bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Istrimu, Artismu, Andalanmu

Bagikan Artikel Ini:

istri

APAKAH Anda adalah tipe suami yang suka mengeluh soal penampilan istri? Saat ditinggal sebentar ke pasar, ketika tengkurap bermalas-malasan di kamar sembari mengelus-elus batu akik,  mungkin Anda bertanya-tanya dalam khayal begini; “Artis-artis sinetron dan bintang pilem itu manis-manis ya? Bodinya uhuy kulitnya mulus terawat,”.

Dan berhubung beberapa waktu belakangan, Anda yang melek berita di tipi, tahu soal terkuaknya berita artis yang nyambi ke ranah prostitusi, kemungkinan reaksi Anda mungkin begini; “Artis bisa dipake? Ah, seandainya saya punya duit banyak,”

Lalu diam-diam Anda mulai bertanya pada Om Gugel, siapa sebenarnya inisial AA, artis yang tertangkap itu. Termasuk mencari tahu bocoran inisial yang dibeber RA mucikari artis AA yang tertangkap polisi tempo hari. Apa reaksi Anda? Kemungkinan masih sama seperti diatas.

Selanjutnya, entah sadar tidak sadar (pasti sadar), diam-diam Anda membandingkannya dengan istri sendiri yang baru saja disuruh ke pasar. Tak ditemani pula. Padahal harusnya bantuin. Banyak belanjaan tuh dan berat-berat pastinya.

Karena Anda yang pintar mengukur kemampuan diri—sebab sadar bukan Tomi Winata—akhirnya khayalan Anda mampet, tak mungkin bisa meniduri artis-artis itu yang kemulusan paha dan busung dadanya kini seliweran di dalam kepala Anda. Maka tindakan untuk menarik khayalan ke tingkatan lokal, adalah cara bermimpi (kalau tak disebut rencana) yang cukup realistis. Seperti kata pepatah; tak ada rotan, akar pun jadi.

Maka menyasar sudah pikiran itu ke perempuan-perempuan cidap mulai dari kelas cabe-cabean yang hobi pakai cadeko di atas motor metik sakota sambil bonceng tiga, sampai kelas terong-terongan. Ini belum termasuk apa yang diistilahkan ABG-ABG di Kotamobagu sebagai cabe-cabean kelas bodong yang taraf kecentilannya bikin kakaw-kakaw bisa lupa password fesbuk. Tentu setelah melengserkan tipe artis macam JP yang sudah lama dilengserkan pendatang baru Duo Serigala.

Apakah Anda adalah tipe suami yang sempat mengkhayalkan semua itu? Mungkin bisa jadi tak soal dan manusiawi ketika Anda mengkhayalkan itu.  Tapi bagaimana jika sudah pada taraf duduk mengkhayal dan membanding-bandingkannya dengan istri atau pasangan Anda sendiri? Hingga tanpa sadar, pikiran-pikiran itu mulai merusak suasana di meja makan hingga ranjang yang mengakibatkan rumah tangga dan hubungan asmara yang membara jadi kolaps.

Maka cobalah ikuti kiat-kiat berikut ini, yang sebenarnya bukan barang baru. Kecuali hasil modifikasi dari yang sudah ada dan tersebar luas hingga bisa diakses sampai di sudut-sudut dipan.

Jangan melulu menyalahkan istri yang sudah tak tampil uhuy lagi kayak masa pacaran lalu. Sebab masalah utama itu kemungkinan ada pada Anda selaku suami yang kurang peduli tapi banyak maunya.

Yang perlu Anda sadari adalah;

Pertama : Untuk bisa tampil cantik, cakep, manis, dan mulus-mulus uhuy macam yang seringkali ‘mengotori’ mata dan pikiran Anda setelah melihat keagungan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa terbuka di banyak tempat, jelas memerlukan biaya perawatan. Motor metik Anda saja butuh dirawat biar kinclong, masak istri kagak?

Nah, kasihlah duit ekstra buat istri Anda. Untuk apa? Ya, untuk perawatan. Jangan pura-pura tidak tahu kalau 20 sachet Glucogen aja harganya sejuta lebih. Jangan cumak motor metik yang dibikin kinclong agar enak ditunggangi dan menarik hati cabe-cabean. Istri juga perlu. Bukankah itu impian Anda? Ketimbang mengkhayalkan cabe-cabean di tipi atau di sekitar lingkungan Anda. Jangan hanya mau istri cakep macam artis tapi pelit. Kan gak perlu juga kayak Roro Sinta yang menghabiskan 500 juta sebulan hanya untuk perawatan supaya tetap uhuy. Bedak pelembab, cream yang bikin kulit jadi mulus-kinyus, vitamin E, semua itu kan harus dibeli bro.

Kedua : Janganlah menyuruh istri Anda bekerja yang berat-berat. Menyuruh istri mengangkat batu di belakang rumah adalah tindakan biadab bro. Apalagi menyuruhnya menimba air setiap hari. Kalau sekali-sekali mungkin boleh. Tentu dengan harapan dan tehnik yang sebenarnya mengandung kelicikan ketika Anda mengatakan; “Sayang,menimba air itu bagus lho karena dapat mengencangkan otot perut agar lemak hilang,”. Padahal karena Anda malas saja melakukan itu. Dan alangkah biadabnya menyuruh istri cari kayu bakar di kebun untuk keperluan memasak di tungku. Asap dan abu itu bisa bikin kulit wajahnya rusak lho. Dan menyuruh dia ke pasar lalu menenteng-bembeng semua barang belanjaanya, sementara ente sendiri asik ngopi di rumah, itu adalah tindakan tak berperasaan. Belum termasuk urusan menyusi anak yang rewelnya minta ampun.

Jangan pernah pula menyuruh dia mengangkat karung beras yang baru saja Anda turunkan dari motor metik. Apa Anda belum tahu, konon asal mula beras plastik, berawal dari ucapan istri yang mengutuk suaminya jadi batu akik, hingga beras ikut-ikutan kena dampak dari kutukan itu. Wew, mulut istri memang bertuah kalau lagi marah coy. Makanya hati-hati menyiksa istri lahir batin.

Ketiga : Perhatikanlah frekuensi kehamilan. Berilah kesempatan setiap sel-sel saraf yang rusak pasca melahirkan, berganti jadi baru lagi. Kasihan istri Anda jika baru beberapa bulan masa nifas, sudah Anda hajar lagi disudut dipan.

Setiap suami yang suka membanding-bandingkan istri, kudu memperhatikan ini. Tahukah kalian berapa ribu sel saraf yang hancur pasca istri Anda melahirkan? Dan itu butuh waktu lama untuk menggantikan sel-sel yang rusak itu. Kasihan kan kalau sel-sel dalam tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih, sudah harus “dihajar” lagi, disuruh hamil. Dan alangkah biadabnya ketika frekuensi kehamilan yang  terlampau pendek itu, para suami mulai mengoceh meski dalam hati; “Uh, istri saya masih muda tapi tak mulus lagi. Bagian bokong dan wilayah perutnya penuh selulit seperti bekas luka sayat,”.  Sungguh hanya suami brengsek tak sayang istri yang mampu mengoceh begitu. Padahal semua itu terjadi karena kemauan dia sendiri dan tak menghargai pengorbanan istri berjuang dari maut agar bayi dan dirinya bisa selamat. Ikatan istri-istri mugkin setuju, suami-suami yang mengocehkan selulit di perut dan bokong istri, layak dikutuk jadi batu akik, lalu dijual ke tukang tadah. Hasilnya, dipakai istri untuk ngurus diri dan cari suami baru yang lebih peka, setia, dan penuh kasih sayang.

Ketiga : Kalau istri Anda keluar rumah saat matahari bersinar terik, coba kasih dia payung. Sebelum keluar, pastikan juga dia sudah memakai cream anti radiasi dan anti ultraviolet. Apalagi bagi Anda yang demen kulit putih bersih terawat. Lain soal kalau Anda memimpikan kulit coklat memerah dibakar matahari seperti yang digilai bule-bule itu. Bahkan seandainyapun demikian, berjemur dibawah rangas matari, tetap perlu cream bro. Supaya hasilnya memukau, eksotis, dan mengairahkan.

Keempat : Gizi itu enting untuk kecantikan luar dalam. Ini bukan berarti mahal. Bahkan sekalipun mahal, kenapa tidak? Hasilnya kan tetap ente juga yang nikmatin to? Maka belilah buah-buahan mengandung banyak vitamin dan taruh di atas meja makan. Buah pir dan apple itu, sangat dibutuhkan tubuh lho. Seberapa sih dengan harga buah-buah itu. Gak sebanding dengan hasil yang nanti direguk sendiri. Untuk di Mongondow, Gora, Kokupa, dan Mangga mudah sekali di dapat. Pisang pun demikian. Hari-hari ada di pasar. Jangan anggap remeh Gora dan Kokupa Mongondow (buah-buahan jenis jambu air).

Kebutuhan terhadap lauk-pauk juga kudu diperhatikan coy. Percayalah, makanan memegang pernan penting dalam urusan kecantikan. Buah-buahan yang mengandung banyak air itu penting. Terlebih yang mengandung serat. Kalau soal balimbing botol mungkin Gunawan si penyanyi lokal itu yang paling tahu bagaimana pedihnya itu.

Kelima : Kapan terakhir kali Anda membelikan susu pada istri Anda untuk diminum? Kapan pula ngasih duit membelikan perawatan mandi dia? Mulai dari sabun sirih biar keset dan wangi, juga cream susu yang dicampur ramuan wewangi dan kembang tujuh rupa untuk dipakai mandi. Sebab di jaman Mesir kuno saja, Cleopatra yang cantik nan aduhay itu, seminggu sekali dia mandi susu lho. Masak di jaman sekarang gak bisa siapin itu buat istri. Kan banyak krim susu yang dijual di toko.

Keenam : Coba cari staf rumah tangga di rumah. Masak hampir semua urusan domestik istri yang tangani. Mulai dari ngurus suami, ngurus anak, ngurus ini-itu, cuci baju, menyetrika, menyapu halaman, atau menggosok batu akik. Ekhuu..istri bukan budak coy. Coba liat artis-artis andalan ente di tipi, apa mereka jadi pekerja rodi begitu? Rata-rata dari mereka kerjanya ngurusin tubuh coy. Jadi jangan heran mereka mulus-kinyus.

Maka alasan apalagi yang hendak diutarakan para ikatan suami yang suka membanding-bandingkan istrinya dengan artis dan perempuan-perempuan klas cabe-cabean hingga terong-terongan dan bodong-bodongan.

Demikianlah. Untuk sementara ini, sekian dulu ya. Nanti kita sambung lagi lusa nanti.

Uwin Mokodongan

Uwin Mokodongan
susah senang tetap saudara sepiring dan sebotol

Bagikan Artikel Ini:
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *