ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Dicoret Dari Lembar DCT, KPU Bolmong Dilapor ke Bawaslu

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, BOLMONG – Jalannya Pemilu 2019, khususnya di Dapil 3 Bolaang Mongondow (Passi Barat, Bilalang, Passi Timur), berbuntut pada pelaporan terhadap penyelenggara pemilu (KPU Bolmong) ke Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bolaang Mongondow (Bawaslu Bolmong) oleh masyarakat dan Caleg di Dapil 3.

Kristina Sri Rezeki Mokodongan,SE alias Titin,  calon legislatif (Caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) untuk DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) nomor 1 Dapil 3 Bolmong, melalui masyarakat pendukungnya, melaporkan KPU Bolmong ke Bawaslu. Ini dilakukan karena di lembaran Daftar Calon Tetap (DCT) yang dipajang di Papan Informasi seluruh TPS Dapil 3 Bolmong, saat pemilu 17 April, nama Titin dicoret dan fotonya dibuat hitam-putih dan blur.

Dikatakan Titin, pencoretan yang dilakukan KPU Bolmong terhadap dirinya dalam lembaran DCT, merupakan bukti bahwa KPU Bolmong tidak mematuhi dan menjalankan Keputusan Bawaslu Bolmong Nomor 01/PS.Reg/25.05/II/2019, tanggal 22 Februari 2019 silam.

Keputusan itu, lanjut Kristina, pada pokoknya memperkuat status dirinya sebagai Caleg yang telah memenuhi syarat berdasarkan keputusan KPU Bolmong tentang DCT Anggota DPRD Bolmong yang diterbitkan melalui rapat pleno KPU Bolmong pada 14 Oktober 2018 silam. “Herannya, KPU Bolmong justru tidak mematuhi keputusan yang dibuatnya sendiri, termasuk keputusan dari Bawaslu Bolmong yang secara sah dan mengikat, telah memenangkan gugatan kami dari PAN dalam sengketa proses pemilu Februari silam,” kata Titin kepada awak media.

Menurutnya, telah terjadi pemasungan hak politiknya  selaku warga negara yang dilindungi oleh Undang-Undang sebagaimana yang diamanatkan Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 43 berbunyi :

“Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun fakta di lapangan, hak politik saya selaku Caleg yang telah memenuhi syarat justru dikebiri,” ketusnya.

Dijelaskan Titin terkait kronologi kejadian, KPU Bolmong selaku penyelenggara pemilu, menyediakan bahkan mendistrubusikan secara sengaja DCT yang dipajang di setiap TPS yang ada di Dapil 3 Bolmong, dimana foto dirinya selaku Caleg dibuat hitam-putih dan buram. Selanjutnya di kolom nama caleg, dilakukan pencoretan termasuk alamat caleg.

Ia lantas menjelaskan, dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017 pada BAB II mengenai Asas, Prinsip, dan Tujuan disebutkan Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Namun demikian tindakan KPU Bolmong justru mencerminkan ketidak-adilan KPU selaku penyelenggara pemilu. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pencoretan namanya dalam lembar DCT yang dipajang di depan TPS dimana para pemilih mengantri.

Akibat dari pencoretan dirinya dalam DCT yang dipajang diseluruh TPS Dapil 3, tambah Titinhal tersebut sangat merugikan dirinya karena penayangan foto dan nama yang dicoret tersebut mempengaruhi calon pemilih yang datang ke TPS, hingga akhirnya memudarkan keyakinan untuk memilih dirinya karena oleh calon pemilih, relawan, dan pendukung, sebagaimana yang disampaikan langsung, mereka sudah tidak memilih Kristina setelah melihat nama Kristina sudah dicoret dan fotonya dibuat buram. “Pencoretan itu melahirkan makna bahwa saya adalah Caleg yang bermasalah dengan hukum sehingga tidak bisa dipilih, atau jikapun ada yang memilih yang bersangkutan, maka akan dihitung sebagai suara partai,” tukasnya sembari membeber bahwa ia bersama tim pemenangannya telah melaporkan KPU Bolmong ke Bawaslu dan Gakumdu.

Jerry Manolang,SH, komisioner Bawaslu Bolmong, kepada media saat bersua di kantor Panwascam Passi Barat mengatakan, apa yang dilakukan KPU Bolmong merupakan sebuah kelalaian. DIkatakan Jerry, memang di lembar DCT yang ditempel di Papan Informasi setiap TPS Dapil 3 Bolmong, ditemukan Caleg atas nama Kristina Sri rezeki Mokodongan,SE, tercoret atau TMS (Tidak Memenuhi Syarat), sementara berdasarkan putusan adjudikasi pada sengketa proses pemilu yang bersangkutan, Bawaslu Bolmong telah dmerekomnedasikan ke KPU Bolmong berdasaran dalam sidang putusan bahwa Caleg atas nama Kristina Sri Rezeki Mokodongan,SE alias Titin dinyatakan MS (Memenuhi Syarat). Jerry lantas mengatakan, laporan yang diajukan pihak Kristina ke Bawaslu Bolmong akan mereka pelajari dan kaji lebih lanjut untuk kemudian disidangkan.

“Nanti laporan yang dimasukan ke Panwascam kemudian oleh Panwascam sudah diteruskan ke kami (Bawaslu Bolmong), akan kami kaji sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Jerry. (Tim/Uw)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.