ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Bangunan Alfamart di Pobundayan, Terancam Dibongkar

Bagikan Artikel Ini:


ARUSUTARA.COM,KOTAMOBAGU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Kotamobagu (Dinas PUPR) melayangkan Surat Peringatan kedua (SP 2) kepada pihak Alfamart, setelah SP 1 yang sudah dilayangkan sebelumnya tidak diindahkan.

SP 1 dan SP 2 dilayangkan kepada pihak Alfamart yang pada pokoknya berisi teguran kepada pengembang untuk menghentikan sementara pembangunan mini market di Jalan DC Manoppo Kelurahan Pobundayan, karena dinilai menyalahi aturan sebagaimana diatur dalam Perwako Nomor 39 tahun 2015 tentang Garis Sempadan Bangunan (GSB).

Disampaikan Adnan Pratama selaku Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kotamobagu,  SP 2 dilayangkan karena pihak Alfamart tidak mengindahkan SP 1 yang sudah dilayangkan sebelumnya. “Kami sudah beri SP 1, tapi mereka (Alfamart) masih melanjutkan pembangunan. Maka dari itu kami layangkan SP 2 sebagai tindak lanjut dari SP 1 dan sebagaimana mekanisme yang diatur dalam undang-undang,” kata Adnan kepada arusutara.com, Senin 11 September 2017, saat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan Adnan, pihak Alfamaret harus menyesuaikan posisi bangunan sesuai dengan aturan yang tercantum dalam IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Selain itu, lanjut Adnan,  berdasarkan pengukuran yang dilakukan Dinas PUPR Kotamobagu,  Alfamart tidak memenuhi ketentuan GSB yang mengatur tentang ketentuan jarak  dari jalan ke bangunan. “Kami meminta agar pembangunan mini market itu dihentikan sementara waktu dulu untuk penyesuaian sebagaimana yang termaktub dalam aturan,” jelas Adnan.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku dalam Perwako (Peraturan Wali Kota Kotamobagu) dan sebagaimana yang tercantum dalam IMB, jarak antara badan jalan ke dinding bangunan (Alfamart) adalah 18 meter, namun saat dilakukan pengukuran hanya 15 meter. “Inilah yang perlu disesuaikan terlebih dahulu sebelum Alfamart mendirikan bangunan,” tandas Adnan.

Adnan menegaskan, jika SP 2 kali ini tidak juga digubris pihak Alfamart, maka sesuai mekanisme yang ada, akan dikeluarkan SP 3 dan pihaknya akan segera mengkoordinasikannya dengan pihak Satpol-PP Kotamobagu untuk melakukan penertiban sebagaimana diatur dalam peraturan.

“Salah satu fungsi Satpol-PP kan adalah pengaman Perda dan Perwako. Jadi jika ada pihak yang sengaja melanggar Perda maupun Perwako, maka adalah tugas dari Satpol-PP Kotamobagu untuk melakukan penertiban demi tegaknya aturan,” tegas Adnan.

Saat ditanya tindakan apa yang bakal ditempuh pemerintah ketika peringatan dan himbauan-himbauan yang dilayangkan ke pihak Alfamart tidak diindahkan, Adnan mengatakan kalau mereka akan menempuh jalan sesuai aturan atau mekanisme yang berlaku. Jika SP 3 juga tidak juga digubris, katra Adnan, maka sesuai peraturan yang berlaku, pihak Alfamart diminta membongkar sendiri bangunannya dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana yang termaktub dalam Perwako dan IMB. Jikapun itu tidak diindahkan, maka adalah wewenang Satpol-PP untuk melakukan penertiban. (Yudi)

BERITA TERKAIT :

1. Setelah Indomaret, Giliran Alfamaret Dipending Pembangunannya
2. Indomaret Belum kantongi Izin, Lurah Minta Pekerja Hentikan Pembangunan
3. Ali : Satpol-PP Siap Kawal Perda dan Perwako Apapun Risikonya

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *