ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Rafiq : Eyang Lenggang Kangkung

Bagikan Artikel Ini:

Pilkada Boltim
ARUSUTARA.COM, BOLTIM – “Eyang bakalan lenggang kangkung,” demikian ungkapan singkat Rafiq Mokodongan, mengawali pembicaraan ketika mengontak media ini via ponsel. Dikatakan Rafiq, dirinya yang mengklaim telah melakukan survey elektabilitas nama-nama bakal calon, yang dipastikan akan maju dalam suksesi Pilkada Boltim, yakin setelah komposisi hasil keputusan partai politik dalam memasangkan kandidat, justru memudahkan Sehan Landjar alias Eyang selaku kandidat incumbent, akan dengan mudah melenggang dan menjadi pemenang di garis finish Pilkada Boltim.

Rafiq menilai, Heri Mamonto yang dipasangkan dengan Sehan Mokoapa Mokoagow (Ketua DPD Partai Golkar Boltim), usungan PKS dan Partai Golkar, berdasarkan survey yang dilakukannya dengan beberapa kerabat, dinilai kurang potensial menjadi kompetitor Eyang selaku petahana. Begitupun ketika Meddy Lensun (Ketua DPC PDIP Boltim) berpasangan dengan Sachrul Mamonto (Ketua DPD PAN Boltim).

Keempat pasangan tersebut, menurut Rafiq, sama-sama kurang potensial bertarung dengan petahana seperti Eyang.

“Kalian boleh meremehkan penilaian ini, yang bebas-bebas saja dikata omong kosong. Tapi, saya mau mengatakan di sini bahwa, berdasarkan hasil survey yang kami lakukan, semua pasangan itu tidak akan mampu membendung elektabilitas Eyang,” bebernya.

Ketika Rafiq ditodong agar membeber hasil survey yang ia lakukan itu secara mendetail, dan memberi uraian per item secara lebih terperinci, dirinya hanya mengatakan kalau hasilnya akan berbeda jika pasangan di atas dikocok.

“Kalau Sacrul dipasangkan dengan Sumardiah Modeong, nah itu baru punya bobot potensi yang sangup membendung laju gerakan dan elektabilitas Eyang,” katanya sembari berkelakar dalam percakapan via ponsel.

“Sumardia selaku politisi golkar dan mantan ketua dewan boltim, turut mewakili tokoh dan kalangan perempuan di Boltim. Nah, kenapa bukan dirinya yang dipasangkan dengan Sachrul selaku ketua PAN dan ketua dewan saat ini?” ujarnya.

Ditambahkannya lagi, keikutsertaan tokoh perempuan dalam kancah perpolitikan di Boltim itu penting. Dan Sumardiah mewakili itu. Ini pun menurutnya, berdasarkan tingkat kesukaan masyarakat pemilih di Boltim, yang menginginkan ada rokoh perempuan yang diusung partai politik sebesar Golkar maju dalam Pilkada Bupati.

“Dari empat kecamatan yang ada di Boltim, ada trend yang menunjukkan keterwakilan kalangan perempuan dalam pilkada bupati. Nah, ini tidak dimanfaatkan partai politik,” katanya.

“Kami juga menanyakan kepada pemilih lewat kuisioner, seandainya tak ada tokoh perempuan yang diusung partai politik untuk maju, maka pilihan akan jatuh ke kandidat mana? Nah, jawabannya adalah Eyang. Ini hasil survey lho,” terang Rafiq dengan nada serius.

“Pendek kata, Eyang akan melenggang menuju garis finish dengan mudah, ketika pasangan ynag dikocok dan diusung partai adalah kandidat-kandidat di atas,” pungkas penggiat politik yang berkecimpung pula sebagai aktivis LSM ini.

Sementara itu, ketika media ini mengontak satu per satu tokoh yang diketahui ada di kubu masing-masing pasangan di atas (Heri mamonto, Sehan Mokoagow, Meddi Lensun dan Sachrul Mamonto), tanggapan yang umumnya hampir sama mencuat.

“Ini politik. Survey itu memang penting sebab merupakan peta jalan. Tapi, karena politik bukanlah ilmu pasti, maka masih ada waktu 5 bulan dimana dalam rentetan waktu ini, segala sesuatu bisa terjadi dan sulit diprediksi. Jadi, kita jalan saja,” ujar salah satu pendukung Sachrul Mamonto yang meminta namanya tak perlu dipublish.

Pernyataan yang hampir serupa juga datang dari pendukung Meddi Lensun. “Bahkan lembaga survey ternama yang sudah malang-melintang di dunia penelitian, dengan rekam jejak terakurat, independen dan kredibilitasnya terjaga, pernah keliru memprediksi hasil pilkada. Nah, kenapa harus keok ketika mendengar ada yang mengklaim satu kandidiat dipastikan bakal lolos? Kalau bermimpi, ya tak masalah. Apalagi mengklaim. Itu sah-sah saja. Tapi, kami tidak akan terpengaruh sama sekali,” ujar pendukung Meddi yang meminta namanya dipublish saja sebagai Afriansyah. (Uwn)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.