Polisi dan Tim Kura-Kura Ninja

Bagikan Artikel Ini:

Polisi dan Satpol

ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU – Aksi Tim Kura-Kura Ninja bentukan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Kotamobagu (Satpol-PP) pimpinan Sahaya Mokoginta, menuai sorotan Kepala Kepolisian Resor Bolaang Mongondow (Kapolres Bolmong), AKBP Wiliam Simanjuntak SIK, yang disampaikan melalui Kasubag Humas Polres Bolmong, AKP Saituf Tamu.

Melalui konferensi Pers yang digelar Senin 15 Februari 2016, di Kantor Mapolres Bolmong, Saiful mengatakan, Tim Kura-Kura Ninja SatPol-PP, seharusnya berkoordinasi dengan Polres Bolmong, baik soal penindakan maupun dalam rangka penyidikan.

Hal ini disampaikan, karena beberapa waktu lalu, tim bentukan Kasat Pol-PP, Sahaya Mokoginta, yang namanya diadopsi dari serial film kartun anak-anak (Teenage Mutant Ninja Turtles alias Kura-Kura Ninja) di TVRI ini, menggelar sejumlah razia dengan landasan ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, dan penegakan Perda. Satu di antaranya adalah aksi penggeledahan sebuah Mobil Box saat mengisi bahan bakar di SPBU.

Dalam operasi tersebut, sejumlah minuman beralkohol yang konon akan dibawa ke wilayah Minahasa, disita oleh Tim Kura-Kura Ninja dan pelakunya diperiksa oleh tenaga penyidik SatPol-PP.

Dalam keterangan pers, Saiful mengatakan kalau Tim Kura-Kura Ninja SatPol-PP Kotamobagu, telah menyimpang dari aturan hukum. Dikatakan kalau operasi yang dilakukan Tim Kura-Kura Ninja, tidak mengacu pada SOP. Selain itu Kura-Kura Ninja juga tak miliki kewenangan melakukan eksekusi, penyitaan, maupun penyidikan.

“Yang dikhawatirkan adalah, takutnya razia yang dilakukan tim kura-kura ninja seperti yang kemarin-kemarin itu, akan berbenturan dengan masyarakat yang paham hukum,” kata Saiful dalam konfrensi pers di hadapan para awak media, Senin 15 Februari 2016.

Selain itu, lanjut Saiful, Tim Kura-Kura Ninja tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Jika terjadi benturan dengan masyarakat yang paham hukum, kondisi tersebut akan menimbulkan masalah baru,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Saiful, pembentukan Tim Kura-Kura Ninja ini harus dikembalikan pada aturan hukum yang sebenarnya. Saiful meminta agar Tim Kura-Kura Ninja dapat kembali meninjau undang-undang dan peraturan yang berlaku.

“Apa yang dilakukan tim kura-kura ninja ini, sebenarnya mengandung resiko hukum. Apalagi tim ini tak ada hak untuk melakukan penyitaan barang,” tandas Saiful.

Pada kesempatan berbeda, Kabag Ops Sat Pol-PP, Bambang Dahlan, menanggapi pernyataan AKP Saiful Tamu. Dikatakan Bambang bahwa, apa yang dilakukan Tim Kura-Kura Ninja, sudah sesuai Peraturan Kepolisian Nomor 6 Tahun 2010 tentang Manajemen Penyidik, sebagaimana Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai kewenangan melakukan penyitaan, dan penggeledaan, atas pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Walikota (Perwako).

Menurut Bambang, apa yang dilakukan Tim Kura-Kura Ninja, sudah sesuai aturan hukum sebagaimana yang diatur dalam Perda Nomor 2 tahun 2010 Tentang Pengendalian, Pengawasan, dan Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol. Melalui Perda tersebut, lanjut ambang, pihaknya berhak melakukan penyitaaan.

Terkait tenaga penyidik, Bambang membeber bahwa, di SatPol PP Kotamobagu, sudah ada 3 tenaga Penyidik PNS, yakni Susilo S Mokoginta selaku Kasi Penyidik, Kaharudin Mokoginta selaku Penyidik Tata Ruang, dan dirinya sendiri, Bambang Dahlan sebagai Penyidik Penegak Perda.

Dikatakan pula bahwa pihaknya sudah memiliki MOU atau nota kesepahaman terkait jalinan kerjasama dengan Polres Bolmong. Yakni tentang pelanggaran Perda menyangkut ketentraman masyarakat dan ketertiban umum.

Terkiat penyitaan, bambang menjelaskan, setiap melakukan penindakan atau penyitaan, itu dilakukan sesuai dengan surat izin pihak pengadilan. Jikapun dalam keadaan mendesak, sehingga belum sempat mengantongi surat izin, maka usai melakukan penyitaan, pihaknya segera memberitahukan ke pihak pengadilan melalui surat pemberitahuan terkait penyitaan, sebagaimana menurut Bambang lagi, diatur dalam KUHAP.

Diketahui, hampir sebulan belakangan ini, Tim Kura-Kura Ninja terbentuk di kesatuan Polisi Pamong Praja. Tim ini menggelar sejumlah razia dan berhasil mengamankan mobil bermuatan minuman beralkohol. Tim ini juga beraksi membongkar praktek pencurian tabung LPG. Bahkan, jelang Hari Valentine 14 Februari, Tim Kura-Kura Ninja juga menghimbau agar Toko, Warung, maupun Apotik di Kotamobagu, agar tidak menjual alat kontrasepsi kondom secara bebas, terutama bagi kalangan remaja. (Uphink)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.