ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Sudah 133 Pasangan Rumah Tangga Bercerai

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Data yang dirilis Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu, dari Januari  hingga Oktober tahun 2017, sudah ada 133 pasangan rumah tangga (suami-istri) bercerai. Informasi ini disampaikan langsung Abdul Munir Makka, Panitera Hukum PA Kotamobagu, kepada awak media arusutara.com, Selasa 14 November 2017. 

Dibeber juga olehnya, perceraian justru terjadi hanya karena persoalan sepele. “Selain persoalan sepele, yang paling banyak melayangkan gugatan adalah pihak perempuan,” terang Abdul. Perbandingannya, lanjut dia, bahkan 1 berbanding 10. “Dari pihak laki-laki sedikit sekali. Satu berbanding sepuluh malah,” ujarnya. 

Abdul lantas memberi sedikit gambaran soal proses pengajuan gugatan cerai ke PA. Dijelaskannya, ketika salah satu pasangan, baik suami maupun istri memasukan gugatan ke PA, maka pihak PA terlebih dahulu menanyakan alasan-alasan mendasar. “Jika soal cekcok, pertengkaran, atau sang suami sudah tidak lagi bertangung jawab kepada kelurganya, maka kami akan meminta pengugat membawa saksi yang mengetahui atau melihat langsung pertengkarang antara kedua belah pihak,” kata Abdul.

Dijelaskan juga olehnya, saat diajukan di persidangan PA masih akan menanyakan apakah sudah dibicarakan dengan pihak keluarga atau belum. “Jika pihak keluarga sudah tidak bisa lagi mendamaikan kedua belah pihak, maka sidang tetap akan dilanjutkan. Namun semuanya juga tergantung pihak penggugat,” ujarnya.

Sidang perceraian, tambah dia, akan berlanjut jika alasan sudah jelas dan didukung juga saksi-saksi yang menguatkan. Abdul juga menyinggung soal ketidakhadiran pihak Suami dalam sidang cerai yang menurutnya, PA akan melakukan panggilan pertama hingga ketiga. Jika sudah panggilan kedua pihak Suami tidak hadir, maka itu sudah dinyatakan talak. Sedangkan tidak hadir pada panggilan sidang ketiga, maka sidang tetap jalan dan pasangan akan diputuskan oleh PA resmi bercerai. 

Kepada awak media, Abdul juga menyampaikan kalau pada prinsipanya pihak PA selalu berusaha agar kedua belah tidak langsung bercerai. “Makanya sebelum naik ke sidang, saat masuknya gugatan PA terlebih dahulu melakukan mediasi antar kedua belah pihak. Akan tetapi, jika memang itu tidak bisa lagi, maka gugatan sudah bisa langsung naik ke persidangan,” pungkas Abdul. (Yudi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.