ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Sempat Kecewa, Rumah Sastra Boltim Tetap Gelar Taman Literasi

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, BOLTIM – Rumah Sastra Boltim, Sabtu 18 November 2017, menggelar kegiatan Literasi yang diikuti ragam kalangan, mulai dari pecinta kopi, penggemar sastra, hingga anak sekolah. Acara ini digelar sampai dengan Minggu 19 November 2017. 

Jamal Rahman Iroth, penggiat sastra asal kota Manado yang sudah 4 tahun belakangan ini sudah menetap di Desa Buyat dan merintis pendirian Rumah Sastra Boltim sejak 2017 ini, kepada awak media menyampaikan, kegiatan Literasi yang digelar Rumah Sastra Boltim bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya Literasi di tengah masyarakat, terutama kalangan anak usia sekolah. Selain itu, lanjut dia, apa yang dilakukan komunitas sastra bentukannya adalah bentuk dukungan terhadap program Gerakan Literasi Nasional yang digaungkan Presiden RI, Joko Widodo.

Untuk itu, lanjut Jamal, Rumah Sastra Boltim sengaja membuat Taman Literasi dengan konsep outdoor sebagai wahana membaca bagi masyarakat yang datang.

“Kami sengaja membuat ini (Taman Literasi) sebagai wahana bagi masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya literasi termasuk kepada anak sekolah,” kata Jamal.

Sejumlah komintas, kata Jamal, termasuk perseorangan, hadir dalam Taman Literasi. “Mulai dari komunitas pecinta kopi, individu, kalangan mahasiswa, komunitas pecinta alam, anak sekolah, dan masyarakat umum,” ujarnya.

Ia mengaku senang dengan dukungan yang diberikan dalam gerakan literasi ini. Menurutnya, masyarakat Boltim memang tertarik dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, terlebih ada panggung sastra yang ikut dibuat sebagai saran ekspresi dan apresiasi. Beberapa pengunjung yang datang turut mementaskan puisi dalam panggung apresiasi ini.

Kecewa

Namun demikian, Jamal turut menyayangkan tidak terealisasinya kegiatan kerjasama yang diberi tajuk Mobaca Bo Mosanang antara Rumah Sastra Boltim dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bolaang Mongondow Timur, yang menurut Jamal, jauh hari sebelum acara tersebut digelar, telah berjanji akan mendukung kegiatan kerjasama yang tersebut dengan memberikan sejumlah bahan bacaan untuk anak-anak sekolah yang datang.

Selain itu, lanjut Jamal, pihaknya mengaku kecewa karena pembicaraan yang dibangun antara Rumah Sastra Boltim terkait akan hadirnya Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Boltim, termasuk mengirimkan 2 orang staffnya dalam menjaga stand baca, akhirnya tidak dipenuhi. Jamal sendiri mengaku belum mendapatkan pemberitahuan dan konfirmasi resmi, batalnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Boltim berpartisipasi dalam kegiatan yang bahkan sehari sebelum pelaksanaan, sudah terkonfirmasi akan hadir.

“Kalau sehari sebelum acara digelar, Kepala Dinas memang sudah mengonfirmasi akan hadir, bahkan akan mengutus dua orang staf menjaga stand baca. Sayangnya hingga acara selesai, hal itu tidak terjadi. Kami juga belum menerima konfirmasi resmi, kenapa kesepakatan itu bisa batal,” kelu Jamal.

Meski demikian, Jamal mengaku tetap tidak patah semangat dan tetap menggelar kegiatan yang dimaksud. Dirinya juga mengaku tetap menjaga semanat untuk tetap mengembangkan Rumah Sastra Boltim, sehingga budaya literasi tetap akan berkembang di masyarakat Boltim. (Uwn)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.