ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Banjir Landa Manado, Tim Sogili Siaga SAR Mapala Avestaria Bantu Evakuasi

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, MANADO – Seperti sudah jadi langganan tiap bulan Desember, saat hujan deras mengguyur Kota Manado selama beberapa jam saja, sudah membuat bencana longsor dan banjir terjadi di sejumlah wilayah.

Akibat hujan deras ini, ada 17 belas wilayah Kelurahan di Kota Manado terendam banjir, sebagaimana data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, pada Sabtu 16 Desember 2017.

Dalam hitungan kotor, diperkirakan ada 2.000 rumah warga terendam air akibat banjir yang terjadi pada malam minggu (Sabtu 16 Desember 2017), mulai pukul 19:00 waktu setempat.

Badan SAR Manado dan sejumlah Unit SAR termasuk bentukan dari Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Avestaria FISIP Unsrat manado, ikut membantu evakuasi warga yang menjadi korban banjir, dipimpin Broery Sondakh dan Steven Malonda.

Data menyebutkan, wilayah yang terkena banjir meliputi Kelurahan Perkamil, Malendeng, Bumi Nyiur, Pakowa, Ranotana, Dendengan, Banjer, Taas, Ternate Tanjung, Singkil, Ketang Baru, Karame, Ternate Baru, Komo Luar, dan Pinaesaan.

Sementara itu ada dua titik bencana longsor yang terjadi di Kelurahan Malendeng dan di ruas jalan Manado Tomohon.

Seorang Bocah Tewas Terseret Banjir

Dari peristiwa banjir itu, ada 1 bocah hanyut di sungai Malendeng kemudian ditemukan di wilayah Pall 4 atau di lokasi yang disebut Malvinas. Disampaikan Donni Alexander dan Broery Sondakh, Tim Sogili Siaga SAR bentukan Mapala Avestaria FISIP Unsrat Manado,  yang ikut terlibat dalam evakuasi bersama Basarnas, sejumlah Unit SAR, dan warga setempat,  korban yang berhasil dievakuasi tersebut diketahui bernama Marsela Gamansalangi (5) warga Malvinas. Korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi tersangkut di antara material yang dibawa arus sungai dan banjir.

Tim Sogili Siaga SAR Mapala Avestaria FISIP Unsrat Manado

Tim Sogili Siaga SAR adalah Unit Siaga SAR bentukan Mapala Avestaria Fisipol Unsrat Manado, bekerjasama dengan USSU dan Unit SAR lainnya di Kota Manado. Tim ini dibentuk dan difungsikan untuk siaga bencana dari pihak mahasiswa FISIP Unsrat Manado yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan bernama Mahasiswa Pecinta Alam Avestaria Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado (Mapala Avestaria FISIP Unsrat).

Steven Malonda, Broery Sondakh, dan Bob Matutina adalah senior Mapala Avestaria yang sejak beberapa tahun belakangan ini membimbing dan membina Tim Siaga SAR ini, terdiri dari para mahasiswa di Mapala Avestaria.

Selain dibekali pengetahuan SAR melalui sejumlah pendidikan dan pelatihan, termasuk kemampuan rafting, Tim Sogili Siaga SAR Mapala Avestaria, dibekali fasilitas berupa 1 unit perahu karet dan perlengkapannya. Personil Tim Sogili Siaga SAR Mapala Avestaria juga sudah beberapa kali terjun dalam operasi SAR di Sulawesi Utara. (069/Uwin)

BACA JUGA :

1. Lurah Taas : Mari Bangun Kesadaran Untuk Mencintai Alam
2. Tujuh Alasan kenapa Harus Pecinta Alam

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.