ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Yasti Tabuh Genderang Perang Terhadap PT Conch

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, BOLMONG – Baru dalam hitungan hari dilantik sebagai Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow sudah menunjukan sepak terjangnya ke publik bahwa dia adalah Bupati Bolmong yang punya gigi. Jika Bupati sebelumnya bersama deretan Wakil Rakyat (Anggota DPRD Bolmong) dan isntansi terkait di Pemkab Bolmong nyaris tak pernah mempersoalkan kedatangan perusahaan asing asal negeri komunis ini, maka tidak dengan Yasti.

Senin 05 Juni 2017, di dampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) beserta jajaran pejabat di Pemkab Bolmong, termasuk selipan satu dua anggota DPRD Bolmong yang ikutan unjuk gigi, Yasti melakukan sidak ke kantor PT Conch North Sulawesi Cements, perusahaan semen asal Tiongkok yang konon bekerjasama dengan PT.Sulenco Bohusami Cements.

Sidak ini dilakukan buntut dari kegeraman Yasti beberapa hari belakangan usai pelantikan, karena PT Conch ditengarai tak mengantongi sederet perizinan dari pemerintah berbagai tingkatan perihal aktivitas pertambangan meliputi izin eksplorasi, pendirian bangunan, izin tinggal dan kerja karyawan asing, dan deretan perizinan lainnya.

Kegeraman Yasti memuncak ketika undangan rapat dari dirinya selaku Bupati ke PT Conch, beberapa hari sebelumnya, dinilai kurang mendapat perhatian serius dari perusahaan, karena pihak perusahaan hanya mengutus staf yang oleh Yasti, dinilai tak memiliki kuasa dan wewenang strategis terutama menyangkut pengambilan keputusan mengatasnamakan pihak perusahaan.

Olehnya Yasti memutuskan akan menghentikan aktivitas  PT Conch karena perusahaan tersebut dinilai tak memiliki itikad baik meski sudah melanggar banyak ketentuan.

Yasti bahkan mengancam akan membongkar gedung kantor PT Conch yang dinilainya tidak mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan). “Nanti gedung kantor perusahaan tersebut (PT Conch) akan saya ratakan sendiri dengan bulldozer,” demikian kata Yasti dengan nada serius.

Terjadi ketegangan antara Yasti selaku Bupati Bolmong dengan pihak perusahaan ketika sidak dilakukan. Satpol-PP yang mengawal sidak tersebut bahkan melakukan pembongkaran fasilitas gedung kantor, menyebabkan beberapa buah gagang pintu dan kaca jendela rusak. Petugas Satpol-PP juga ikut mencopot papan nama sebuah retail yang memiliki jaringan luas di Indonesia, karena dinilai tak memiliki izin. Yasti juga menilai, pemanfaatn gedung tersebut tumpang tindih dan melanggar aturan.

Pihak PT Conch sendiri menyampaikan rasa prihatinnya atas sidak dan keputusan yang diambil Bupati Yasti. Mereka menilai, rencana penutupan aktivitas perusahaan, apalagi ancaman penutupan yang dibarengi pengrusakan sejumlah fasilitas gedung, dianggap mencederai atmosfir investasi yang ditanamkan. Pihak perusahaan menyampaikan, mereka punya itikad baik terhadap investasi di Bolmong termasuk proses pengurusan izin yang menurut pihak perusahaan sedang berjalan. Olehnya, mereka meminta agar Bupati menimbang kembali keputusan yang diambil dan dapat membicarakan kembali semua urusan yang kini mencuat dengan lebih bijaksana agar baik perusahaan dan pemerintah, sama-sama mendapat solusi yang dapat mendatangkan keuntungan, termasuk implikasinya terhadap pendapatan daerah dimana masyarakat Bolmong juga dinilai akan ikut menikmatinya karena apa yang dilakukan PT Conch di Bolmong, erat kaitannya dengan cita-cita kesejahteraan bersama.

Yasti sendiri menyampaikan, Pemkab Bolmong sebenarnya bukan tidak ingin bernegosiasi dengan PT Conch. Malah sudah membuka kesempatan dan ruang lebar untuk membijakinya, namun pihak perusahaan sendiri (PT Conch) yang dinilai tak memiliki itikad baik. Yasti mengatakan, coba kalau pihak perusahaan tidak melanggar ketentuan, dan menyikapi apa yang menjadi kewajiban perusahaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, tentunya pihak pemerintah tidak akan mengambil keputusan untuk menghentikan aktivitas PT Conch. (Kon/Tim/Uwn)

BERITA TERKAIT :

1. Yasti Kecewa, PT Conch Hanya Kirim Utusan
2. Bupati Bolmong : Conch Akan Saya Tutup 
3. Yasti : Conch Saya Tutup Karena Tak Kantongi Izin

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *