ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

3 Kelurahan dan 1 Desa Dicanangkan Jadi Kampung KB

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Kamis 18 Mei 2017, Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, mencanangkan 3 Kelurahan dan 1 Desa sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kotamobagu. Pencanangan tersebut berlangsung di Kantor Desa Bilalang 1 Kecamatan Kotamobagu Utara.

Pada kesempatan pidato, Wali Kota pada pokoknya menyampaikan,  pencanangan Kampung KB merupakan program nasional dari pemerintah pusat, dalam rangka mensukseskan program kependudukan dan keluarga berencana di seluruh Indonesia.

Diketahui pada 14 Januari 2016, Presiden Jokowi secara resmi mencanangkan Kampung KB (Kampung Keluarga Berencana), yang  merupakan salah satu inovasi strategis dalam mewujudkan Agenda Prioritas Pembangunan (Nawacita) Pemerintahan periode 2015-2019 melalui program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang diamanatkan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

BKKBN sebagai lembaga non kementerian yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, saat ini dituntut untuk memiliki komitmen menyukseskan Agenda Prioritas dan Dimensi Pembangunan Nasional melalui program KKBPK secara utuh dan menyeluruh di seluruh tingkatan wilayah.

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu, di mana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis. Kampung KB direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi oleh dan untuk masyarakat dengan menempatkan muatan lokal yang ada di wilayah tersebut atau yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Secara nasional, pada tahun 2016 ini, ditargetkan seluruh kabupaten terbentuk Kampung KB. Dan dalam skala lokal, Kampung KB di Kotamobagu sudah dibentuk dan dicanangkan oleh Wali Kota Kotamobagu.

Ada dua kriteria utama dalam pemilihan wilayah Kampung KB. Pertama, jumlah keluarga Pra-KS dan KS-1 (Keluarga Miskin) di atas rata-rata Pra-KS dan KS-1 tingkat desa/kelurahan di mana kampung tersebut berada. Kedua, jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan di mana kampung terebut berlokasi. Setelah terpenuhi kedua kriteria utama dimaksud, selanjutnya dapat memilih salah satu atau lebih kriteria wilayah : kumuh; pesisir/nelayan; daerah aliran sungai (DAS); bantaran kereta api; kawasan miskin (termasuk miskin perkotaan); terpencil; perbatasan; kawasan industri; kawasan wisata; dan padat penduduk.  

Sementara itu, dalam proses pembentukannya, suatu wilayah yang akan dijadikan sebagai lokasi Kampung KB memperhatikan persyaratan yang wajib dipenuhi, yaitu tersedianya data kependudukan yang akurat, dukungan dan komitmen pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat. Hal ini diperlukan, sebab keberhasilan ketercapaian indikator Kampung KB ditentukan oleh indikator input, proses dan output. Dalam proses, misalnya ditandai dengan jumlah Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan KB (PLKB) yang proporsional, ketersediaan dukungan operasional (anggaran) untuk program KKBPK dari APBD dan APBN maupun sumber dana lain, seperti PNPM, Anggaran Dana Desa (ADD), Program Keluarga Harapan (PKH), Jamkesmas atau Jamkesda, ketersediaan sarana operasional baik kontrasepsi maupun sarana pendukung lainnya. 

Di Kotamobagu, pencanangan Kampung KB oleh Wali Kota ditandai dengan pemukulan kentongan atau kukulan dalam bahasa Mongondow. Setelah itu dilanjutkan dengan pendatanganan prasasti Kampung KB oleh Wali Kota. Adapun Kelurahan dan Desa yang ditetapkan sebagai Kampung KB adalah; Desa Bilalang 1, Kelurahan Kotamobagu, Kelurahan Pobundayan, dan Kelurahan Kotobangon.(Advetorial)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.