ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Romeo and Juliet, Orang Tua, dan Kita

Bagikan Artikel Ini:
Rino dan Meiva, diduga kuat korban bunuh diri karena hubungan cinta yang dilarang orang tua. (foto : fecebook)


aku ingin mencintaimu dengan membabi buta
dengan sebotol racun yang diteguk romeo
tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi

aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta
dengan sebilah belati yang ditikamkan juliet
ke dada sendiri yang membuatnya jadi abadi

Demikian sajak berjudul Aku Ingin, ditulis pada tahun 1999 oleh seorang penyair lantang yang punya nama di Indonesia, Saut Situmorang. Sosok yang dikenal pula oleh banyak kalangan sebagai penulis esai, puisi, kurator, dan kritikus sastra.

***

Selasa 05 Desember 2017, jelang siang tadi, lini masa Facebook riuh dengan postingan status disertai foto sepasang remaja di Minahasa, yang tewas gantung diri. Hal yang sama juga belaku di Whatsapp, foto itu viral dibagikan kaum netizen dengan ragam caption dan komentar. Umumnya diberi udul Romeo and Juliet. Foto yang akhirnya sampai juga ditangan tim redaksi ARUSUTARA.COM termasuk yang menghiasi beranda Facebook.

Mari kita masuki kembali kisah tragis dan dramatis Romeo dan Juliet  yang terjadi pada tahun 1303 di kota Verona Italy. Kisah cinta romantis yang penuh kejadian tragis dan dramatis ini cukup terkenal, dan abadi sebagaimana kata Saut Situmorang dalam sajaknya.

Kisah Romeo dan Juliet kita ketahui pula merupakan drama tragedi karya William Shakespeare. Sebuah tragedy yang berkisah tentang sepasang muda-mudi yang saling jatuh cinta namun terhalang oleh kedua keluarga masing-masing yang bermusuhan.

Cerita Romeo dan Juliet adalah kisah yang diangkat berdasarkan cerita dari Itali. Pada tahun 1562 diubah menjadi sajak oleh Arthur Brooke dalam The Tragical History of Romeus and Juliet. Selanjutnya diceritakan kembali lewat Palace of Plesure dalam bentuk prosa buah karya dari William Painter pada tahun 1582 sebagaimana dijelaskan pada laman Wikipedia.

William Shakespeare lantas meminjam ide dari keduanya, selanjutnya dilakukan pengembangan karakter pendukung, terutama Mercuritodan Count Paris, untuk memperluas jalan cerita. Ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, Pada tahun 1597, Romeo dan Julia pertama kali dipentaskan.

Cerita bermula di Verona Itali. Kisah ini diawali dengan pertempuran di jalan antara keluarga keluarga Montague dan keluarga Capulet. Dalam pertempuran itu, Pangeran Verona melerai, selanjutnya keluar kesepakatan jika masih terjadi lagi kekerasan antara kedua belah pihak keluarga yang bertikai, akan diberlakukan hukuman mati kepada yang memulai onar dan berbuat kesalahan.

Pada babak selanjutnya, dikisahkan bagaimana Count Paris yang jatuh cinta kepada Juliet, menyampaikan isi hatinya untuk menikahi gadis itu kepada Lord Capulet yang tak lain adalah Ayah dari Juliet. Akan tetapi Lord Capulet menyampaikan kepada Count Paris agar menunggu 3 tahun lagi karena Juliet masih begitu muda, karena baru berumur 13 tahun. Waktu yang diberikan adalah 2 tahun lagi, tepat ketika Juliet berumur 15 tahun nanti.

Pada sebuah kesempatan, Lord Capulet mengundang Count Paris hadir dalam sebuah pesta dansa keluarga Capulet. Sementara itu Lady Capulet, dan The Nurse mulai memengaruhi Juliet. Mereka merayu dan memaksa Juliet agar menerima lamaran Count Paris.

Sementara itu, di keluarga Montague, Romeo yang murung dan merupakan putra dari Lord Montague, berbicara dengan sepupunya bernama Benvolio. Dari pembicaraan itu, Benvolio akhirnya tahu kalau Romeo begitu mendambakan Rosaline, yang tak lain adalah keponakan dari Lord Capulet.

Romeo lantas menyampaikan apa yang ia rasakan itu kepada 2 saudara sepupunya, yakni Mercuito dan Benvolio. Dari pembicaraan 3 pemuda itu, disepakatilah sebuah rencana yakni Romeo akan menyusup dalam pesta dansa keluarga Capulet. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah agar supaya Romeo dapat bertemu dengan Rosaline.

Penyusupan itu berjalan lancer. Namun fakta di lapangan bicara lain. Di lantai dansa acara tersebut, Romeo yang akhirnya bertemu Juliet, justru jatuh cinta kepada gadis itu. Mereka lantas bertemu dan sempat berbincang satu sama lain dalam pesta dansa itu.

Sebuah adegan yang sering disebut “balcony scene“,  Romeo selaku pemuda yang sedang jatuh cinta, mengendap-endap ke halaman rumah keluarga Capulet seperti hendak mencari sesuatu. Pada akhirnya, disitu ia mendengar suara Juliet dari balkon tentang adanya perasaan cinta gadis itu kepada Romeo. Meski Juliet sendiri sadar bahwa kedua keluarga itu saling bermusuhan satu sama lain.

Seketika Romeo sontak muncul di hadapan Juliet. Singkat cerita, mereka mengikat janji dan sepakat untuk menikah meski mereka sama-sama tahu bahwa cinta mereka itu amatlah terlarang dan sudah barang tentu akan ditentang oleh kedua belah pihak keluarga masing-masing.

Rencana pasangan ini lantas mendapat bantuan Frater Lawrence. Pendeta Katolik ini diam-diam memang sudah lama punya keinginan agar ada jalan damai antara keluarga yang berselisih ini. Rekonsiliasi yang dimaksudkan sang Frater adalah lewat bersatunya anak-anak keluarga. Oleh Frater, Romeo dan Juliet akhirnya menikah secara diam-diam di hari-hari selanjutnya.

Selanjutnya bocorlah kehadiran Romeo di pesta dansa keluarga Capulet. Hal ini pertama kali diketahui oleh Tybalt yang merupakan sepupu Juliet. Bocornya penyusupan itu ditentang Tybalt. Ia lantas mencari Romeo yang dianggapnya sudah melanggar kesepakatan antar keluarga. Apa yang dilakukan Romeo, bagi Tybalt adalah sebuah wujud ketidaksopanan dan ingkar atas kesepakatan yang pernah dilakukan antar kedua belah pihak keluarga yang turut disepakati dengan Pangeran Verona.

Kegeraman Tybalt terhadap pengingkaran ini membuat ia mencari Romeo. Namun Romeo menolak bertempur dengan Tybat karena bagi Romeo yang sudah menikah secara diam-diam dengan Juliet, Tybalt sudah ia anggap sebagai saudara dan bagian dari keluarganya. 

Sepupu Rome bernama Mercutio mengetahui rencana Tybalt untuk menghajar Romeo. Merasa tidak terima dengan sikap Tybalt yang mencari Romeo untuk digeruduk, mengambil jalan untuk mengajak bertempur dengan Tybal demi saudara sepupunya Romeot.

Pecahlah perang antara keduanya, bahkan dalam bagian ini Mercutio sempat terluka parah hingga akhirnya Romeo menghentikan pertempuran. Merasa bersalah ketika melihat Mercutio tersungkur berlumuran darah dan luka parah, Romeo yang tidak terima sepupunya diperlakukan demikian, akhirnya menghajar Tybalt hingga membuatnya sepupu Juliet itu terbunuh.

Bagi keluarga Lord Montague, apa yang dilakukan Romeo terhadap Tybalt adalah sikap yang sudah semestinya. Romeo memang tidak jadi dijatuhi hukuman eksekusi mati sebagaimana kesepakatan awal. Oleh Pangeran Verona, Romeo diputuskan untuk dibuang saja keluar wilayah Verona.

Namun laki-laki itu diam-diam masih dapat mengambil kesepakatan menghabiskan malam di kamar Juliet, tempat mereka menyelesaikan pernikahannya sebelum ia menjalani hukuman pembuangan.

Dibuangnya Romeo ke luar Verona, membuat kesedihan berkecamuk di hati Juliet yang merasa terpisah dari kekasihnya. Gadis ini bersedih, lalu sang Ayah yakni Lord Capulet, yang memang tidak tahu menahu akan hubungan antara Romeo dan Juliet, justru menyalahartikan kesedihan Juliet, sehingga tanpa perlu menunggu waktu 2 tahun lagi, akhirnya Lord Capulet setuju menikahkan anaknya dengan Count Paris.

Tapi Juliet berani menyampaikan keengganannya. Hal itu membuat Lord Capulet berang dan mengancam tidak akan mengakui Juliet sebagai anaknya jika menolak dinikahkan dengan Cont Paris. 

Juliet lantas minta suaka kepada Ibunya. Ia bermohon agar pernikahan ditunda. Tetapi Ibunya menolak. Tidak mendukung permintaan anaknya.

Tak mau patah arang, Juliet akhirnya bertemu lagi dengan Frater Lawrence dan meminta bantuannya. Frater yang menuruti permintaan Juliet, memberinya obat yang akan membuat Juliet seperti orang meninggal. Reaksi obat yang diberikan mampu membuat tubuh Juliet pucat dan dingin tanpa denyut jantung yang bisa terdeteksi selama 42 jam.

Juliet setuju dengan tawaran Frater Lawrence. Sang Frater lantas berjanji akan memberitahu rencana mereka itu kepada Romeo. Dengan demikian Romeo akan bertemu lagi dengan Juliet saat gadis itu siuman dari reaksi obat atau yang diberikan.

Rencana yang disepakati itu akan dilakukan Juliet malam sebelum pernikahan. Semalam menjelang pernikahan dengan Cont Paris, saat itulah obat itu diminum Juliet sehingga membuat ia seolah seperti orang mati.

Dan benar adanya. Rencana itu mulus. Juliet akhirnya dikabarkan “meninggal dunia”. Gadis itu lantas dibaringkan Frater Lawrence di pemakaman keluarga setelah keluarganya menemukan Julia “meninggal”.

Rencana yang mulai matang ini lantas akan diberitahukan kepada Romeo. Namun sayang, sang pembawa pesan gagal menemui Romeo di pengasingan. Romeo justru mendapat pesan dari pelayannya Balthasar bahwa Juliet telah meninggal dunia.

Dengan perasaan hancur berkeping-keping, Romeo yang patah hati setelah mengetahui belahan jiwanya meninggal dunia, membeli racun dari seorang peramu obat.

Romeo lantas pergi ke Verona, ke tempat dimana Juliet terbaring di dalam peti dalam keadaan “meninggal”. Saat tiba disitu, ia menemukan Count Paris yang melayat Juliet di dalam peti mati di sebuah gereja. Saat Count Paris melihat kehadiran Romeo yang dianggapnya seorang berandalan yang menyusup masuk, ia menyerang laki-laki itu. Dalam perkelahian itu, Romeo yang sudah frustasi, mengakhiri nyawa Count Paris dengan tangannya sendiri.

Di hadapan “mayat” Juliet, Romeo lantas meneguk racun yang dibelinya dari sang apoteker. Tak berapa lama kemudian, Juliet terbangun dari reaksi obat. Namun alangkah terkejutnya Juliet ketika ia bangun, sang pujaan hatinya telah terbaring di sampingnya dalam keadaan meninggal dunia.

Sebilah pisau di samping Romeo lantas diambil Juliet lalu ia tikamkan ke jantungnya sendiri. Juliet bunuh diri setelah mengetahui Romeo sudah meninggal di sampingnya.

Selanjutnya, kedua keluarga yang bertikai bersama Pangeran Verano, melihat Count Paris, Romeo, dan Juliet tewas. Frater Lawrence lalu menceritakan kembali kisah Romeo dan Juliet. Keluarga Capulet, dan Montague lalu setuju mengakhiri permusuhan di antara mereka.

***

Kedramatisan peristiwa ini sangat terkenal dan diketahui oleh seluruh dunia termasuk oleh kita masyarakat Sulawesi Utara yang sempat membaca kisah Romeo dan Juliet versi diterjemahkan. Ada banyak versi cerita Romeo dan Juliet yang kita baca atau saksikan termasuk dalam versi film Hollywood yang diperankan Leonardo D’Caprio dan Claire Danes disturadarai Baz Luhrmann.

Sebelum itu pada tahun 1968 juga ada film dengan judul yang sama; Romeo and Juliet yang disturadarai Franco Zeffirelli. Kisah Romeo dan Juliet memang telah berkali-kali dipentaskan dalam bentuk drama atau sandiwara panggung, musikal, film, dan opera. Pada pokoknya membuat kita mengetahui bahwa kisah Romeo dan Juliet adalah kisah cinta terlarang, tidak direstui orang tua dan keluarga, yang membuat pasangan yang jatuh cinta ini berbuat nekat mengakhiri hidup mereka masing-masing. Dalam keseharian, tak jarang kita mendengar ungkapan soal kisah cinta terlarang dan sehidup semati yang hanya ada dalam lakon Romeo and Juliet.

***

Rino dan Meiva

Peristiwa yang terjadi di Desa Koreng Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa, Selasa 05 Desember 2017, adalah tragedi yang tragis dan dramatis, menggugah nurani dan akal sehat. Kita mungkin tidak perlu menyamakan peristiwa tragis tersebut berangkat sebagaimana kisah perseteruan dua keluarga yang saling bermusuhan sebagaimana keluarga Capulet (keluarga Juliet) dan Montague (keluarga Romeo) di Verona Italia.

Seorang pemuda bernama Rino Kawur (20) dan Meiva Kawur (13), nekat mengakhiri hidup mereka dengan cara gantung diri menggunakan sutas tali yang sama. Mereka tergantung di bawah Tower Sutet dengan posisi saling berhadapan. Menambah gambaran tragis atas peristiwa yang terjadi.

Apa yang membuat mereka melakukan itu?

Di linimasa Facebook, netizen terutama yang mengetahui sedikit peristiwa tragis itu, termasuk yang mengambil gambar kedua sejoli yang ditemukan tewas gantung diri, dalam posting status maupun kolom komentar, memberi sedikit ulasan kalau cinta antara keduanya yang dilarang dan tak direstui orang tua, menjadi penyebab “Romeo and Juliet” ini memutuskan untuk mati bersama.

Selanjutnya beragam komentar terkait peristiwa tragis itu berjujutan di kolom komen. Pendapat beragam ditulis, ada yang menyayangkan sikap nekat yang dipilih pasangan remaja itu, ada yang mendoakan, namun tak sedikit juga memberi komen sinis dan mengutuk tindakan nekat tersebut.

Polsek Tareran dan Polres Minahasa Selatan juga sudah mengamankan dan melakukan olah TKP. Informasi yang berhasil digali dari berbagai sumber termasuk lalu lintas di linimasa Facebook, pihak kepolisian menyarankan pihak keluarga kedua korban mengizinkan untuk dilakukan otopsi agar diketahui secara pasti penyebab peristiwa tragis tersebut. Namun pihak keluarga sudah tidak mengizinkan sehingga dugaan sementara dari pihak kepolisian, begitupun dari keluarga, masih berkutat pada pendapat bahwa kedua korban melakukan bunuh diri secara bersama-sama dengan motif cinta terlarang atau tidak direstui kedua orang tua karena dianggap masih memiliki hubungan pertalian keluarga.

Pembaca setia ARUSUTARA.COM, cinta memang sering tidak terduga, terkadang susah diterima dengan akal sehat. Dalam puisinya berjudul Tak Ada Cinta Buat Penyair, Ibnu Hajar menulis di bait-bait terakhir; cinta adalah petualangan yang kian samar, di antara taman dan jurang-jurang membusuk, tempat kita tersungkur sebagai penyair.

Lalu siapa yang tidak mengenal ilmuan fisika, Albert Einstein. Ia pernah mengatakan begini; gravitasi tidak berpengaruh kepada mereka yang jatuh cinta. Sedangkan pada kesempatan lain ia juga pernah berkata; Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan”

Mari juga kita simak sama-sama perkataan Jalaluddin Rumi: cinta adalah sumber segala sesuatu. Dunia dan kehidupan muncul karena kekuatan yang bernama cinta. Cinta adalah inti dari segala bentuk kehidupan di dunia. Sedankan Kahlil Gibran mengatakan; cinta adalah satu-satunya kebebesan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami pun tak bisa mengubah perjalannya. Cinta ibarat seekor burung yang cantik, meminta untuk ditangkap tapi menolak untuk disakiti.

Sedangkan Quraish Shihab mengatakan; cinta adalah kencendrungan hati kepada sesuatu karena kenikmatan atau manfaat yang dapat diperoleh dari yang dicintai.

Lalu apa kata Ibnu ‘Abdush Shamad, cinta adalah yang mendatangkan kebutaan dan ketulian, cinta membutakan segalanya kecuali terhadap yang dicintai sehingga orang itu tidak melihat apa pun.

Sedangkan Hamka salah seorang sastrawan dan ulama Indonesia mengatakan, cinta adalah perasaan yang mesti ada pada setiap manusia. Ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih, dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, dan perkara tercela lainnya. Tetapi jika ia jatuh ke tanah yang subur, disana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi, dan lain-lain yang terpuji.

Pembaca setia ARUSUTARA.COM, ini memang tulisan panjang yang membosankan. Tapi persitiwa tragis yang terjadi pada Rino dan Meiva memang merupakan suatu peristiwa yang betapa mengguncang. Bayangkan jika benar adanya, dugaan bahwa motif mereka melakukan aksi bunuh diri bersama adalah dipicu oleh larangan terkait hubungan asmara yang mereka lakukan?  Ini sebenarnya tamparan keras juga pada kita juga semua orang tua di muka bumi ini. Kita atau banyak orang mungkin bisa dengan mudah berkomentar atau mencibir; cuma lantaran dilarang pacaran, dan akhirnya memilih mati bunuh diri? dasar kids jaman now! Tapi adakah kita mengalami langsung apa yang dirasakan Romeo and Juliet di masa-masa penuh kesulitan, tekanan, cibiran, hukuman, dan sebagainya? Kita mungkin berada dalam posisi hubungan yang senang riang gembira bahagia harmonis tak ditentang malah didukung, sehingga betapa mudah dan menyenangkan sekali menjalani hubungan yang demikian itu. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang jangankan diizinkan pacaran, untuk keluar rumah di sekitaran kompleks saja sudah disusul dengan cambukan ikat pinggang.

Lalu kita mungkin lupa, orang tua lupa, keluarga lupa, adakah pernah memberi penguatan-penguatan terhadap anak-anaknya lewat suasana harmonis, menyenangkan, dan mencerdaskan tentang makna hidup, tentang segala sesuatu yang baik dibicarakan bersama dibanding menjadi facis yang memberlakukan praktek otoritarianisme dalam lingkungan keluarga, terlebih dicampur dengan konsep pemikiran yang sudah membudaya bahkan berlangsung secara turun temurun bahwa orang tua tidak pernah salah dan  keluarga di atas segala-galanya dalam artian sempit dibungkus ekslusifitas dan ego yang jelas-jelas mengesampingan semangat egaliter antar sesama anggota keluarga maupun sebagai manusia yang memiliki akal, hati, dan perasaan?

Kisah Romeo and Juliet telah ditulis dan dipentaskan lebih dari 500 tahun yang lalu. Di Nusantara, kita juga mengenal kisah Siti Nurbaya. Baik Siti Nurbaya maupun Romeo and Juliet, sama-sama berangkat pada cinta terlarang dan pejodohan yang tidak diinginkan. Seseorang menjadi tidak bebas dan berhak menentukan siapa yang ia cintai. Kita lupa, orang tua lupa, cinta adalah kebebasan dari orang yang jatuh cinta. Namun bukan berarti orang tua maupun keluarga tidak berperan sama sekali. Dan itulah yang saya maksudkan dalam tulisan panjang ini; cinta atau asamara yang dibicarakan bersama lewat dialog atau diskusi yang sehat, cerdas, saling menghargai rasa dan pendapat, harus kita percayai merupakan jalan yang mampu memutus hal-hal yang kita takuti atau khawatirkan sama-sama. COntohnya adalah bunuh diri yang dilakukan gara-gara cinta atau hubungan asmara yang dilarang sedemikian ketat, namun tidak pernah disikusikan dalam konsep egaliter berlandaskan pada kesadaran bahwa; cinta memang selalu aneh dan tak terduga sehingga memang perlu dibicarakan.

Atau ke depan nanti kita masih akan menemui Romeo and Juliet sama-sama terbujur kaku mati bunuh diri oleh hal-hal yang sebenarnya tidak harus dilakukan dengan cara yang demikian itu.

Penulis : Uwin Mokodongan

susah senang tetap saudara sepiring sebotol
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.