ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Tatong Bara Turun Lapangan Pantau Langsung Penanggulangan Bencana

Bagikan Artikel Ini:

Walikota Ikut Tim Tanggulangi Longsor

ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU – Walikota Kotamobagu Tatong Bara bersama tim penanggulangan bencana pemerintah setempat, turun langsung ke lokasi terjadinya bencana longsor di wilayah perbatasan antara Desa Passi (Bolaang Mongondow) dan Kelurahan Gogagoman (Kota Kotamobagu), tepatnya di wilayah yang biasa disebut Kotulidan.

Bencana longsor itu terjadi jelang buka puasa, Senin 06 Juni 2016, membuat akses menuju Passi begitupun sebaliknya dari Passi ke Gogagoman (Kotamobagu) mengalami kendala karena material longsor menutupi jalur lalulintas.

Walikota Tatong Bara ditemani Kepala BPBD Kotamobagu, Dinas Sosial, Kepala Dishubbudparkominfo Agung Adati, serta beberapa pejabat dan tim penanggulangan bencana termasuk petugas Damkar Kotamobagu.

Dalam persitiwa tersebut, tak ada korban jiwa yang dialami warga Gogagoman yang bermukim di wilayah Kotulidan atau di lereng bukit Cagar Budaya Makam Bogani Tudu In Passi, sisi Selatan. Namun sedikitnya 4 Kepala Keluarga diungsikan dari pemukiman rawan longsor tersebut karena kekhawatiran adanya bencana susulan.

Kepada tim penanggulangan bencana, Walikota juga memerintahkan agar segera mencatat data warga yang mengungsi, dan kepada mereka diberikan bantuan sandang-pangan.

Proses penanggulangan material longsor yang menutup total badan jalan sempat berlangsung lama, karena keadaan bencana yang cukup parah.

Pengendara akhirnya menempuh jalur alternatif, yakni harus melewati jalan Desa Bilalang untuk menuju wilayah Passi, begitupun sebaliknya.

bencana longsor

Beberapa jam kemudian, atau diperkirakan pukul 23:00 WITA, jalur Passi – Gogagoman sudah bisa diakses kembali setelah material longsor tertanggulangi oleh bantuan alat berat.

Menurut Apriwahyudi, anggota Komunitas Pecinta Alam Bogani Mongondow Lestari (KPA BoMLest) yang berbasis di Passi, bencana longsor terjadi di wilayah tersebut selain dipicu oleh curah hujan yang meningkat,  kondisi lokasi belakangan ini memang rentan mengalami bencana akibat perubahan struktur tanah dan pemanfaatan wilayah yang sebelumnya adalah lereng bukit, menjadi permukiman penduduk. (Uphink)

BACA JUGA :

1. Kata Mereka Soal bencana Longsor di Lereng Bukti Tudu In Passi

2. Jalur Lalulintas Passi – Gogagoman Tertimbun Longsor

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.