ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Camat Passi Barat Gelar Rakor

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, BOLMONG – Camat Passi Barat, Ferry Mokoginta,SP, Kamis 09 Januari 2020 menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang diikuti jajaran pemerintahan desa se-Passi Barat. Rakor berlangsung di BPU Desa Otam Barat turut dihadiri forum komunikasi piminan kecamatan dan istansi terkait diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, dan KUA Kecamatan.

Selain laporan terkait tata laksana dan kinerja pemerintahan desa meliputi realisasi ADD dan Dandes Tahun Anggaran 2019, dalam rakor sempat mengemuka sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masing-masing Sangadi, baik yang sudah beberapa tahun menjabat maupun yang baru menjalankan jabatannya pasca pelantikan setelah memanagi Pilsang sebulan lalu.

Salah satu yang meruncing adalah soal pengelolaan Dandes dari Sangadi atau Pejabat Sangadi sebelumnya, ke Sangadi yang baru saja terpilih. Di Desa Bulud misalnya, Sangadi Adin Mokodongan melalui forum rakor menyampaikan kalau di desa yang baru saja ia pimpin sejak 19 Desember 2019 atau belum genap sebulan, ada Silpa yang secara akumulatif menyentuh angka di sekitaran angka Rp 600 juta. Dari hasil dialog, disampaikan pokok poin terkait hal itu dimana Sangadi disarankan berkoordinasi secara berjenjang, mulai pihak pendamping Desa, Kecamatan hingga Kabupaten dalam hal ini Inspektorat.

Sedangkan di Desa Wangga 1, Sangadi Arsat Potabuga yang berhasil terpilih kedua-kalinya menyampaikan kondisi sosial kemasyarakatan di Desa Wangga 1 pasca Pilsang yang menurutnya masih menyisakan riak-riak yang dikhawatirkan bakal menimbulkan gesekan antar warga yang pada akhirnya akan melahirkan kondisi yang kurang baik. “Beberapa warga bahkan mengancam ada ratusan yang akan pindah jiwa ke desa lain,” kata Sangadi Wangga 1 menirukan. Arsat Potabuga bahkan di hadapan para Sangadi se-Passi Barat menyampaikan agar kiranya jika ada warganya secara berkelompok dan besar-besaran pindah jiwa ke desa tetangga di wilayah Passi Barat, agar diberikan pemahaman yang pada intinya meredakan riak-riak atau gesekan yang masih timbul pasca Pilsang.

“Kan saat Pilsang semua calon sudah sama-sama berkirar untuk sepakat akan menerima hasil Pilsang, jadi seharunya tak ada lagi riak-riak yang pada ujungnya hanya akan memecah-belah masyarakat,” kata Arsat sembari berharap tak ada lagi riak-riak di desa yang kini tengah ia urus. Camat Passi Barat sendiri mengakui bahwa memang ada beberapa kelompok warga yang menemuinya di kantor Camat terkait hal itu. Namun ia juga berjanji pekan depan akan mengumpul para tokoh masyarakat Wangga 1 untuk membicarakan hal yang tengah mengemuka yang pada intinya menyelesaikan semua riak atau gesekan yang masih terjadi.

Beberapa desa juga secara umum melaporkan kondisi sosial kemasyarakat di wilayah masing-masing yang relatif kondusif, dan yang menjadi fokus perhatian adalah soal realisasi ADD dan Dandes 2019 yang sebagian besar sudah rampung semuanya.

Camat Passi Barat juga berharap, dalam pengelolaan Dandes semua Sangadi dapat melaksanakannya sesuai ketentuan yang ada, terutama menekankan soal SPJ (Pertanggungjawaban) selain menekankan soal perolehan pajak. (uwin mokodongan)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.