ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Sambut HUT ke 45, Mapala Avestaria Gelar Talk Show dan Sejumlah Acara Menarik

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, MANADOPersoalan sampah dan pengelolaannya di Kota Manado menjadi salah satu fokus isu dalam program kerja Mapala Avestaria Fisipol Unsrat Manado di tahun 2019. Kaitan dengan itu, bertepatan pula dalam menyambut hari jadi Mapala Avestaria ke 45 yang jatuh pada 28 Mei mendatang, organisasi yang pertama kali didirikan pada 28 Mei 1974 silam ini menggelar sejumlah kegiatan, salah satu diantaranya adalah Talk Show bertajuk Manado dan Sampah.

Alfacino Pangalila, anggota Mapala Avestaria, kepada awak ARUSUTARA.COM menyampaikan, isu sampah memang sengaja dipilih panitia karena sampah dan persoalan-persoalannya memang sudah menjadi agenda urgen di Kota Manado untuk dibahas bersama, tak hanya oleh para pemangku kebijakan, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia kampus.

“Setiap tahun atau setiap musim penghujan tiba, ancaman bencana banjir sudah menjadi momok bagi warga Manado. Tak hanya di bantaran sungai melainkan pemukiman padat perkotaan,” kata Alfa, Kamis 16 Mei 2019 saat bersua awak media ini di Sekretariat Mapala Avestaria kampus Fisipol Unsrat Manado.

Ditambahkannya, sistem drainase dan sikap masyarakat yang punya kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik di got atau jalur pembuangan, memiliki keterkaitan satu sama lain yang justru menjadi petaka bagi warga kota Manado tiu sendiri.

“Bayangkan saat musim penghujan tiba, lalu got atau drainase mampet karena dipenuhi sampah. Sistem drainase tentu tidak akan berfungsi dengan baik. Percuma juga kita membuat sistem pembuangan sebaik mungkin akan tetapi kebiasaan kita membuang sampah di got, tetap dipelihara,” tukasnya.

Sementara itu, Randy Makahingide, selaku Ketua Panitia HUT Mapala Avestaria ke 45 menambahkan, selain Talk Show, Mapala Avestaria juga menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi donor darah dan seni kreasi dari sampah plastik.

“Hampir setiap kali kita melihat banyak sampah plastik di sekitar kita. Artinya, sadar maupun tak sadar, tabiat konsumerisme kita sebenarnya hampir semua mengandung plastik. Mulai dari sedotan, air mineral kemasan, bungkus snack, dan sebagainya. Nah, daripada hanya menambah stok sampah yang mengotori bumi, kita mencoba memberi tawaran dengan cara mendaur ulang atau memanfaatkan bahan-bahan itu menjadi sesuatu yang sedikitnya memiliki nilai ketimbaga menjadi sampah belaka,” urainya. Oleh sebab itu, lanjut dia, seni kreasi dari bahan plastik dilombakan pihaknya sebagai bentuk edukasi untuk sesama bahwa bahan plastik dari sesuatu yang kita beli, tidak semata-mata berakhir menjadi sampah melainkan dapat berguna. “Menjadi hiasan misalnya, atau wadah yang bisa multiguna,” tukas Randy.

Nando Sigarlaki, anggota Mapala Avestaria ikut menambahkan, selain kegiatan- yang disebutkan di atas, ada juga acara hiburan berupa fun climbing dan pentas seni musik. Untuk fun climbing, Mapala Avestaria sudah memiliki fasilitas wall climbing (panjat dinding) dengan peralatan memadai yang didukung oleh tenaga profesional dari Mapala Avestaria sendiri. “Nantinya bagi siapa saja yang ingin mencoba wall climbing kami, dipersilakan untuk umum,” katanya. Kegiatan Panjat Dinding, lanjut Nando, bersifat nongelar. “Pertandingannya hanya sebagai hiburan saja,” tukasnya.

Selain Fun Climbing, lanjut Nando, ada juga Pojok Literasi yang mendukung komunitas literasi di Kota Manado termasuk bagi mahasiswa jurusan Perpustakaan Fisipol Unsrat yang dapat berpartisipasi. Tak hanya komunitas, lanjut dia, tapi bisa juga mewakili organisasi maupun individu-individu yang tertarik akan dunia literasi. Dalam acara Pojok Literasi, jelasnya, panitia akan menyediakan stand yang diperuntukan bagi para penggiat literasi. Di stand yang disediakan itu, kata Nando, komunitas maupun yang mewakili individu dapat melapak buku-buku atau bahan bacaannya bagi setiap pengunjung.

“Nantinya pengunjung bisa bebas membaca, berdiskusi atau bedah buku kesukaan masing-masing. Ini bisa juga menjadi ajang bazzar buku dan sarana berbagi pengetahuan,” pungkas Nando.

Sementara itu, Yuan Ticoalu Ketua Mapala Avestaria, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota termasuk pihak-pihak yang memberikan sumbangsih demi terselenggaranya acara Avestaria Mini Expo Than 2019 (AME 2019).

Yuan juga turut menambahkan kalau ada acara hiburan berupa Pentas Seni yang nantinya akan melibatkan band-band indie lokal atau band komunitas dari Kota Manado maupun luar Manado.

“Ada pentas seni yang nantinya turut memeriahkan rangkaian acara dalam menyambut ulang tahun Mapala Avestaria,” kata Yuan. Nantinya, lanjut Ketua Mapala Avestaria yang baru terpilih melalui Sidang Umum Anggota setahun silam, setiap band akan diberi kesempatan membawakan 2 lagu bertema go green atau mengangkat isu lingkungan, dan 1 lagu bertema bebas. “Bisa karya sendiri, atau bisa juga cover. Jadi band yang mau tampil bisa menghubungi langsung panitia di sekretariat Avestaria,,” kata Yuan.

Mengakhiri percakapan, Yuan menambahkan, jika tak ada aral melintang dan sesuai dengan persiapan, lanjut dia, nantinya dalam acara Talk Show dan Pentas Seni, salah satu nara sumber dan bintang tamu yang akan hadir adalah Robby Navicula, vokalis band Navicula berbasis di Bali yang kerap menyuarakan lagu-lagu bertema sosial dan lingkungan. (Ave 069)

Bagikan Artikel Ini:
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.