ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Pro-Kontra Hasil Pilsang, Warga Berdemo

Bagikan Artikel Ini:

Copy of demo

ARUSUTARA.COM BOLMONG – Puluhan warga yang datang dari 3 Desa berbeda, masing-masing Nonapan, Bakan, dan Doloduo, berdemo di Kantor DPRD Bolmong, Selasa 19 Januari 2016.

Mereka berdemo terkait hasil Pemilihan Sangadi (Kepala Desa) yang digelar serentak, 15 Januari 2016 lalu. Menariknya, warga yang datang berdemo punya tuntutan yang berbeda. Ada yang mendukung agar pelantikan Sangadi terpilih segera dilakukan (Hari ini, Rabu 20 Januari 2016), ada pula yang menuntut agar pel antikan ditunda karena hasil pemilihan Sangadi, diduga sarat kecurangan.

Iskandar Mokodongan, warga Nonapan 1 yang ikut dalam aksi, menyampaikan, mereka meminta agar pelantikan Sangadi Nonapan 1 segera dilakukan. Pasalnya, Sangadi yang terpilih di desa Nonapan 1 adalah murni pilihan masyarakat Nonapan 1. Sehingga tak ada alasan untuk tidak melantik Sangadi terpilih.

“Calon sangadi yang terpilih yakni Sharudin Lomboan, murni memenangkan pemilihan Sangadi tanpa ada kecurangan. Kami minta agar segera dilantik saja,” katanya.

Sempat terinformasi dari sumber ARUS UTARA, yang meminta namanya tak perlu dipublish, ada kelompok warga Nonapan 1 yang meminta Sangadi terpilih tersebut, harus ditunda pelantikannya karena warga mempersoalkan status domisili calon Sangadi yang akhirnya memenangkan pemilihan. Disebutkan bahwa Sharudin Lomboan tidak berdomisili di Nonapan 1. Dan berdasarkan aturan pencalonan, setiap kandidat atau calon Sangadi Nonapan 1 harus berdomisili, atau tercatat sebagai warga setempat.

Sedangkan tuntutan warga Desa Bakan juga berbeda. Mereka meminta agar pelantikan Sangadi terpilih Desa Bakan ditunda dan harus diselenggarakan pemilihan ulang.

Hin Mamonto, salah satu Calon Sangadi Desa Bakan, yang datang bersama pendukungnya mengatakan, demi keadilan dan hukum sebagai panglima, pemilihan Sangadi Bakan harus diulang. Alasannya adalah, pemilihan ketika itu penuh dengan kecurangan dan pihaknya merasa telah dikorbankan dan merasa dirugikan. Mereka meminta pelantikan yang rencananya digelar hari ini, agar dipending karena proses hukum masih sedang bergulir di pengadilan.

Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling yang menyambut aspirasi dari masing-masing warga tersebut mengatakan, DPRD Bolmong sudah meminta Pemkab Bolmong melalui Panitia Pemilihan Sangadi untuk bisa menindak-lanjuti tuntutan warga.

Dikatakan Welty kalau pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Pemkab Bolmong terkait persoalan tersebut. Dalam rapat tersebut, lanjut Welty, sempat melahirkan perdebatan yang alot.

DPRD Bolmong lakukan Hearing dengan Pendemo 3 Desa
DPRD Bolmong saat melakukan rapat dengar pendapat dengan para pendemo

Welty juga mengatakan, jika memang ada yang merasa dirugikan, tak ada salahnya diteruskan ke ranah hukum. Itupun kalau benar-benar pemilihannya bermasalah.

“Jika memang ditemukan banyak pelanggaran, ya tidak masalah diproses saja secara hukum jika pelanggaran itu memang terjadi,” kata Welty. Meski dia juga menyarankan agar persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara damai dan bersama-sama.

Sementara itu Ketua Komisi 1 DPRD Bolmong, Yusran Alhabsy, menyampaikan, komisi 1 sudah menggelar rapat dan berkoordinasi dengan Pemkab, namun antara DPRD maupun Pemkab Bolmong, amsih terbelah, ada yang tidak setuju dan ada yang setuju soal pemilihan ulang. Oleh sebab itu, kata Yusra, pihaknya menyarankan sepenuhnya ke Bupati Bolmong selaku Kepala Daerah, sebab Pelaksaan Pilsang dan aturan itu ranahnya Pemkab. (Uphink)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.