ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

5 Golongan Manusia di Medsos Saat Pilkada Bergulir

Bagikan Artikel Ini:

PILKADA selain sebagai sarana demokrasi dalam memilih kepala daerah (Gubernur, Bupati, dan Wali Kota), selalu menciptakan nuansa yang gimana gitu dalam tatanan kehidupan sosial budaya politik maupun ekonomi masyarakat. Lebih dari itu, sebagai ajang politik yang entah bagaimana ceritanya sehingga disebut juga sebagai pesta demokrasi rakyat, Pilkada adalah agenda politik paling produktif melahirkan orang-orang baper.

Pada kesempatan kali ini, kepada pembaca setia ARUS UTARA, saya mencoba menampilkan kemunculan orang-orang tertentu  di Medsos, saat agenda Pilkada mulai digelar. Semacam sebuah gerakan identifikasi yang lantas saya istilahkan dengan bahasa yang alangkah sewenang-wenangnya. Bahkan sengaja dibumbui memakai Bahasa Inggris yang tentu tak beraturan dan sembarangan sekali agar terkesan keren (katanya). Oleh sebab itu jangan jadikan sebagai bahan acuan dalam tata bahasa dan terjemahan baku manapun.

Berikut ini akan saya paparkan 5 kategori manusia di medsos saat agenda Pilkada digelar;

1. The Death Account Revival

Tipe orang macam ini mudah diidentifikasi. Sebelumnya  mereka adalah pengguna medsos yang pasif; jarang status, jarang like, dan jarang komen. Akan tetapi, saat agenda Pilkada mulai digelar, kebangkitan akun yang dikira sudah lama mati ini, tiba-tiba bangkit. Dan betapa mudah ditebak, tipe orang macam ini mulai memposting isu-isu politik dicampur meme berisi kalimat sarkas. Akun yang awalnya dikira sudah lama diterlantarkan pemilik ini, tiba-tiba bangkit seperti mumi yang menebar terror.

2.Mister Bijak Bestari

Masih berkaitan dengan medsos sebagaimana kategori pertama, ini adalah tipe orang yang mendadak bijak dalam membuat status bertema politik. Jika sebelumnya orang dalam kategori ini membuat status-status umum semacam; pergi belanja, mencangkul, salon, atau apalah-apalah, maka di momen Pilkada, statusnya tiba-tiba berganti macam begini; “rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh bukti” atau “Pilihlah pemimpin yang berkwalitas, jangan pilih pemimpin daong lemong”.

Status-status macam itu lantas ditambah uraian penjelasan dimana sipembuat status hendak memberi kesan bahwa ia adalah filsuf lulusan Harvard. Orang yang masuk alam kategori ini juga berusaha mengesankan bahwa mereka adalah kelompok netral. Namun sebenarnya mereka culas dan menjagokan salah satu pasangan calon.

Bagi para pemain pulitik, tidak susah bagi mereka mengidentifikasi kelompok Bijak Bestari ini. Orang tipe ini sebenarnya mudah diidentifikasi. Cukup dengan memancing mereka keluar. Caranya adalah; buatlah status yang memukul kandidat yang diduga kuat didukung oleh orang tipe ini. Maka tak lama setelah status itu Anda posting, tengoklah di beranda target; status pembelaan akan dilakukan sang Bijak Bestari. Ia memang tidak menyebutkan nama kandidat. Tapi jika (sebagai contoh) yang Anda pukul adalah soal kasus dari kandidat A, maka dengan sok Bijak Bestari si target segera akan membuat status yang pada pokoknya berisi semacam klarifikasi. Ia memang tidak akan menaruh komen di status yang Anda pakai untuk memancing ikan keluar, ia tetap merasa sudah lihai tetap tersembunyi (meski sebenarnya sudah ketahuan) dengan membuat status sendiri berisi pembelaan dengan isi yang alangkah sok bijak bestarinya.

Di penghujung Pilkada, ketika kandidat yang ia jagokan menang, maka tengoklah status yang ia buat. Kemungkinan akan begini; “Sudah sesuai prediksi sejak awal” cieeeeeee. Tapi jika kandidatnya kalah, dan Anda mencoba meledek dia, maka dengan enteng orang tipe ini akan merespon; selama Pilkada saya netral, tidak berada dalam kubu manapun. Lihat status-status facebook saya, apakah ada menyebut nama atau terang-terangan mendukung pasangan calon? Kan tidak?

Anda jangan membuang umur berdebat dengan orang tipe ini. Biarkan saja dadanya sakit oleh perasaan yang ia buat sendiri.

3.Soldier Destroyer Blind Crew

Ini sebenarnya tipe orang yang buta politik, kemudian diperparah dengan persepsi bahwa Pilkada adalah soal dipertaruhkannya harga diri antara para pendukung. Dan karena ini menyangkut harga diri, maka apapun akan dilakukan asalkan pasangan calon yang didukung menang.

Maka jangan heran jika orang tipe ini betapa mudah memutus tali pertemanan bahkan silaturahmi antar keluarga ketika beda pilihan. Bagi orang yang masuk kategori ini, Pilkada adalah segala-galanya. Dan di medsos, orang ini biasanya mudah kalap. Sehingga tak perlu heran ketika tiba-tiba Anda ia maki-maki tanpa argument yang jelas.

Orang dalam kategori ketiga ini juga suka menyerang kubu lawan dengan cara yang cukup memberi Anda petunjuk bahwa orang ini tidak pernah ikut upacara bendera selama bersekolah. Jika Anda menemui orang macam ini, saran saya adalah jangan ladeni dia di medsos. Karena argumen sekokoh apapun yang Anda sumpalkan ke mulut dan isi kepalanya, bagi orang tipe ini semuanya salah. Bagi dia yang benar hanyalah yang ada di kubu tempat ia berada sebagai pendukung.

4.Pantau and Like’s Forever

Ini sebenarnya bukan tipe yang membingungkan. Sangat mudah bagi kita untuk mengidentifikasi mereka. Biasanya mereka adalah golongan ASN, terkadang kontraktor yang nekat, atau kelompok yang sebenarnya punya kepentingan yang sama terhadap pasangan-pasangan calon lagi bertarung. Selain itu mereka adalah tipe orang yang malu-malu menunjukan dukungan. Memang terkesan agak culas dan licin. Tapi bagi pemain pulitik, tetap saja orang-orang macam begini mudah diidentifikasi berdasarkan like yang ia berikan. Misalnya, ada akun memposting topik yang mengangkat salah satu calon. Di kolom komen beruntai sudah tanggapan dan perdebatan. Maka jangan cari mereka disini, cukup cari mereka di gambar jempol. Dimana mereka memberi likes, disitulah dukungan mereka berada. Di antara mereka yang tidak berani like karena bakal teridentifikasi, bukan  berarti mereka tidak tahu dengan kondisi terupdate. Mereka ada dan berlipat ganda dalam posisi; pantauers forever.

5.Haters

Bukan Pilkada namanya kalau tak mencetak kelompok haters yang jumlahnya akan berlipat ganda. Bagi kelompok ini, Pilkada adalah sarana untuk saling membenci dan menjatuhkan. Siapa saja yang tak sekubu, maka mereka adalah lawan yang halal dibenci dan dijatuhkan. Jangan heran jika status kelompok manusia di jalur ini isinya adalah kebencian yang menjatuhkan. Apa saja akan dijadikannya bahan untuk membenci. Tujuannya satu; menjatuhkan lawan sejatuh-jatuhnya. Oleh sebab itu, urusan bahkan yang sangat pribadi dari kandidat, akan mereka jadikan bahan hujatan. Mulai dari cara berjalan, berbicara, berpakaian, termasuk masa lalu kandidat yang bahkan ketika masih duduk di bangu SMP. Tim Sukses kandidat juga bukan berarti lolos dari hujatan. Justru ini yang paling sering diumbar. Jangan heran jika status jomblo Timses akan dijadikan bahan pergunjingan dan dianggap salah satu indicator penyebab berkurangnya dukungan. Memang ada-ada saja yang akan dilakukan orang dalam kategori ini. Dan namanya haters, maka rugilah Anda membuang waktu berdebat dengan kelompok ini. Sebaiknya biarkan mereka memosting status apapun. Jangan kasih komen di kolom komentar. Sebab menaruh komen di kolom komentar dari status yang dibuatnya, sama halnya dengan ikan lele memakan umpan.

Demikianlah 5 kelompok manusia di medsos yang mewarnai momen Pilkada. Kira-kira Anda masuk kategori mana? Atau apakah Anda sudah menemukan orang-orang dalam 5 kategori di atas? Jika Ya, maka pastikan Anda punya kiat jitu menghadapi 5 golongan manusia ini.

Penulis : Uwin Mokodongan

susah senang tetap saudara sepiring sebotol
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.