bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Uyun dan Politik Unyu Unyu

Bagikan Artikel Ini:

uyun pangalima

NUANSA poltik di Boltim makin  unyu-unyu, ngegemesin.  Boleh dong tiap-tiap orang yang bernafas memberi nilai. Sama seperti yang saya sampaikan barusan. Kalau kalian punya penilaian berbeda,  alam demokrasi yang belum putus asa kita bangun dengan iman pancasila ini, tentu memberi keluasan kepada tiap-tiap orang memberi nilai. Ormas berlandaskan kebencian aja boleh subur kok di negeri ini. Masak cuma memberi nilai tanpa kebencian gak bisa. Jaman Orba kan sudah lama tumbang. Sudah 17 tahun.

Ya. Boltim dan politiknya memang ngegemesin. Tapi unyu-unyu-nya selain menggemaskan, sebenarnya sangat menghibur. Membuat saya akhirnya memberi kesimpulan, inilah yang bikin orang Boltim awet muda. Makanya saya sudah membuang keyakinan awal yang sempat percaya kalau politik di Boltim bikin orang-orangnya kurang bahagia karena tensi darah naik sehingga mempengaruhi indeks keselowan.

Nuansa politik di Boltim yang makin unyu-unyu ini, sepertinya merekah di bawah terik matahari Tutuyan. Pilkada memang makin dekat, seperti posisi Merkurius ke Matahari. Membuat nuansa yang unyu-unyu agak memanas. Bagi orang yang punya kepala licin serupa lilin, wajarlah jika meleleh.

Mengenai kepala licin, saya ingat kasak-kusuk dan seliweran informasi dari Boltim terkait suksesi Bupati – Wakil Bupati.

Adalah Uyun Pangalima si pemilik senyum simpati, gigi putih rapi berjejer, kepala plontos dan nampak unyu-unyu, yang bakal maju mendampingi Eyang (kandidat incumbent).

Kabar dari ujung timur Mongondow ini tak main-main. Dapat saya simpulkan, Uyun rela memartil kursi Kabag Humas yang sedang dijabatnya, demi kursi Wakil Bupati. Ini berarti pula, ia punya keberanian melucuti seragam PNS-nya meski tak berarti harus telanjang bulat, masuk gelanggang politik.

Pernah menjabat selaku anggota dan Ketua KPUD Bolmong tentu membuat Uyun  bukan balita politik. Tekad Uyun melenggang ke limbuyun politik Boltim, tentu harus bulat, sebulat kepalanya. Soal ada komentar-komentar luar yang mengatakan,  politik itu licin, tentu kepala Uyun lebih licin dari politik yang dikatakan licin itu.

Semoga langkah yang kakaw Uyun pilih, telah jauh-jauh hari dipikirkan di beranda rumah, saat menyesap segelas kopi campuran pahit-manis sembari menyaksikan sepenggal matahari yang melintas melewati penggalan batu cadas puncak Ambang.

Adakah pernah terlintas kesemena-menaan iseng yang bicara; dalam politik ada kekuatan semacam yang dimiliki planet Merkurius. Atau politik itu punya kekuatan seperti inti dari Matahari, yang akan dengan cepat melelehkan tanah lilin yang sedang dipijaki.

Ah, sejarah selalu mengajarkan tentang politik. Seperti ibu yang mengajarkan bayinya mengenal warna, kata, dan hitungan.

Asvi Warman Adam pernah berkata, sejarah mengajarkan kepada kita apa yang tidak dapat kita lihat, untuk memperkenalkan kita kepada penglihatan yang kabur sejak kita lahir.

Eh, ngomong-ngomong, sebagaimana yang saya baca dan dengar, Hanura menaruh simpati terhadap Uyun. Ini bukan tanpa alasan apalagi kenihilan data. Survey internal yang dilakukan Hanura menyebutkan, Uyun mampu memperoleh angka 90 persen sebagai kandidat bakal calon Wakil Bupati yang disukai. Wew, 90 persen coy. Angka berapa lagi yang mampu menandingi.

Tapi, pengalaman atau sejarah selalu mengajarkan kepada kita bahwa, partai politik selalu tak jauh panggang dari PHP. Apa itu PHP, itulah yang kata ABG hobi bonceng tiga di motor matic sebagai Pemberi Harapan Palsu.

Maka sekadar saran untuk kakaw Uyun, percayakan survei itu kepada Hanuyun alias Hati Nurani Unyu-Unyu. Sebab setiap yang Unyu-unyu itu selalu  disukai, menghibur, ngegemesin, dan tentu sudah terbukti lewat pengalaman bahwa yang Unyu-unyu, selalu jauh panggang dari PHP dan selalu laku.

Lalu kenapa saya menilai bahwa politik di Boltim itu unyu-unyu? Bukankah tak ada penjelasan gamblang meski tak perlu panjang yang harus saya bentangkan disini?

Masuknya kakaw Uyun dalam bursa Pilkada Boltim, adalah salah satu yang membuat saya memberi penilaian demikian. Tidak puas dengan jawaban ini? Buatlah tulisan protes dan kirimkan ke pengelola media ini. Kalau Unyu, pasti 90 persen dimuat. Kalau tak Unyu, buatlah jadi Unyu.

Tapi baiklah. Agar tidak mengecewakan, saya sekadar memberi tambahan, dan anggaplah ini bonus. Politik unyu-unyu yang saya maksudkan di sini adalah politik yang menggemaskan. Saking menggemaskannya, membuat orang-orang begitu tertarik untuk ikut nyemplung ke dalam kubangan. Kakaw Uyun (kakak maksudnya) adalah salah satu yang tertarik untuk melompat.

Kristianto Galuwo

Kristianto Galuwo
Anak Totabuan tulen, Mongondow paten, Indonesia keren, yang mengaku liar di alam raya.

Bagikan Artikel Ini:
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *