ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Polda Sulut Tetapkan Bupati Bolmong Sebagai Tersangka Kasus Pengrusakan

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, BOLMONG – Tindakan pengrusakan yang dilakukan Satpol-PP Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Pemkab Bolmong) pada kantor perusahaan semen PT Conch North Sulawesi Cement belum lama ini, berbuntut pada penetapan status dari Saksi menjadi Tersangka oleh penyidik Polda Sulut kepada Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo.

Awalnya awak redaksi mengamati lalu lintas kalangan netizen di Bolmong ramai dengan tagar #SaveBupatiBolmong, diikuti oleh postingan status dan tautan berita dari sejumlah media online terkait ditetapkannya Yasti sebagai Tersangka dalam kasus pengrusakan itu.

Usut punya usut, tautan berita yang lalu lalang itu pada pokoknya menginformasikan, hasil pemeriksaan penyidik Polda Sulut terhadap Satpol-PP Pemkab Bolmong yang sudah lebih dulu ditahan, diperoleh sejumlah keterangan yang didukung saksi termasuk pengumpulan sejumlah alat bukti, hingga akhirnya Polda Sulut melakukan gelar perkara atas kasus tersebut dan menetapkan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo sebagai Tersangka.

Terinformasi pula, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo, oleh penyidik dituduh telah melanggar Pasal 170 KUHP juncto Pasal 52, 55 dan 56 KUHP.

Dalam keterangan lain, sebagaimana dilansir pada laman Tempo.co, berdasarkan keterangan dari para tersangka yakni anggota Satpol PP, perusakan itu dilakukan atas perintah Bupati Yasti. “Ibu Yasti menyuruh, memfasilitasi untuk melakukan perusakan. Juga menyalahgunakan wewenang,” demikian dituturkan Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Ibrahim Tompo.

Sebelumnya, diketahui Senin 05 Juni 2017, di dampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) beserta jajaran pejabat di Pemkab Bolmong, termasuk keiukutsertaan anggota DPRD Bolmong yang ikutan unjuk gigi, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo melakukan sidak ke kantor PT Conch North Sulawesi Cements, perusahaan semen asal Tiongkok yang konon bekerjasama dengan PT.Sulenco Bohusami Cements.

Sidak ini dilakukan buntut dari kegeraman Yasti beberapa hari belakangan usai dirinya dilantik jadi Bupati, karena PT Conch ditengarai tak mengantongi sederet perizinan dari pemerintah ragam tingkatan perihal aktivitas pertambangan meliputi izin eksplorasi, pendirian bangunan, izin tinggal dan kerja karyawan asing, dan deretan perizinan lainnya.

Kegeraman Yasti memuncak ketika undangan rapat dari dirinya selaku Bupati ke PT Conch, beberapa hari sebelumnya, dinilai kurang mendapat perhatian serius dari perusahaan, karena pihak perusahaan hanya mengutus perwakilan yang oleh Yasti, dinilai tak memiliki kuasa dan wewenang strategis terutama menyangkut pengambilan keputusan mengatasnamakan pihak perusahaan.

Olehnya Yasti memutuskan akan menghentikan aktivitas  PT Conch karena perusahaan tersebut dinilai tak memiliki itikad baik meski sudah melanggar banyak ketentuan.

Yasti bahkan mengancam akan membongkar gedung kantor PT Conch dengan Bulldozer karena dianggap tidak mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Dalam sidak tersebut, petugas Satpol-PP lantas melakukan pengrusakan sejumlah fasiltas di kantor PT Conch, termasuk Papan nama Indomaret  karena dinilai tak berizin dan sebuah papan nama restoran di perkantoran PT Conch.

Akibat tindakan yang dilakukan itu, terjadi kerusakan bangunan sebanyak 11 unit, 240 buah kaca jendela dan 100 daun pintu rusak. 

Sebanyak 27 anggota Satpol-PP Pemkab Bolmong akhirnya diciduk pihak kepolisian Polda Sulut dan ditetapkan sebagai tersangka atas pengrusakan tersebut.

Kelanjutan terkait pemeriksaan terhadap para Satpol-PP yang menjadi tersangka itu, menjadikan Bupati Yasti sebagai saksi. Awalnya, saat panggilan pertama, Bupati Yasti belum memenuhi panggilan penyidik Polda Sulut karena masih menumpuknya tugas. Nanti pada panggilan berikutnya, Bupati Yasti memenuhi panggilan penyidik dengan status sebagai saksi.

Alhasil, pada Selasa 25 Juli 2017, melalui gelar perkara atas kasus pengrusakan tersebut, penyidik Polda Sulut resmi menetapkan status Bupati Yasti dari Saksi menjadi Tersangka.

Penetapan Bupati Yasti sebagai tersangka, memunculkan ragam reaksi dari kalangan netizen di Bolmong. Lalu-lintas di media jejaring sosial facebook, ketika kabar penetapan tersangka itu mencuat, memunculkan tagar #savebupatibolmong. Terjadi Pro dan kontra antar kalangan penggiat jejaring sosial facebook. Sebagian netizen mendukung langkah Bupati Yasti dan sebagian netizen lagi mendukung langkah Polda Sulut dengan memberi tagar #savepoldasulut. (Kon/Tem/Uwin)

BERITA TERKAIT :
1. Yasti Kecewa, PT Conch Hanya Kirim Utusan
2. Bupati Bolmong : Conch Akan Saya Tutup 
3. Yasti : Conch Saya Tutup Karena Tak Kantongi Izin
4. Yasti Tabuh Genderang Perang Terhadap PT Conch
5. Perlawanan di Solog Memang Bukan Perlawanan Seperti di Kendeng

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *