadaran bahwa alutista yang dimiliki TNI tak ada apa-apanya dibanding milik UFO.

Pembaca, kapan lagi Tim Garuda mampu mengukir prestasi di luar kandang tanpa bantuan UFO? Kekalahan di Singapura setelah dilibas Rohingya Myanmar dengan skor 4 : 2 adalah kekalahan yang tak hanya membuat bola mania negeri ini malu hati. Tapi politisi dan kalangan aktivis medsos ‘anti’ pengungsi Rohingnya yang notabene asal Myanmar, sungguh dibuat terbungkam ketika dibuli netizen Malaysia.

Coba kalau (tak usahlah 2 – 3) ada 1 alien yang gabung dengan Tim Garuda Muda. Myanmar yang baru saja mengusir suku Rohingya dari negerinya (meski konon suku itu pintar-pintar bermain bola), tentu dapat dipecundangi dan dibuat malu hati dengan cara memberi 50 gol di babak pertama dan 51 gol di babak kedua. Itu semacam memberi pesan pada Myanmar bahwa, demikianlah nasib negara yang membenci rakyatnya sendiri.

Sayangnya, berbeda dengan Nabi Nuh, Bunda Lia Eden belum bisa membuktikan omongannya yang konon merupakan bisikan Malaikat Jibril dari Surga. Hingga laga antara U-23 Garuda Muda dan U-23 Myanmar tiba di Singapura, UFO dan Alien tak pernah datang mendarat di Monas.

Namun demikian, tak ada alasan berputus asa. Semua pasti akan indah pada waktunya. Maka dari itu, kita tunggu surat-surat dan ‘sabda’ Bunda Lia Eden selanjutnya (semoga terbukti) demi kemajuan sepak bola negeri ini.

Uwin Mokodongan

Uwin Mokodongan
Susah senang tetap saudara seiring dan sebotol
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.