ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Eyang Menang di Pengadilan

Bagikan Artikel Ini:

Eyang
ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU – Beberapa waktu lalu, pasca Pilkada Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar, Calon Bupati incumbent yang berhasil meraih suara terbanyak dalam hajatan demokrasi tersebut, dilaporkan Ahmad Alheid, yang diketahui pula adalah seorang PNS (menjabat sebagai Kabag Humas Pemkab Boltim) ke penyidik Kepolisian Resor Bolaang Mongondow (Polres Bolmong).

Apa pokok perkara yang dilapor tersebut? Sehan Landjar dituduh melakukan penghasutan dan pengancaman terhadap Rudi Mokoginta, Pjs (Pejabat Sementara) Bupati Boltim, melalui sebuah orasi dalam kampanye. Salah satu bait orasi Eyang (sebutan populer terhadap Sehan Landjar) yang dipersoalkan adalah, dia (terlapor) mewarning Pjs Bupati Rudi Mokoginta karena sudah ikut-ikutan berpolitik praktis dan bersikap tidak netral karena mengarahkan PNS Boltim untuk memilih salah satu pasangan calon. Eyang disebut memberikan ancaman akan mengacaukan Boltim jika Pjs Bupati tetap menjalankan praktek mobilisasi politik. (Rekaman orasi dapat pembaca KLIK DI SINI).

Gayung bersambut di meja penyidik Polres Bolmong. Sehingga tanpa butuh waktu lama dan bertele-tele, Polres Bolmong segera menetapkan Eyang sebagai tersangka dalam kasus pengancaman.

Lalu apa reaksi Eyang, setelah ia diperiksa penyidik kemudian diminta untuk menandatangani berkas penetapan dirinya sebagai tersangka?

Eyang menolak menandatangani berkas tersebut. Beberapa alasan yang dikemukakannya adalah, itu bukanlah ranah penyidik kepolisian akan tetapi ranah Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu). Selain itu masa laporan terkait dugaan pelanggaran pemilukada, sudah kadaluarsa karena laporan yang dilayangkan Ahmad Alheid ke Polres Bolmong (selain dinilai Eyang salah sasaran), sudah lewat 7 hari sebagaimana yang diatur oleh Undang-Undang terkait Pemilukada.

Saat dipanggil menghadap ke meja penyidik terkait laporan Ahmad Alheid, kemudian diperiksa selama beberapa jam, Eyang pada akhirnya tetap enggan menandatangani penetapan tersangka terhadap dirinya dalam kasus dugaan pengancaman. Dirinya malah sempat menyentil kasus menghebohkan yang saat ini sedang ditunggu-tunggu masyarakat. Yakni kasus 3 oknum anggota Polres Bolmong yang diduga menjadi kaki-tangan kubu pasangan calon bupati tertentu, supaya mau disuruh mengedarkan uang ratusan juta (yang bahkan diduga palsu) ke masyarakat supaya memilih pasangan calon tertentu, namun akhirnya bernasib apes setelah warga mencegat ketiga oknum polisi tersebut dan melaporkannya ke Polres Bolmong.

“Kebetulan ada di meja penyidik, jadi saya juga sempat bertanya juga sudah sejauh mana laporan yang kami layangkan soal keterlibatan 3 oknum polisi terkait dugaan praktek money politik di pilkada. Apalagi justru disebut-sebut 3 oknum polisi itu malah mengedarkan uang palsu. Nah bahaya sekali kan itu? kok ada polisi berani jadi kaki-tangan kelompok tertentu untuk mengedarkan uang palsu. Dari mana sumber uang itu? siapa dalangnya? Kan laporan sudah dimasukkan bersama barang bukti lengkap dengan saksi-saksi, dan itu jauh sebelum laporan soal saya yang katanya mengancam pejabat bupati. Tapi kenapa laporan soal kasus heboh itu belum diungkap,?” Demikian Eyang pada kesempatan beberapa waktu lalu, usai dirinya menjalani pemeriksaan penyidik dan ketika ia menolak menandatangani berkas penetapan tersangka terhadap dirinya.

Eyang juga mengaku heran dan merasa lucu sendiri ketika orasi dirinya dalam kampanye itu yang dijadikan sebagai bukti ancaman terhadap Pjs Bupati yang dilaporkan Ahmad Alheid. Lebih dari itu dirinya juga mengaku heran, kenapa Ahmad Alheid yang tak lain adalah PNS Pemkab Boltim, yang melaporkan dugaan pengancaman itu. Padahal dalam orasinya itu, ia sama sekali tidak menyebut nama Ahmad Alheid, baik kapasitasnya sebagai PNS (Kabag Humas Pemkab Boltim) maupun pribadi.

“Yang saya singgung itu kan penjabat bupati. Bukan Ahmad Alheid. Saya singgung supaya netral bukan justru menjadi tim sukses dan mengarah-arahkan PNS. Tapi kok kenapa Ahmad Alheid yang melapor? Apa ketrsinggungannya? Kan salah sasaran ini namanya. Dan apa kaitannya penjabat bupati dengan Ahmad Alheid?” kata Eyang sembari mengaku agak merasa lucu.

Merasa ada upaya kriminalisasi terhadap dirinya, Eyang bersama kuasa hukumnya mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan tersangka oleh penyidik Polres Bolmong terhadap dirinya. Hasilnya apa? Sidang yang dipimpin Nova Sasube itu memutuskan jika gugatan yang dilayangkan Eyang lewat kuasa hukumnya, dikabulkan pihak pengadilan pada Jumat 8 Januari 2016.

Penyidik Unit I Polres Bolmong, Ipda Rosit, didampingi dua penyidik dari Polda Sulut, turut hadir dalam sidang putusan terkait gugatan yang akhirnya memenangkan Eyang.
Ketiga penyidik yang hadir itupun enggan memberikan tanggapan soal putusan itu. Mereka memilih diam dan langsung meninggalkan ruang sidang.

Dikatakan Haris Mokoginta, kuasa hukum Eyang, dalam amar yang disampaikan Hakim, kalau laporan tersebut legal standing. Artinya pelapor tidak memberikan kuasa kepada pelapor dalam hal ini Penjabat Bupati Boltim Rudi Mokoginta kepada Ahmad Alheid.

Penetapan status tersangka terhadap Eyang pun menurut kuasa hukumnya tidak memiliki dasar kuat. Beberapa alasannya adalah, bukti apa yang dipakai sehingga Eyang selaku klien mereka ditetapkan sebagai tersangka? Buktinya lemah dan saksi-saksi mana yang sudah dipanggil lalu diperiksa oleh penyidik kepolisian dalam laporan tersebut? ternyata tidak ada.

Dalam sidang gugatan sebelumnya, beberapa hal penting ditanyakan Tim kuasa hukum Eyang terhadap penyidik Polres Bolmong, di antaranya adalah soal; tempat kejadian perkara di mana? saksi-saksinya siapa? nama-nama yang diperiksa siapa? Dan semua itu tidak mampu dijawab oleh penyidik.

Lemahnya bukti dan terkesan kasus tersebut dipaksakan, membuat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotamobagu dalam Sidang Gugatan Praperadilan itu, memenangkan kubu Eyang. (Tim)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.