ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Dan Sumaraw Tewas Bersimbah Darah di Kawasan Mega Mas

Bagikan Artikel Ini:
Dani Sumaraw (30) alias Dan, ditemukan tewas bersimbah darah di pusat pertokoan Kawasan Mega Mas Manado, Minggu (18/11) dini hari, usai chaos yang terjadi antara komunitas Punk dengan pihak sekuriti Kawasan Mega Mas.

ARUSUTARA.COM, MANADO – Dani Sumaraw (30) alias Dan warga Desa Matandoi Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang diketahui beberapa tahun belakangan ini berdomisili di Kota Manado, ditemukan tewas bersimbah darah di Kawasan Mega Mas Manado, Minggu 19 November 2017, kira-kira pukul 03:00 dini hari waktu setempat.

Belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak pengelola Kawasan Mega Mas terkait peristiwa ini. PT Mega Jasa Kelola, yang dihubungi awak media via line telfon kantor pengelola kawasan, kira-kira 2 jam usai peristiwa berdarah ini, mengaku belum tahu menahu. “Maaf pak kami belum tahu kalau ada peristiwa itu (kasus ditemukannya mayat korban),” jawab petugas  di seberang telfon.

Sementara itu, sumber arusutara.com di lokasi kejadian menuturkan, sebelum peristiwa naas terjadi, korban bersama kawan-kawannya baru saja selesai mengamen. Usai mengamen, korban yang selama ini memang dikenal sebagai seniman jalanan dan tergabung pula dalam komunitas Punk, bermaksud nongkrong di Kawasan Mega Mas, tak seberapa jauh dari kompleks Indo Point, tempat biasa korban bertemu dengan kawan-kawan di komunitas Punk.

Sumber menyebutkan, saat korban tengah bersantai dengan kawan-kawannya disitu, muncul mobil patroli sekuriti Kawasan Mega Mas. Petugas keamanan yang muncul itu lantas memperhatikan mereka satu persatu, seolah ada yang hendak mereka cari.

“Sana dia..sana dia,” kata sumber menuturkan kembali omongan para sekuriti.

Lebih lanjut dijelaskan lagi oleh sumber yang meminta namanya tak usah dipublikasi, petugas sekuriti yang mendekati mereka lantas mencari-cari orang yang entah siapa.

“Dorang ba cari-cari orang mar nintau sapa,” (Mereka mencari-cari orang tapi kami tidak tahu siapa). Kata sumber menuturkan kepada awak media. Saat itu, lanjut sumber, ia duduk tepat bersebelahan dengan korban yang turut diperhatikan petugas sekuriti. Tak lama kemudian terdengar sanggahan dari para sekuriti itu, “Oh, bukan dia,””.

Merasa terganggu, tutur sumber lagi, mereka lantas menghindar tak seberapa jauh ke seberang. Disitu juga ada beberapa kawan mereka sedang duduk bersantai dengan pengunjung Kawasan Mega Mas lainnya yang tengah asik dengan suasana malam minggu sembari menikmati ragam makan-minum yang biasa dijajakan di kawasan itu.

Dan Sumaraw semasa hidupnya. (foto: Facebook)

Dituturkan sumber, petugas sekuriti lantas menarik salah seorang dari mereka. Namun bukan korban atas nama Dani Sumaraw. Melainkan kawan mereka yang biasa dipanggil Anjie. Saat terjadi aksi tarik-menarik itu, beberapa sekuriti lantas melayangkan pukulan. Sontak aksi pemukulan sekuriti terhadap kawan mereka itu lantas dilerai oleh kawan-kawan Anjie. Saat itulah perkelahian pecah. Kawan korban juga mengaku kebingungan, entah apa masalahnya sehingga sekuriti langsung main pukul.

“Tiba-tiba dorang (petugas sekuriti) langsung main kasar pa torang. Dorang so main pukul lagi pa torang pe tamang. Helekan torang jadi bingo, ada masalah apa ini?” (Tiba-tiba mereka petugas sekuriti sudah main kasar. Mereka lantas memukul kawan kami. Sedangkan kami sendiri jadi bingung, ada masalah apa sebenarnya?). Tutur sumber.

Merasa tidak terima diperlakukan kasar, lanjut sumber, apalagi tidak tahu masalah apa yang membuat mereka selaku pengunjung Kawasan Mega Mas diperlakukan demikian, membuat insiden perkelahian antara mereka dengan pihak sekuriti terjadi.

“Korban waktu itu ada di dekat pa torang. Karena torang rasa ndak ada salah tapi sekuriti so main pukul, jadi torang babalas,” (Korban waktu itu berada di dekat kami. Karena merasa tidak bersalah tapi sekuriti sudah main pukul, akhirnya kami membalas), tutur sumber lagi.

Perkelahian yang akhirnya pecah itu, membuat sejumlah anggota sekuriti lainnya berdatangan. Korban dan beberapa temannya yang masih tidak mengerti apa yang terjadi, lantas sengaja lari menghindar agar suasana jadi damai. Dari Indo Point, mereka mengarah ke sebelah timur kawasan, ke arah Pohon Natal. Tapi pihak sekuriti terus mengejar dan mendapati mereka disitu lalu memukulinya sehingga perkelahian kembali terjadi.

Karena melihat sekuriti dilengkapi sangkur, pentungan, dan Stun gun atau alat kejut bermuatan listrik, kawan-kawan korban bergerak mundur menghindar ke arah lapangan Basket. Namun petugas sekuriti mengejar mereka. Bahkan dituturkan sumber, sembari melempari mereka dengan batu. Alhasil terjadi aksi lemparan balasan. Hal itu membuat pihak sekuriti yang balas dilempari kian berang. Suasana lantas semakin panas. Sejurus kemudian, kawan-kawan korban bergerak menghindar keluar kawasan. Tapi mereka masih terus dikejar pihak sekuriti.

Saat itu, tutur sumber, mereka berhasil menghindari kejaran sekuriti keluar kawasan. Sedangkan korban atas nama Dani Sumaraw, yang ikut kena pukul, rupanya tertinggal di kompleks lapangan Basket karena sudah babak belur. Saat kawan-kawannya sudah di mulut jalan di luar kawasan, mereka tak menemukan korban ada di antara mereka. Kerisauan seketika mengitari kawan-kawannya yang tahu kalau korban yang sudah babak belur, tidak berhasil keluar. 

Kecemasan itu akhirnya berbuah duka. Tak berselang lama, mereka mendapati kabar kalau kawan mereka Dani Sumaraw,  sudah tewas bersimbah darah di sekitar lapangan Basket Kawasan Mega Mas, tepatnya di blok pertokoan tak berapa jauh dari bekas Inul Vista Karaoke. Korban tergeletak menghadap ke atas dalam keadaan bersimbah darah. Bagian wajahnya tak begitu dikenali lagi karena tertutup dengan darah segar. Sedangkan di bagian kepala belakangnya, di lantai dimana tubuhnya terkapar, nampak darah segar tergenang.

Nampak kawan-kawan korban sedang menunggu hasil otopsi di RSUD.Prof.Kandow. Mereka mengaku sangat terpukul atas meninggalnya sahabat mereka. Kepada pihak Kepolisian mereka gantungkan harapan agar kasus terbunuhnya Dan Sumaraw dapat diusut tuntas

Foto korban cepat tersebar melalui jejaring sosial Whatsapp. Sebagian netizen juga membagikannya ke situs jejaring sosial Facebook. Membuat peristiwa tewasnya korban menjadi viral di linimasa. Oleh kawan-kawan korban sesama seniman jalanan dan komunitas Punk,N,Skin di berbagai daerah di Sulawesi Utara bahkan luar Sulut, menyatakan duka cita mendalam yang disampaikan via medsos.

Peristiwa ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian setempat yang segera datang ke TKP kemudian mengevakuasi mayat korban dan membawanya ke RSUD.Prof.Kandow Manado. Proses otopsi sempat tertunda karena masih menunggu persetujuan pihak keluarga. Dinformasikan sumber arusutara.com dari RSUD Prof Kandow Manado, otopsi akhirnya dilakukan atas permintaan pihak Kepolisian dan persetujuan dari pihak keluarga yang diwakili oleh Adik korban. (CL/RS/Cont)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.