ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

R2 Cafe Buka Ruang Lebar Bagi Musisi dan Seniman

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Menawarkan konsep berbeda, R2 Cafe akhirnya menggelar soft launching yang berlangsung, Rabu 08 November 2017, dimulai sejak sore hari. Ini adalah Cafe yang membungkus suasana asri, teduh, dan bersahabat, menyatu dengan pencahayaan temaram dari lampion-lampion ketika malam tiba. Lebih utamanya lagi, selain tetap memanjakan para pengunjung dengan sajian menu beragam, Cafe yang satu ini memberi ruang luas kepada para seniman dan musisi untuk berekspresi dipanggung yang sengaja disediakan sebagai ajang bermusik.

“Cafe ini memang untuk semua kalangan, namun kami membuka peluang dan kesempatan terbuka kepada para seniman maupun musisi untuk berekspresi di panggung yang memang sengaja kami sediakan,” ujar Eky Statuz Sugeha kepada awak media saat berbincang ringan di R2 Cafe.

Lebih lanjut dikatakan, seniman dan musisi di Kotamobagu sebenarnya banyak yang berbakat. “Termasuk yang baru bertumbuhan. Namun di Kotamobagu, ruang ekspresi bagi mereka (musisi dan seniman), dapat dikata terbatas. Oleh sebab itu, kehadiran R2 Cafe adalah jawaban,” tambah musisi senior yang pernah berkancah ke dalam industri musik Ibukota lewat Statuz Band.

Chairul A Luli, musisi sekaligus pencipta lagu-lagu teranyar di Mongondow, yang dipercayakan Nasrun Kotto (owner R2 Cafe) sebagai Manejer R2 Cafe menyambut baik kesempatan tersebut. Sama seperti Nasrun Kotto dan Eky Statuz Sugeha (Public Relation), Om Ung sapaan akrab Chairul A Luli yang merupakan pula Ketua IKASTO (Ikatan Seniman Totabuan) menyampaikan, R2 Cafe selain sebagai tongkrongan baru yang sebenarnya disajikan untuk semua kalangan, turut mengambil segmen dimana pengunjung yang suka bernyanyi, bermain musik, atau berekspresi lewat karya-karya seninya, dapat lebih ekspresif berkarya dan berkesenian.

Soal makan minum, tentu tetap menjadi nomor satu. R2 Cafe yang sebelumnya bernama Telaga Korot Cafe, tetap memanjakan pengunjungnya. bahkan lebih bersahabat dimana pengunjung merasa seperti berada di rumah sendiri.

Malam hari saat acara soft opening, pengunjung berdatangan memadati area R2 Cafe. Tentu kehadiran para musisi tak terkecuali. Beberapa musisi yang datang dan tergabung dalam sebuah group band maupun komunitas kesenian, turut ambil bagian tampil di panggung R2.

D’Jacket yang merupakan band terkenal di Kotamobagu, ikut hadir bersama sejumlah penyanyi dan musisi – musisi ternama di Kotamobagu yang manggung bergantian,  termasuk partisipasi dari sejumlah penyanyi kawakan dari kalangan perempuan dengan penampilan yang diriuhi aplause oleh para pengunjung.

Kehadiran Rastapira yang digawangi Haji Riyan Gonibala yang mengusung reggae, turut meramaikan suasana. Mereka tampil dengan single baru mereka berjudul Scooter Kesayanganku. Dilanjutkan dengan lagu dari Tony Q berjudul Dont Worry. Pada lagu ketiga, Rastapira lantas mendaulat Uwin Mokodongan dari Manifesto Marhaen featuring bersama mereka. Kedua band ini memang seperti tidak bisa dipisahkan karena komposisi pemain yang ‘bongkar pasang’ di antara personil masing-masing band. Jadilah irama tradisional Makaruyen asal Minahasa didendangkan Rastapira dan Manifesto Marhaen berjudul Balada Nelayan. Uwin sendiri mengaku tidak maksimal membawakan single ciptaan mereka sendiri itu karena tak ada dukungan backing vocal yang menurutnya wajib saat membawakan irama Makaruyen.

“Tapi lumayanlah, meski gugup dan kurang pede, namanya juga memberi support kawan-kawan musisi selaku pengelola R2 Cafe, ya harus tampil ketika didaulat,” ujar Uwin sembari menambahkan, berkarya dan berkesenian tidak mengenal kata salah ketika tampil. Sebab menurutnya, awal dari berkarya dan berkesenian adalah ditampilkan. “Dan itu adalah sebuah proses berkarya dan berkesenian,” tukasnya.

Eky Statuz Band selaku Public Relation R2 Cafe kembali menambahkan, Cafe yang mereka kelola itu juga membuka ruang lebar bagi semua kalangan untuk menggelar acara ragam konsep. Suasana teduh dan kesan alam yang ditampilkan, adalah salah satu yang ikut menjadi daya tarik. “Konsep outdoor dan indoor yang menyatu disini adalah pilihan bagi para pengunjung. Semua bisa datang dan bebas berekspresi. Terutama juga para musisi dan seniman. Salah satu contoh, seni mural dan instalasi di R2 Cafe adalah karya dari Rio Tunggali, seniman asal Kotamobagu yang menempuh pendidikannya di ISI Jogjakarta,” ujarnya sembari menambahkan, arena panggung indoor maupun outdoor di R2 Cafe sangat mendukung kegiatan seni teater maupun pentas puisi. “Seminar maupun diskusi juga sangat cocok,” pungkasnya. (Yudi/Tim/Redaksi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.