ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Herkol : Kartu Indonesia Sehat Masih Berlaku!

Bagikan Artikel Ini:

Herkol

ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU – Penyampaian Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dibeberapa media, termasuk di media ini beberapa waktu, yang mengatakan kalau sejak 1 Januari 2016, Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak berlaku lagi, mendapat bantahan dari Herry Frangky Coloay, alias Herkol, Anggota Dewan Kota Komisi III.

“Apa yang disampaikan kepala dinsosnakertrans itu ngawur,” kata Herkol melalui rilis yang dikirimkannya ke media ini.

Lebih lanjut dijelaskannya kalau pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kota Kotamobagu, yang berjumlah 33.178 jiwa, setelah melalui verifikasi dan validasi Kementerian Sosial yang selesai pada 20 November 2015, maka berdasarkan Surat Keputusan (SK) no.170/HUK/2015, tanggal 9 Desember 2015, tercatat kalau di Kota Kotamobagu ada 28.471 jiwa yang masih terdaftar sebagai peserta KIS-PBI, sementara 4.707 jiwa sudah dinonaktifkan keanggotaannya.

Dari 4.707 jiwa yang namanya sudah tidak ada dalam data KIS-PBI, dan sudah di nonaktifkan dalam master file BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2016, lanjut Herkol melalui rilisnya, tidak lagi mendapat layanan dengan status KIS-PBI dikarenakan; meninggal dunia, mendapat kartu ganda, dan tidak lagi miskin atau sudah menjadi pegawai, maupun faktor-faktor lain.

Masih melalui rilisnya, dikatakan kalau peserta yang namanya sudah dinonaktifkan sebagai PBI dan mampu, segera mendaftarkan diri ke kantor BPJS Kesehatan setempat dan membayar iuran secara rutin setiap bulannya. Untuk kartu tanda kepesertaan JKN/KIS yang sudah diterima agar tetap disimpan, karena dapat digunakan kembali setelah mendaftar sebagai peserta non-PBI.

Bagi peserta yang sudah telanjur masuk rumah sakit dengan status sebagai PBI di tahun 2015, dan dirawat sampai 2016, masih berhak mendapatkan layanan sebagai peserta PBI sesuai paket Ina CBGs. Sedangkan mereka yang baru sakit pada 2016, tetap berstatus non-PBI, baik sebagai peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) maupun pekerja penerima upah (PPU) atau karyawan.

Jadi, tandas Herkol, tidak benar jika Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah tidak berlaku lagi. “Kalau ada masyarakat yang belum begitu paham agar menghubungi Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS-PBI di BPJS setempat,”. tandas Herkol.

Bantahan ini disampaikan Herkol, karena dirinya mengaku terusik dengan pernyataan Kepala Dinsosnakertrans, Haris Podomi, di sejumlah media, termasuk Arusutara.com, Selasa 19 januari 2016, silam.

Ketika itu, sejumlah awak media di Kotamobagu, mengonfirmasi Kepala Dinsosnakertrans terkait keluhan sejumlah warga yang mengaku ketika berobat, meski mengantongi KIS (Kartu Indonesia Sehat), dinyatakan tidak berlaku lagi.

Saat awak media menanyakan hal tersebut ke Haris Podomi, dirinya mengonfirmasi bahwa KIS memang sudah dinonaktifkan.

“Memang sudah tak berlaku lagi. Bagi masyarakat pemilik KIS, telah berubah atau dilimpahkan ke kartu BPJS. Jadi khusus masyarakat pengguna KIS di Kotamobagu, segera melapor karena akan dilimpahkan ke kartu BPJS,” kata Podomi tempo hari.

Oleh sebab itu ia menghimbau kepada masyarakat kurang mampu, agar melakukan pengurusan dengan mengantongi surat keterangan tidak mampu dari Kantor Kelurahaan atau Desa setempat, untuk pelimpahan dari KIS ke kartu BPJS.

“Kami akan memberikan, surat rekomendasi untuk pengurusan BPJS bagi warga kurang mampu agar segera melakukan pengususan surat keterangan ke kantor lurah atau sangadi. Setelah itu, apabila surat keterangan sudah lengkap, kami langsung memberikan SK untuk di berikan ke pihak BPJS,” kata Podomi ketika ditanyai wartawan terkait hal itu. (Ars/Uwn/Upk)

BERITA TERKAIT :

Kartu Indonesia Sehat Tak Berlaku

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.