ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Jaringan Komunitas Punk dan Tato : Bitung, Manado, Kotamobagu, dan Gorontalo untuk Korban Gempa-Tsunami Donggala-Palu

Bagikan Artikel Ini:
Jaringan Komunitas Tato dan Punk di Kota Manado, menggelar bakti sosial penggalangan dana korban gempa-tsunami DOnggala dan Palu (Foto: Mixel/Facebook)

ARUSUTARA.COM, MANADO – Setelah sukses melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok dan Bali belum lama ini, dukungan yang sama kembali ditunjukan para seniman tato Sulawesi Utara yang tergabung dalam Alliance of Indonesiaan Tattoo Art and Body Piercing atau dikenal juga dengan Indonesian Subculture – Manado Chapter, dalam rangka penggalangan dana untuk korban bencana gempa dan tsunami yang melanda masyarakat Donggala dan Palu Sulawesi tengah.

Komunitas dan seniman tato ini turut didukung kawan-kawan dari komunitas street punk, musisi jalanan, outsider, maupun individu. Berbarengan mereka turun ke jalan melakukan penggalangan dana, disertai iringan musik akustik.

Mixel Aze, owner King Paint Clothing dan seniman tattoo and body piercing di Panteto Tattoo Street ART, yang turut menjadi penginisiatif gerakan,  menyampaikan kalau penggalangan dana yang mereka lakukan bersama sejumlah komunitas yang turut memberi dukungan, dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada para korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu, dan sekitarnya yang terkena dampak. Kota Palu sendiri, bagi Mixel dan komunitasnya, sudah dianggap sebagai saudara kembar. Apalagi belum lama ini, tutur Mixel melalui Whatsapp, mereka juga terlibat dalam kegiatan seni di Kota Palu yang diselenggarakan kawan-kawan komunitas disana, termasuk  komunitas punk, hardcore, outsider, bahkan pecinta alam.

Para musisi dan band komunitas beraliran Punkrock, turut pula terlibat. Termasuk anak-anak Punk yang biasa berjibaku di Daseng atau di sekretariat ANTRA Sulut tempat para nelayan kota Manado beraktifitas.

Kepada masyarakat Kota Manado yang telah memberikan sumbangan dalam bentuk uang dalam aksi sosial ini, Mixel dan kawan-kawannya menyampaikan ungkapan rasa sukur yang begitu mendalam.

Penggalangan dana untuk korban gemoa yang berlangsung di Kota Bitung, disertai dengan aksi teatrikal. (Foto : Ai/Facebook).

“Kami senantiasa bangga dan merasa begitu bersukur dengan dukungan yang senantiasa diberikan masyarakat Manado atau Sulawesi Utara dalams etiap kegiatan baksos yang kami laksanakan untuk membantu korban bencana,” kata Mixel.

Kepada warga yang telah memberikan sumbangannya, lanjut Mixel, kawan-kawan menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya, dan mendoakan semoga apa yang diberikan dapat membantu meringankan beban yang dialami para korban gempa dan tsunami.

Kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami ini, berpusat di Jalan Piere Tendean Kota Manado, tepatnya di depan IT Center. Selang 3 hari turun ke jalan, total dana yang terkumpul sebanyak Rp.11.068.400, plus $ 1 Dollar. Terinformasi, jaringan komunitas sudah saling berkomunikasi terkait rencana pengiriman bantuan kepada korban bencana, yang berdasarkan keputusan akhirnya akan dikirimkan secara bertahap dalam bentuk transfer tunai, termasuk yang dikirimkan, Selasa 02 Oktober 2018 siang tadi, dalam bentuk transfer tunai tahap pertama yang diterima langsung oleh kelompok korban/pengungsi kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan pangan.

Aksi penggalangan dana yang dilakukan anak-anak Karya Hitam Kota Gorontalo. (Foto : Angga/Whatsapp)

Transfer tunai dilakukan untuk menghindari akan timbulnya kendala dalam ditribusi jika bantuan yang dikirimkan berbentuk sandang-pangan. Selain akses melalui darat  maupun udara dan laut yang masih sulit, terinformasi juga kalau sejumlah kendaraan yang memuat bantuan menuju Donggala atau Kota Palu, mengalami aksi penjarahan, sehingga bantuan sudah tidak sampai di tempat tujuan.

BAKSOS DI SEJUMLAH WILAYAH

Selain Kota Manado, jaringan komunitas yang sama juga melakukan penggalangan dana di Minahasa termasuk di Kota Bitung, Kotamobagu, dan kawan-kawan di Kota Gorontalo.  Secara bahu-membahu mereka turun ke jalan melakukan penggalangan dana, didukung oleh warga sekitar yang berempati. Di Kota Bitung sendiri, aksi penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami, disertai dengan aksi teatrikal. Sedangkan di Kota Gorontalo, anak-anak Karya Hitam menyisipkan kegiatan Mural dalam mendukung aksi penggalangan dana tersebut. (Uwn)

Jaringan Komunitas di Kota Kotamobagu turut melakukan penggalangan dana. (Foto : Haris Van Gobel)
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.