ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Eyang Bilang Bukan Anjing, Tapi Kucing

Bagikan Artikel Ini:
Eyang Pelantikan PAN
Sehan Landjar, saat menyampaikan pidato politiknya dalam acara pelantikan pengurus DPW PAN Sulawesi Utara di lapangan Molinow Kotamobagu

ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU – Selasa 17 Mei 2016, di Lapangan Molinow Kotamobagu, Sehan Salim Landjar, atau lebih dikenal dengan sapaan Eyang, resmi dilantik Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, mengemban jabatan sebagai Ketua DPW PAN Sulawesi Utara, periode 2015 – 2020, menggantikan Ketua DPW PAN sebelumnya yang dijabat Tatong Bara.

Eyang dilantik bersama ratusan pengurus PAN. Pada kesempatan pidato, ia berjanji akan membesarkan partai dan mengemban amanah yang diberikan dengan baik. “Sebagai manusia biasa, pasti ada kekurangan dan keterbatasan. Namun saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membesarkan partai dan bekerja untuk rakyat,” kata Eyang.

Salah satu bagian menarik dari pidato politiknya, adalah ketika ia mengemukakan soal filosofi Kucing dan Anjing ketika dipercayakan mengurus PAN.

Disampaikan lewat pidato, dalam mengurus partai, ia akan memakai filosofi kucing. Sebab bagi Eyang, kucing tidak akan pernah meninggalkan rumah, meski siapapun yang menjadi majikannya. “Penghuni rumah boleh silih berganti, tetapi kucing tetap berada di dalam rumah,” kata Eyang.

Sedangkan jika memakai filosofi anjing, lanjut Eyang, maka anjing hanya akan setia dan loyal kepada majikannya saja. “Kemanapun majikannya pergi, pasti diikuti. Sedangkan kucing, ia akan senantiasa setia dan bertahan di rumah sekalipun pemilik rumahnya datang silih berganti,” kata Eyang.

Aksi Unjuk Rasa

Zulkifli Hasan, selain dikenal sebagai Ketua Umum DPP PAN, menjabat pula sebagai Ketua MPR-RI. Bang Zul (sapaan akrab Zulkifli Hasan), datang dari Jakarta bersama beberapa pengurus DPP. Salah satunya adalah Dedi Dolot yang merupakan putra asli Molinow, tempat dilaksanakannya agenda pelantikan.

Kedatangan Bang Zul, sempat diwarnai aksi unjuk rasa sekelompok orang yang mengaku merupakan kader PAN pendahulu. Aksi dilakukan di depan Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Tatong Bara, tatkala Bang Zul mampir terlebih dahulu di situ, sebelum ke lokasi pelantikan di Lapangan Molinow.

Menurut para pengunjuk rasa, terpilihnya Eyang sebagai Ketua DPW Sulawesi Utara, tidak mencerminkan marwah demokrasi. Dalam aksi tersebut pengunjuk rasa meminta Bang Zul mau menemui dan mendengarkan tuntutan mereka. (Win)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.