ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Diguyur Hujan, Begini Kondisi Jamaah Saat Salat Idul Adha di Lapangan Kota

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Meski diguyur hujan, Salat Idul Adha tetap berlangsung di Lapangan Kotamobagu, Jumat 01 September 2017. Namun demikian, berdasarkan pantauan langsung awak media arusutara.com, tidak semua jamaah bertahan dalam barisan shaf sebagaimana diatur dalam fiqih. Terlebih lagi saat salat selesai kemudian dilanjutkan dengan mimbar Khotbah Idul Adha. Jamaah peserta Salat Idul Adha terkesan kocar-kacir. Hanya beberapa saja yang tetap bertahan dan khidmat mengikuti khotbah meski dalam guyuran hujan.

Sementara beberapa jamaah yang lain, nampak menghindar dari air hujan yang mengguyur sejak pagi, kira-kira mulai pukul 06:00 WITA, atau bersamaan dengan info Gempa Bumi yang dirilis KominfoBMKG dengan titik koordinta lokasi 0.17 LS 125.50 BT (127 Km Tenggara Bolaang Mongondow Timur kedalaman 10 Km).

Untuk menghindar dari hujan, jamaah yang terbongkar dari shaf umumnya memilih berlindung di bawah pohon. Merek nampak menutupi kepala dan tubuh mereka menggunakan sajadah. Tak sedikit juga yang berlindung di bawah payung, termasuk yang ada di barisan shaf.


Di barisan shaf laki-laki, jamaah juga tidak utuh. Kondisinya hampir sama dengan kondisi shaf bagian perempuan, lebih banyak yang kosong. Mereka memilih berlindung di bawah pohon, sebagian lainnya di teras beratap yang biasa digunakan bagi tamu peserta upacara, dan banyak lagi di bagian panggung tanpa atap tetapi terlindung dari pohon.

Meski demikian, masih ada yang tetap bertahan dalam barisan shaf dan khidmat mendengarkan khotbah sembari berlindung dengan payung.  Di barisan shaf itu, tidak semua jamaah nampak duduk bersila seperti biasanya. Sebagian berdiri dan memegang payung untuk melindungi dari hujan.

Jamaah lantas membubarkan diri setelah khotbah usai. Sebagian dari mereka bersalam-salaman mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha. Bersamaan dengan itu, jamaah yang membubarkan diri itu meninggalkan sampah berserakan berupa surat kabar, bahan plastik, dan gardus yang mereka bawa dari rumah untuk dijadikan alas saat salat di lapangan. 

Namun beruntunglah, pemandangan tak elok itu, oleh Wanita Katolik Kotamobagu,  segera disingkirkan dari Lapangan Kotamobagu, tempat diadakannya salat Idul Adha. Secara bergotong royong, Wanita Katolik Kotamobagu ini tergerak hatinya membersihkan sampah-sampah yang berserakan itu.(Uwin)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *