ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Jalan Kabela dan Pundi-Pundi Receh

Bagikan Artikel Ini:
Suasana di Jalan Kabela Kotamobagu
Suasana di Jalan Kabela Kotamobagu

BAGI sebagian orang, ternyata ada bentuk kreatifitas spontan dalam menciptakan peluang untuk sekadar mengumpulkan receh. Seiring dengan pertumbuhan sektor jasa, dan keberadaan kendaraan bermotor yang mulai menyesaki lorong-lorong kota, peluang meraup pundi-pundi receh itupun tecipta.

Dapat dikata Jln.Kabela adalah jalan penghubung menuju Jln.Kartini dan Jln.Bolian. Semacam lorong yang terbentang di tengah pusat bisnis yang sejak pagi sudah sibuk. Di Jln.Kabela, berjejer toko tekstil, jasa jahit (tailor), dan kios-kios yang menjual aneka kebutuhan warga. Arus kendaraan yang sesak dan menyemut di situ, akhirnya dimanfaatkan warga menciptakan peluang jasa parkir.

Oping adalah salah-satu contoh. Laki-laki berumur 25 tahun ini sudah dua bulan menjalani profesi sampingan sebagai tukang parkir. Meski tak resmi alias bukan dari badan restribusi parkir pemerintah, Oping tetap menerima ongkos parkir yang diberikan secara sukarela dari para pemilik kendaraan bermotor yang parkir di Jln.Kabela.

Dituturkan Oping, awalnya ia dan dua orang kawannya, hanya membantu memakirkan sepeda motor milik para pengendara yang mau parkir di Jln.Kabela. Apalagi dia sudah memiliki pekerjaan sebagai sales marketing motor bekas di salah-satu shoowroom yang ada di Kotamobagu. Namun, kebiasaannya membantu memarkirkan kendaraan tersebut, membuat para pemilik kendaraan memberi dia seperak-dua perak. Semacam jasa parkir bagi dia.

Akhirnya, setiap ada kesempatan, kata Oping menuturkan, dia sering mangkal di Jln.Kabela. Hasil dari kerja sampingan itu, tutur Oping, cukup menambah pundi-pundi receh di kantongnya. (Apriwahyudi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.