ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Indomaret Belum Kantongi IMB, Lurah Minta Pekerja Hentikan Pembangunan

Bagikan Artikel Ini:


ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU –  Selasa 05 September 2017, Lurah Pobundayan, Apri Junaidy Paputungan, meminta pekerja bangunan Indomaret untuk menghentikan aktivitasnya. Dikatakan Lurah Apri, itu dilakukan sebagai tindak lanjut menyikapi  Surat Teguran yang diterbitkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Kotamobagu, Nomor 600/PUPR-KK/Bid.PR/15/IX/2017, kepada pemilik bangunan mini market (Indomaret), karena belum mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan melanggar ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Perda Nomor 39 tahun 2015 tentang Garis Sempadan Bangunan di Kotamobagu.

“Berdasarkan Surat Teguran tersebut, kata Lurah Apri, pihak Indomaret di jalan D.C. Manoppo, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dinilai melanggar IMB  dan Perda Nomor 39 Tahun 2015, tentang Garis Sempadan Bangunan di Kotamobagu,” jelas Lurah Pobundayan ini.

Olehnya, ketika surat teguran itu terbit, ia  langsung turun lokasi dan meminta pekerja bangunan Indomaret untuk menghentikan sementara pekerjaan yang sedang berlangsung karena belum mengantongi IMB.

“Mereka kan belum mengantongi IMB dan tidak ada juga papan proyek pengerjaan, jadi dihentikan sementara. nanti setelah IMB sudah dikantongi baru boleh lanjutkan pekerjaan,” tandas Apri.

Sementara itu, pekerja bangunan Indomaret saat ditanyai soal pelarangan sementara lanjutan pengerjaan, mengatakan kalau mereka hanya buruh atau pekerja saja dan tidak tahu menahu soal urusan perizinan dan segala macam, sebab menurut mereka itu bukan bagian mereka. “Yang kami tahu kami hanya disuruh bos bekerja sesuai waktu kontrak,” kata salah seorang buruh.
Namun demikian, kata pekerja yang didatangkan dari Pulau Jawa ini, mereka sempat menanyakan kepada bos, apakah sudah ada IMB dan kenapa tidak pasang papan informasi pengerjaan, namun bos mengatakan kalau itu urusan Indomaret seja, bukan urusan tukang yang melakukan pembangunan.
Terinformasi berdasarkan monitoring Dinas PUPR Kotamobagu,  pengukuran Garis Sempadan Bangunan (GSB) ditemui ukuran 12 meter dari jalan. Seharusnya, kata Lurah,  18 meter dari jalan. Oleh sebab itu pihak Indomaret diminta segera menyesuaikan keadaan bangunan sebagaimana ketentuan yang berlaku, termasuk lebih dulu mengurus IMB. (Yudi)
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *