ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Bupati Bolmong: Conch Akan Saya Tutup

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, BOLMONG – Pernyataan berani dan mengejutkan disampaikan Bupati Bolmong (Bolaang Mongondow), Yasti Soepredjo saat memimpin audiense dengan para Sangadi (Kepala Desa) se-Bolmong di Kantor Bupati, Selasa 30 Mei 2017, di Lolak.

Dalam tatap muka dengan para Sangadi itu, Yasti yang turut didampingi Wabup Yanni Tuuk, menyampaikan langkah beraninya untuk menutup 2 perusahaan yang bergerak dibidang semen, yakni PT Sulenco Bohusai Cement (Sulenco) dan PT Conch North Sulawesi Cement (Conch).

Dikatakan Yasti, berdasarkan analisa dan pemikiran yang matang, dirinya selaku Bupati Bolmong akhirnya akan menutup operasi Sulenco dan Conch di Desa SOlog Kecamatan Lolak. Salah satu penyebabnya adalah soal perizinan.

Dibeberkan Yasti kalau izin yang tidak dikantongi perusahaan semen tersebut (Sulenco dan Conch) adalah IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan WIUP (Wilayah Izin Usaha Pertambangan) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

“Mereka (perusahaan semen) tidak memiliki izin, jadi harus ditutup,” tegas Yasti.

Selain itu, Yasti juga menambahkan kalau banyak masalah yang ditimbulkan Sulenco dan Conch. Baik itu soal ketenagakerjaan maupun soal pendirian bangunan yang tak mengantongi IMB. Dikatakannya kalau rata-rata pekerja di Conch berasal dari Tiongkok, sedangkan pekerja lokal sangat kurang. “Umumnya pekerja lokal bertugas sebagai kuli kasar,” tukasnya. “jadi mereka yang untung sedang kita di daerah buntung,” ketus Yasti.

Selain itu, tambah Yasti, keberadaan perusahaan semen di Desa Solog itu mengancam rencana pembangunan Bandar Udara di Lolak karena dapat menganggu lalu-lintas udara. Yasti lantas menyampaikan, “Mana yang kita pilih, Bandara atau Conch? Jika Bandara yang dibangun maka Conch harus ditutup,” ujarnya dengan nada tegas. “Jika Bandara kita cancel dan Conch terus, maka silakan setor 250 miliar,” tambah Yasti lagi.

Setoran Rp 250 Miliar ini, menurut Yasti akan ditata dalam APBD Bolmong. Dana ini, menurutnya, adalah dana CSR dan royalti bagi Pemerintah Daerah. “Kalau berinvestasi, apalagi konon investasi Conch ini mencapai 5 triliun, maka royalti ke daerah itu harus jelas, termasuk dana CSR itu juga harus jelas. Tapi ini kan bohong, apalagi perusahaan tak mengantongi izin. Jangan seenaknya datang di Bolmong tapi tak taat aturan,” tandasnya.

Yasti juga mengandaikan, bayangkan jika dana sebesar Rp 250 Miliar ini dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk kemaslahatan rakya Bolmong, seperti membuatkan jaminan kesehatan seperti kartu BPJS bagi seluruh rakyatnya, pembangunan fasilitas kesehatan, dan sebagainya. “Tapi jika tak jelas begini, bertindak seenaknya dan tak mengantongi izin, maka kita tutup saja,” ujar yasti lagi disambut tepuk tangan dari para Sangadi.

Ditegaskannya kalau keputusan menutup perusahaan semen tersebut sudah final. Kecuali jika pihak Conch menyetor Rp 250 Miliar dan mengantongi semua perizinan sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang.

“Jika tak ada niat baik dari Conch, tak ada win-win solution, maka minggu depan perusahaan tersebut saya tutup,” pungkasnya. (Kont/Uwn)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *