ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

KPU Bolmong dan KPU Sulut Dilapor ke DKPP RI

Bagikan Artikel Ini:
Kristina didampingi kawan-kawannya berpose bersama petugas di Kantor DKPP RI

ARUSUTARA.COM, JAKARTA – Dicoretnya Caleg DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Nomor Urut 1 atas nama Kristina Sri Rezeki Mokodongan,SE di lembaran DCT (Daftar calon tetap) yang dipajang di seluruh TPS Dapil 3 Bolmong, pada Pemilu 17 April 2019 silam, berbuntut pada pelaporan terhadap KPU Bolmong dan KPU Sulawesi Utara yang dilayangkan pihak Kristina Sri Rezeki Mokodongan,SE ke Kantor DKPP RI.

Dikatakan Titin, pencoretan yang dilakukan KPU Bolmong terhadap dirinya, diketahui pada saat pemilu berlangsung 17 April 2019 silam.  “Nama saya dicoret beserta foto dibuat hitam-putih dan buram dalam lembaran DCT yang dipajang di seluruh papan informasi setiap TPS di Dapil 3 Bolmong,” kata Titin sapaan akrab Kristina Sri Rezeki Mokodongan,SE kepada awak media.

Apa yang dilakukan KPU Bolmong itu, lanjut dia, merupakan bukti bahwa KPU Bolmong tidak mematuhi dan menjalankan Keputusan Bawaslu Bolmong Nomor 01/PS.Reg/25.05/II/2019, tanggal 22 Februari 2019 silam.

Keputusan itu, lanjut Kristina, pada pokoknya memperkuat status dirinya sebagai Caleg yang telah Memenuhi Syarat (MS) berdasarkan keputusan KPU Bolmong tentang DCT Anggota DPRD Bolmong yang diterbitkan melalui rapat pleno KPU Bolmong pada 14 Oktober 2018 silam. “Herannya, KPU Bolmong justru tidak mematuhi keputusan yang dibuatnya sendiri, termasuk keputusan dari Bawaslu Bolmong yang secara sah dan mengikat, telah memenangkan gugatan kami dari PAN dalam sengketa proses pemilu Februari 2019 silam,” bebernya.

Menurut Titin, telah terjadi pemasungan hak politiknya  selaku warga negara yang dilindungi oleh Undang-Undang sebagaimana yang diamanatkan Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 43 berbunyi :

“Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun fakta di lapangan, hak politik saya selaku Caleg yang telah memenuhi syarat justru dikebiri,” ketusnya.

Dijelaskan Titin terkait kronologi kejadian, KPU Bolmong selaku penyelenggara pemilu, menyediakan bahkan mendistrubusikan secara sengaja DCT yang dipajang di setiap TPS yang ada di Dapil 3 Bolmong, dimana foto dirinya selaku Caleg dibuat hitam-putih dan buram. Selanjutnya di kolom nama caleg, dilakukan pencoretan termasuk alamat caleg.

Ia lantas menjelaskan, dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017 pada BAB II mengenai Asas, Prinsip, dan Tujuan disebutkan Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Namun demikian tindakan KPU Bolmong justru mencerminkan ketidak-adilan KPU selaku penyelenggara pemilu. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pencoretan namanya dalam lembar DCT yang dipajang di depan TPS dimana para pemilih mengantri.

Akibat dari pencoretan dirinya dalam DCT yang dipajang diseluruh TPS Dapil 3, tambah Titin, hal tersebut sangat merugikan dirinya karena penayangan foto dan nama yang dicoret tersebut mempengaruhi calon pemilih yang datang ke TPS, hingga akhirnya memudarkan keyakinan untuk memilih dirinya karena oleh calon pemilih, relawan, dan pendukung, sebagaimana yang disampaikan langsung, mereka sudah tidak memilih Kristina setelah melihat nama Kristina sudah dicoret dan fotonya dibuat buram. “Pencoretan itu melahirkan makna bahwa saya adalah Caleg yang bermasalah dengan hukum sehingga tidak bisa dipilih, atau jikapun ada yang memilih yang bersangkutan, maka akan dihitung sebagai suara partai,” tukasnya sembari membeber bahwa ia bersama tim pemenangannya telah melaporkan KPU Bolmong ke Bawaslu dan Gakumdu.

Jerry Manolang,SH, komisioner Bawaslu Bolmong, kepada media saat bersua di kantor Panwascam Passi Barat mengatakan, apa yang dilakukan KPU Bolmong merupakan sebuah kelalaian. DIkatakan Jerry, memang di lembar DCT yang ditempel di Papan Informasi setiap TPS Dapil 3 Bolmong, ditemukan Caleg atas nama Kristina Sri rezeki Mokodongan,SE, tercoret atau TMS (Tidak Memenuhi Syarat), sementara berdasarkan putusan adjudikasi pada sengketa proses pemilu yang bersangkutan, Bawaslu Bolmong telah dmerekomnedasikan ke KPU Bolmong berdasaran dalam sidang putusan bahwa Caleg atas nama Kristina Sri Rezeki Mokodongan,SE alias Titin dinyatakan MS (Memenuhi Syarat). Jerry lantas mengatakan, laporan yang diajukan pihak Kristina ke Bawaslu Bolmong akan mereka pelajari dan kaji lebih lanjut untuk kemudian disidangkan.

“Nanti laporan yang dimasukan ke Panwascam kemudian oleh Panwascam sudah diteruskan ke kami (Bawaslu Bolmong), akan kami kaji sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Jerry.

Selanjutnya, dijelaskan Titin bahwa atas kejadian tersebut pihaknya sempat melayangkan Somasi ke KPU Bolmong yang pada pokoknya meminta pertanggungjawaban KPU Bolmong terkait apa yang telah dilakukan, namun demikian, lanjut dia, KPU Bolmong melalui surat bernomor 129/PL.03.6-SD/7101/KPU-Kab/IV/2019 tertanggal 24 April 2019, membalas Somasi yang dilayangkan pihaknya, yang pada pokoknya KPU Bolmong beralasan bahwa apa yang dilakukan KPU Bolmong sudah sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak ada maksud dari KPU Bolmong melecehkan atau melakukan pencemaran nama baik dirinya melalui penayangan foto yang dibuat berbeda (hitam-putih dan blur) dari Caleg lain di lembaran DCT. Melalui surat balasan itu juga, KPU Bolmong mengatakan telah menerbitkan Surat Keputusan tentang Perubahan Daftar Calon Tetap (DCT) bahwa Caleg atas nama Kristina Sri Rezeki Mokodongan,SE sudah MS alias Memenuhi Syarat. Melalui surat balasan itu juga, lanjut Titin, KPU Bolmong menjelaskan bahwa telah melaporkan perbaikan DCT tersebut ke KPU Provinsi Sulawesi Utara untuk dicetak dan digunakan pada Pemilu 17 April 2019.

“Intinya, kami akhirnya memilih melaporkan ke DKPP karena balasan terhadap Somasi yang kami layangkan, tak ada itikad baik dan pengakuan dari KPU Bolmong terkait kesalahan-kesalahan fatal yang telah dilakukan. Jangankan bertanggung-jawab, mengakui saja kesalahan yang sudah dilakukan, mereka tidak mau,” ketus Titin saat berada di Kantor DKPP RI, Senin 17 Juni 2019 siang tadi.

Laporan yang dilayangkan pihak Titin telah diterima oleh DKPP pada tanggal 23 Mei 2019 kemudian dilakukan kelengkapan dokumen pada 27 Mei 2019. Selanjutnya pada Senin 16 Juni 2019, Titin bersama timnya berada di Kantor DKPP. Beberapa awak media dari Bolmong juga terpantau berada di DKPP mengkroscek laporan tersebut. Sementara itu, awak media ARUSUTARA.COM, yang turut memantau keberadaan Titin di DKPP, diperoleh informasi kalau Titin bersama timnya  menanyakan tidak lanjut laporan yang sebelumnya telah diterima DKPP.

Sementara itu, Lukman Hakim selaku staf divisi pengaduan DKPP membenarkan bahwa laporan sudah diterima dan saat ini tim DKPP sedang memverikasi semua dokumen untuk kemudian dilakukan penjadwalan sidang yang nantinya akan dihadiri pihak-pihak terkait. (Tm/Uw)

BERITA TERKAIT :

  1. Dicoret Dari lembar DCT, KPU Bolmong Dilapor ke Bawaslu
  2. Dicoret Sebagai Caleg, Titin Akan Laporkan KPU ke Bawaslu
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.