ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Warga Berdemo Tuntut Perusahaan Sawit Ditutup

Bagikan Artikel Ini:

image

ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU— Ratusan Warga Kecamatan Sangtombolang dan Kecamatan Lolak, Senin 30 November 2015, menggelar aksi ujuk rasa di kantor DPRD Bolaang Mongondow (Bolmong). Mereka menuntut agar pemerintah menutup operasi  PT.Karunia Kasih Indah, anak perusahaan Izisen Group, sebuah perusahan yang bergerak dalam bidang kelapa sawit.

Dalam orasi, para pendemo mengatakan, perusahaan tersebut telah melakukan sabotase lahan milik warga yang berdemo.

Rahmat Algaus, selaku koordinator aksi demonstrasi tersebut mengatakan, pihaknya sudah memberikan waktu sebulan kepada DPRD Bolmong agar mengeluarkan rekomendasi ke pihak eksekutif (pemerintah), saat demo gelombang pertama, namun setelah menunggu selama sebulan, belum juga ada tanda-tanda penyelesaian sehingga mereka turun demo lagi dengan massa yang lebih banyak.

“Kami kecewa kepada pihak legislatif yang terkesan mengabaikan tuntutan kami. Makanya kami datang untuk minta pertanggungjawaban para wakil rakyat,” kata Rahmat dalam orasinya.

“Sudah hampir sebulan saat kami datang berdemo, tapibperusahaan kelapa sawit itu masih tetap beroperasi bahkan melakukan sabotase terhadap lahan milik warga,” koarnya melalui corong pengeras suara.

“Kami meminta agar DPRD turun ke lapangan meninjau lokasi yang menjadi sengketa. Jangan hanya duduk dan diam saja,” tegasnya.

Diketahui, pada tahun 2014 silam, perusahaan sawit ersebut melakukan pencatatan hak atas tanah melalui penerbitan akte notaris. Lahan itu berstatus sebagai HGU dan diberikan hak kelolanya kepada PT. Wahana Klabat Sakti. Selanjutnya masih di tahun 2014, PT.Wahana Klabat Sakti menyerahkan lahan HGU itu kepada PT Karunia Kasih Indah.

Namun yang menjadi persoalan, diketahui juga bahwa pada tahun 2006 silam, DPRD Propinsi Sulawesi Utara telah merekomendasikan kepada Gubernur untuk tidak lagi memperpanjang izin HGU, milik PT.Wahana Klabat Sakti, yang kontraknya berakhir pada tahun 2008. Tujuannya agar lahan HGU tersebut bisa dikelola warga setempat.

Namun anehnya, pada 2014 silam, PT Karunia Kasih Indah justru memiliki akte notaris terkait hak atas pengelolaan lahan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Bolmong Welti Komaling menyampaikan, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi saat demi pertama.  Rekomendasi tersebut, kata Welty, sudah diberikan ke pihak eksekutif untuk meluluskamn apa yang menjadi tuntutan warga. Namun itu belum direspon pihak pemerintah. Oleh sebab itu, Welty meminta agar warga memberikan waktu ke DPRD Bolmkng untuk melakukan tinjauan kembali dan mendesak Bupati, agar apa yang menjadi tuntutan warga dapat diperhatikan.

Lebih lanjut, Welty juga berjanji, pada pekan ini, pihaknya akan turun meninjau lokasi sekaligus aktivitas perusahaan di lahan yang disengketakan itu.

“Jadi saya meminta agar warga jangan putus asa. Saya sendiri selaku pribadi mendukjng apa yang menjadi tuntutan warga untuk menutup operasi perusahaan sawit itu,” kata Welty sembari meminta warga pendemo memberikan waktu bagi DPRD untuk menyampaikan kembali kepada Bupati terkait  apa yang menjadi tuntutan. (Uphink)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.