ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Beda Pendapat Soal Petugas Parkir di Kawasan Pertokoan

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Rabu 01 November 2017, Kepala Dishub Pemkot Kotamobagu, Naslin Paputungan, kepada awak media menyampaikan kalau pihaknya akan menertibkan petugas parkir yang dianggap illegal di sepanjang jalur Jalan Ahmad Yani, terutama di kawasan pertokoan Kotamobagu.

Ini dikatakan Naslin karena menurutnya, berdasarkan pantauan dan laporan di lapangan, ada praktek pungutan liar yang dilakukan sejumlah oknum petugas parkir yang menurutnya illegal.

“Petugas parkir di jalan Ahmad Yani ada yang dari Dishub Kotamobagu. Mereka  disertai pengenal dan uniform. Keberadaan mereka disitu untuk melakukan penertiban lalu-lintas di kawasan pertokoan. Namun ditemukan juga sejumlah oknum yang bukan bagian dari Dishub melakukan praktek parkir liar disitu,” kata Naslin.

Ia menegaskan kembali, sejumlah oknum petugas parkir di kawasan pertokoan yang dinilai illegal itu,  bukan dari Dishub Kotamobagu. “Oleh sebab itu mereka akan ditertibkan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, petugas parkir dari Dishub Kotamobagu, tidak melakukan pungutan. Sedangkan petugas parkir ilegal disitu, melakukan pungutan. “Petugas Dishub berjaga di situ untuk melakukan penertiban kendaraan yang parkir tapi tidak melakukan pungutan. Sedangkan ada sejumlah oknum tukang parkir distu, yang melakukan pungutan parkir. Mereka itu bukan dari Dishub melainkan oknum,” tandas Naslin.

Oknum petugas parkir illegal ini, lanjut Naslin, sudah pernah ditertibkan ketika pihaknya melaporkan hal tersebut ke Satpol-PP Pemkot Kotamobagu beberapa waktu lalu. “Namun berdasarkan laporan dan pantauan, mereka ada lagi dan melakukan pungutan,” kata Naslin. Oleh sebab itu, lanjut dia, Dishub akan kembali berkoordinasi dengan instansi terkait agar keberadaan para petugas parkir illegal itu,  ditertibkan kembali sehingga tak ada lagi pungutan kepada para pemilik kendaraan yang parkir di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Beda Pendapat

Dihubungi terpisah, Dolly Zulhaji selaku Kepala Satpol-PP, kepada awak ARUSUTARA.COM menyampaikan, pihaknya tidak bisa seenaknya melakukan penertiban petugas parkir di kawasan pertokoan tersebut. Dolly beralasan, para petugas parkir yang dimaksud illegal itu, justru dibutuhkan masyarakat pemilik dan pengguna kendaraan yang parkir di kawasan pertokoan.

“Kami tidak bisa seenaknya melakukan penertiban atau pelarangan para petugas parkir di situ (kawasan pertokoan) di jalan Ahmad Yani, karena mereka memang dibutuhkan masyarakat, yakni pengemudi kendaraan yang parkir disitu. Tenaga mereka dibutuhkan sebagai jasa parkir, untuk mengatur tertibnya arus lalu-lintas disitu agar tidak mengalami kemacetan,” kata Dolly.

Selain itu, Dolly juga beralasan, sebelumnya yang melakukan parkir sekaligus melakukan pungutan disitu adalah petugas dari Dishub Kotamobagu. “Dan itu setahu saya ada Perda mengatur soal distribusi parkir,” tandasnya.

Namun demikian, Dolly juga menyadari bahwa pungutan di jalur Ahmad Yani sudah ditiadakan setelah ada aturan dari Pemerintah Provinsi karena jalur Ahmad Yani masuk kategori jalan nasional yang tidak diperbolehkan melakukan pungutan parkir.

Diterangkan juga oleh Dolly, para petugas parkir di kawasan pertokoan itu, jasanya sangat diperlukan pemilik toko maupun masyarakat yang berbelanja. “Alasannya agar parkir di depan toko itu tertib karena ada yang menjaga dan mengatur kendaraan,” ujarnya.

Alasan lain yang dikemukakan Dolly, adalah karena para petugas parkir itu tidak memungut biaya parkir dengan paksaan. “Kalau ada yang memberikan secara ikhlas atas balas jasa parkir,  maka mereka (petugas parkir) akan menerimanya. Namun jika ada pengemudi atau pemilik kendaraan yang enggan memberi ongkos parkir, mereka (petugas parkir) juga tidak mempersoalkan,” pungkas Dolly. (Yudi)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.