Sekeliling Ka’bah Kosong dari Umat, Hoax atau Betul?

Bagikan Artikel Ini:
suasana ka’bah saat proses sterilisasi (foto : Shiraz Hassan)

ARUSUTARA.COM – Jumat 06 Maret 2020, linimasa fesbuk utamanya grup-grup paling hangat di Kotamobagu,  gaduh oleh beredarnya link URL berisi laporan situasi terkini di areal paling suci di Arab Saudi yakni Ka’bah. Foto dan video juga disebar hingga memantik komentar para netizen. Ada yang percaya, tapi tak sedikit berkomentar bahwa itu hoax.

Mereka yang percaya menyertakan data berupa tautan alamat website berita online yang melaporkan peristiwa kosongnya Ka’bah dari aktifitas ibadah umat Islam. Selain foto dan video,diposting video live streaming beserta data-data pendukung laporan media kredibel.

Sedangkan yang tidak percaya, umumnya memberi bantahan yang kira-kira begini; teman saya lagi disana kok. Barusan ia buat story keadaan di Kabah. Rame kok seperti biasanya dan tetap padat. Jangan sebar hoax ya.  Akun yang lain turut menimpali; Yang mosting agama apa ya? Kok nyinyir. Padahal Kabah tetap rame kok. Normal seperti biasanya, ribuan umat sedang bertawaf.

Jadi sebenarnya siapa yang benar dan siapa yang menyebar hoax?

Pembaca, yang membuat saya heran adalah; memangnya kenapa kalau Ka’bah kosong sementara waktu karena pemerintah kerajaan Arab Saudi sedang bersih-bersih mensterilkan lokasi demi mencegah penyebaran virus Corona yang kata Ustad Abdul Somad adalah tentara Allah? Apa situ mau orang Arab atau jutaan umat dari berbagai penjuru dunia terjangkit Corona saat tawaf di Ka’bah? Apakah tindakan mengosongkan Ka’bah dari aktifitas tawaf dianggap sebagai sesuatu yang bermakna aib, sehingga pemberitaan dari Al Arabiya pun dengan enteng dibilang hoax?

Pengosongan aktifitas tawaf di Ka’bah bukan hoax. Arab News, sebuah koran yang terbit di Arab Saudi menurunkan berita yang mengutip khotbah Sheikh Abdullah Awad Al-Juhani saat saat memimpin salat Jumat di Masjidil Haram. Dalam khotbah tersebut ia mengatakan bahwa prosedur darurat yang diambil pihak berwenang terkait penutupan Ka’bah dari aktivitas ibadah umat adalah untuk mencegah penyebaran virus dan itu sudah sesuai dengan hukum syariah. Langkah-langkah yang diambil pihak kerajaan, kata Sheikh Abdullah Awad Al-Juhani, termasuk menangguhkan pelaksanaan umroh yang tujuannya untuk membatasi penyebaran epidemi Corona.

Disampaikan juga oleh Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali sebagaimana dilansir Kumparan,meski area Ka’bah kosong,  jemaah masih bisa melakukan tawaf. Tawaf tetap diizinkan di area Masjidil Haram. “Bagi yang melakukan tawaf dilakukan di lantai 2 dan 3. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus di area dua masjid tersebut,” kata Endang, Jumat 06 Maret 2020.

Jadi berita soal ditutupnya ibadah umat islam di Ka’bah bukan hoax. Itu merupakan keputusan pihak kerajaan Arab Saudi dalam mencegah penyebaran virus Corona.
Namun penutupan ini hanya sementara waktu saja. Usai disterilkan sejak Kamis 05 Maret 2020, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah kembali dibuka seperti biasa dimulai Jumat 06 Maret 2020.
Selain sterilisasi untuk pencegahan virus Corona, pihak kerajaan juga menangguhkan pelaksanaan ibadah Umroh bagi umat Islam termasuk yang dari Indonesia. (Arus)
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.