ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

5 Tipe Manusia di Bulan Ramadhan

Bagikan Artikel Ini:

puasa

SUDAH, hentikan membuli Amien Rais di medsos lantaran beliau ‘mulai percaya mahluk astral’. Ini bulan puasa. Dosa kita akan berlipat ganda jika ngomongin orang. Konon begitu kata hukumnya. Jadi cukup Pak Amien saja yang meski di Masjid, nekat ngomongin pemerintahan Jokowi yang dituduh beliau mendapat dukungan kekuatan siluman.

Sudah pada tahu kan omongan politisi yang konon anti aseng ini, ketika berkesempatan berdakwah di momen Tarawih baru-baru ini, sebagaimana dikutip Republika.

Baik. Kita tinggalkan Amien Rais. Dan perkenankanlah saya (padahal sudah diperkenankan) memberi pemaparan singkat mengenai 6 tipe manusia saat bulan Ramadhan tiba.

Tentu ini berdasarkan penelitian yang saya buat ala kadarnya saja. Memang sengaja. Hanya untuk kepentingan, yang orang Mongondow bilang, pogolagolatan kon buka, alias ngabuburit kata mamak-mamak di telepisi.

Maka, simaklah pemaparan singkat saya soal 6 tipe manusia ketika menjalankan ibadah puasa,  berikut ini;

1.Tipe Superman.

Ini adalah tipe orang yang anti mengkambing-hitamkan ibadah puasanya ketika produktifitas kerja menurun. Tipe ini adalah tipe yang tidak pernah mengeluhkan ibadah puasa. Misalnya, dia tidak akan beralasan sedang mengalami lemah, letih, lesu (sebab lagi puasa) saat disuruh mamak bantu-bantu di dapur. Jika dia orang kantoran, dia tak pernah beralasan pada atasan (saat disuruh) bahwa, dia sahur cuma minum air putih. Itupun baru sempat makan sebiji kurma saat buka puasa. Dia memang layak masuk kategori ksatria atau superman yang berpuasa. Tak pernah protes ada teman sekantor—yang tidak diwajibkan berpuasa—merokok atau makan es krim di sampingnya. Dia memang kstaria dan tidak cengeng. Sholat 5 waktu tetap ia dirikan. Disuruh bolak-balik ke pasar, ke tempat foto copy, bahkan pikul-memikul barang, tetap ia jalankan.

2. Masjidku Rumahku

Orang ini biasanya menghabiskan waktu dan kegiatannya di Masjid. Dimulai sesudah santap sahur. Sambil menunggu waktu subuh, di Masjid, dia khusyuk sholat sunnah, mengaji, zikir, dan memonopoli azan. Jangan berharap usai subuh, dia bakal pulang ke rumah untuk tidur atau mencangkul di sekitar halaman rumah yang mulai tumbuh rerumputan. Orang ini memilih untuk kembali berzikir, bershalawat, mengaji, mencetak berlipat-lipat pahala. Azan Lohor, Ashar, dan Maghrib tak perlu ditanya. Dia sudah memonopoli hingga Isa tiba. Buka puasa pun di Masjid. Dia nanti akan pulang ke rumah, ketika sholat tarawih usai. Tentu setelah mengaji beberapa Juz. Dan setelah sahur usai, dia akan kembali ke Masjid. Begitu seterusnya. Membuat anak istirnya merasa kesepian di rumah.

3. Tipe Setengah-Setengah

Tak perlu panjang lebar membahas orang ini. Sesuai tipenya, orang macam ini bersifat setengah-setengah. Puasanya setengah, ibadahnya juga setengah, alias kadang-kadang puasa, kadang-kadang sholat.

4. Manusia Jam

Ya. Dia tak pernah lepas dari waktu. Orang tipe ini biasanya sahur lebih awal. Biasanya pukul 02:00 dinihari. Tepat pukul 03:00, dia yang kembali lapar, mencoba menengok menu sahur apa yang masih bisa disantap. Tentu sembari memberi peringatan awas kepada orang-orang rumah supaya memperhatikan waktu Imzakiyah. Jam dinding di ruang makan, dia setel sesuai dengan jam di tangan kirinya. Jam, menit, dan hitungan detiknya tepat. Begitupun jam di Masjid terdekat. Sudah dia setel sesuai jam tangannya. Orang tipe ini sepanjang hari, selalu saja menengok kalau bukan ke tembok, ya ke lengan kiri. Maka jangan heran di media sosial, statusnya selalu soal seputar waktu, macam begini; “Hm, masih lama,” kadang-kadang begini; “Jarum jam kok lambat ya jalannya,”. Kalau sudah tengah hari, dia akan buat status begini; “Tetap smangat. Meski beberapa jam lagi,”. Usai Ashar, statusnya semakin meruncing, begini,  “Ashar itu pertanda apa ya? Hehe, 3 jam lagi bro and sist,tetap smangat ya”. Dan ketika gambar langit mulai menampakkan nuansa Magrib, jujut-menjujutlah statusnya, seperti umat seantero bumi yang tengah menantikan pukul 00:00 di malam pergantian tahun.  Jadi jangan heran, gadget kesayangannya akan membunyikan suara musik gembira yang disetel otomatis dengan aplikasi suara azan. Tak usah tanya apa status yang bakalan dia buat. Tentu tak jauh-jauh dari limpah sukur dan ragam menu yang tak dia sadari bakal bikin darah tinggi.

5. Pahlawan Dipan

Inilah tipe manusia berpuasa yang berjuang melipat-gandakan pahala dengan cara yang selalu menimbulkan perdebatan. Dia mengambil sikap untuk lebih mimilih diam atau tidur di dipan empuk ketimbang berbuat dosa, atau hal-hal yang menimbukan riya’. Tapi nampaknay dia salah menafsirkan Haditz yang berbunyi:  نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصَمْتُهُ تَسْبِيحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ yang artinya : “Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnyaadalah tasbih,doanya terkabulkan, dan amalannya dilipat gandakan,”.

Eh, sekian dulu ya. Saya mau ke posko Ramadhan dulu. Jangan terlalu diambil serius ya. Ketimbang bersuudzon macam Amien Rais terhadap pemerintahan Jokowi yang katanya didukung kekuatan siluman, mending melakukan penelitian suka-suka. Tabiq.

Rully Dilapanga

rully
Gagal jadi aktivis, polisi, dan pembalap. Nasib malah membawa dia jadi PNS
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *