Film Contagion (2011) Seolah Menceritakan Pandemi Covid-19 Saat Ini

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM – Beth Emhoff baru kembali dari kunjungan kerjanya di Tiongkok. Sebelumnya, saat menunggu penerbangan pulang ke Amerika, ia sempat merasa kurang enak badan. Saat itu ia sedang bercakap-cakap dengan teman bicaranya di seberang telfon. Ketika Beth batuk, teman bicaranya bertanya apakah ia baik-baik saja. Beth menjawab kalau ia hanya merasa agak pusing yang mungkin diakibatkan mabuk penerbangan atau karena ia kecapean.

Di Amerika, saat kembali berkumpul dengan keluarganya di rumah, gejala yang ia rasakan semakin bertambah. Tubuhnya gemetar saat sedang membuat kopi. Ia lalu terjatuh ke lantai dan suaminay bernama Mitch segera melarikannya ke rumah sakit. Tim medis lantas melakukan pertolongan namun nyawa Beth tak tertolong lagi.

Duka tak berhenti sampai disitu. Setelah kehilangan Istri, Mitch harus rela kehilangan putranya dengan waktu yang hampir bersamaan. Kematian Ibu dan anak ini menimbulkan tanda tanya dari pihak berkepentingan yang ingin mengetahui jawaban. Pihak Departement Human Service (DHC) mengirim utusannya bertemu dengan CDC (Centers for Disease Control) atau Pusat Pengendalian Penyakit di Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat. Timbul kekhawatiran DHC berupa spekulasi  apakah penyakit yang muncul itu diakibatkan oleh senjata biologi yang bertujuan meneror musim perayaan Thanksgiving.

Penyelidikan soal apa yang tengah dihadapi, dilakukan pihak CDC yang menugaskan dr. Erin Mears ke Minneapolis. Dokter Mears memulai penyelidikannya dengan menempatkan Beth Emoff sebagai titik awal. Bersamaan dengan keadaan yang tengah berkembang di beberapa negara terkait peristiwa itu, WHO juga melakukan hal yang sama, menyelidiki apa penyebab dari kematian yang dicurigai merupakan pandemi.

Akhirnya terkuak kalau penyakit yang menyerang tersebut adalah virus yang disebut MECV-1, berasal dari babi dan kelelawar. Para ilmuan memproyeksikan virus ini akan menginfeksi populasi dunia dengan tingkat kematian 25-30%.

***

Peristiwa di atas adalah penggalan cerita di film berjudul Contagion. Apa yang kita saksikan dalam film tersebut, mirip sekali dengan situasi pandemi Covid-19 sekarang ini. Virusnya berawal dari binatang yakni kelelawar. Pola penjangkitannya juga melalui kontak dekat dengan penderita. Virus menjalar dengan cepat melewati batas-batas wilayah, negara, dan antar benua.

Pola penanganan virus MECV-1 sama persis dengan penanganan Covid-19. Contohnya ketika Mitch diisolasi dan berstatus sebagai ODP karena ia merupakan Suami dari Beth.  MECV-1 yang telah menjadi pandemi global juga menekankan pada pemakaian masker dan social distancing kepada masyarakat. Sekolah-sekolah juga diliburkan dan kebijakan lockdown dilakukan secara ketat melibatkan aparat militer.

Jika di Indonesia desakan lockdown tak dituruti pemerintah hingga melahirkan gosip politik yang menghembuskan bahwa pemerintah (penguasa) tidak menerapkan kebijakan lockdown karena kekhawatiran akan memicu terjadinya chaos di masyarakat hingga mengancam kekuasaan, maka kekhawatiran ini tergambar dalam  film Contagion dimana terjadi kepanikan warga yang berujung pada kekacauan sosial termasuk penjarahan yang terjadi dimana-mana. Sebelumnya panic buying juga terjadi dimana masyarakat membeli kebutuhan pokok secara membludak termasuk obat-obatan yang memicu terjadinya kericuhan dan penjarahan.

Dalam film Contagion yang dirilis 9 tahun silam (2011), orang-orang yang terinfeksi virus mengalami gejala seperti pasien positif Covid-19 yakni demam tinggi, tubuh yang mengeluarkan banyak keringat disertai sakit kepala yang hebat, sakit tenggorokan, kesulitan bernafas, dan batuk. Mayat pasien yang meninggal juga dibungkus rapat menggunakan plastik dan tidak diizinkan dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana umumnya. Jikapun ada yang dibawa pulang,  itu karena mayatmya dikremasi atau dibakar dan abunya dibawa pulang untuk dimakamkan.

Petugas medis atau dokter yang terinfeksi virus juga tergambar dalam Contagion sebagaimana yang dialami dr. Erin Mears yang diperankan Kate Winselt. Ini tentu mirip dengan situasi saat ini di Indonesia dimana ada tenaga medis terinfeksi virus dan akhirnya meninggal.

Sama halnya dengan Covid-19, dalam film Contagion  pandemi virus MECV-1 dikategorikan pula sebagai penyakit pernapasan. Virus ditularkan melalui butiran air liur saat bersin atau batuk dimana tetesan itu mengenai mata, hidung, atau mulut seseorang. Himbauan cuci tangan juga disarankan. Selain melalui batuk atau bersin, penjangkitan juga dapat terjadi lewat kontak langsung dimana ada cairan si penderita menempel di tombol, meja, mesin ATM, dan bend alainnya yang lantas terkontak oleh orang lain melalui anggota tubuh terutama jari yang lantas tertular setelah orang itu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Menonton film Contagion seolah-olah kita tengah menyaksikan adanya sebuah ramalan pandemi yang akhirnya terjadi 9 tahun kemudian setelah film ini dirilis untuk pertama kalinya pada tahun 2011.

Film ini cocok ditonton dalam situasi seperti sekarang ini. Terlebih bagi yang disiplin menjalani himbauan stay home atau work from home. Pemeran film Contagion juga dibintangi aktor dan aktris kawakan seperti Matt Damon, Jude Law, Gwyneth Paltrow, Kate Winslet, Marion Cotillard, Bryan Cranston, Laurence Fishburne, dan Jennifer Ehle. Selamat menonton ya. (Uwin Mokodongan)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.