ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Kongkalingkong Hasil CPNS 2009

Bagikan Artikel Ini:

CPNS 2009

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Kelulusan CPNS Daerah hasil kongkalingkong alias ruci kata orang kotamobagu, memang menyisakan bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Praktek permainan nilai, hapus menghapus rangking, jual beli kursi dan percaloan yang mengakibatkan kerugian hak orang lain, adalah kejahatan yang pantas dipertanggun-jawabkan di depan hukum.

Hasil Tes CPNS Kota Kotamobagu tahun 2009 adalah contoh.  Hardi Mokodompit  yang ketika itu menjabat selaku Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kotamobagu, adalah anggota panitia penjaringan dan penerimaan tes CPNS Kotamobagu Tahun 2009, yang ikut terlibat.

Seleksi dibuka melalui beberapa tahap. Dimulai dari bulan  Oktober sampai dengan Desember 2009. Para peminat terbilang cukup banyak dibanding kuota yang dibutuhkan. Terhitung ada 4.559 peminat yang mengikuti seleksi.

Dari jumlah tersebut, ada 2.929 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi berkas, sehingga berhak mengikuti ujian tertulis yang digelar pada 24 November 2009.

Panitia dan operator bekerja siang malam melakukan pemeriksaan. Bahkan sempat ‘pindah’ kantor ke Hotel Funnramah Kotamobagu.

Saat tim sedang bertugas memeriksa hasil ujian tertulis CPNS Kotamobagu Tahun 2009, tangan-tangan kotor mulai turut campur. Oleh Hardi Mokodompit (Kasasinya ditolak Mahkamah Agung), tercetuslah kesepakatan jahat untuk merubah hasil Lembar Jawaban Komputer (LKJ).

Hardi Mokodompit menyuruh operator inisal GM dan MF yang bertugas mengolah data scaning untuk merubah nilai LJK tersebut sehingga memengaruhi hasil rangking. Bahkan secara bersama-sama mereka nekat mengganti nama yang lulus dengan nama yang tidak lulus.

Tak berhenti sampai di situ, Ketua Panitia CPNS 2009 Mohamad Mokoginta (sudah divonis) datang pula membawa daftar nama untuk diluluskan. Dalam amar putusan Pengadilan Tinggi Manado, terkait persidangan Hardi Mokodompit, disebutkan bahwa daftar nama yang dibawa Mohamad Mokoginta adalah daftar nama dari Wakil Walikota yang diberikan kepada Mohamad Mokoginta melalui Drs Roy Bara, untuk diluluskan.

Masih dalam amar putusan itu, disebutkan pula bahwa daftar nama yang diberikan Hardi Mokodompit kepada operator diambil dari Walikota Kotamobagu.

Hasilnya, nama-nama yang ada dalam daftar titipan tersebut berhasil menduduki peringkat atas dan lolos jadi CPNS.

Kongkalingkong itu terendus aparat hukum.  Selain Hardi Mokodompit yang didudukkan sebagai terdakwa,  nama yang ikut terseret dalam kejahatan itu  masing-masing Idrus Manoppo dan Mohamad Mokoginta. Keduanya sudah divonis Hakim Pengadilan Tipikor Manado.

Sedangkan Hardi Mokodompit yang ikut dijatuhi vonis 1 tahun penjara, menyatakan banding. Namun Pengadilan Tinggi Manado menguatkan putusan vonis 1 tahun penjara tersebut, hingga membuat Hardi mengajukan Kasasi.

Hasilnya apa? Mahkamah Konstitusi menolak pengajuan Kasasi yang dilayangkannya, sehingga keluarlah putusan yang pada pokoknya menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dengan sengaja memalsukan daftar khusus secara bersama-sama . Perbuatan tersebut  membuat terdakwa tetap dijatuhi hukuman selama 1 tahun penjara.

Menuntut Keadilan

Nellasary Paputungan adalah salah seorang pelamar CPNS Kotamobagu Tahun 2009 yang sudah dinyatakan lulus. Akan tetapi nasib malang menimpanya setelah tangan-tangan kotor bersekongkol, hingga mengakibatkan lulusan SMK Negeri 1 Kotamobagu itu urung jadi PNS.

Dia melamar pada formasi Administrasi Umum. Berdasarkan pengumuman yang dipublikasi panitia di Lapangan Kotamobagu dan Kantor Pos Kotamobagu, namanya muncul dan berhasil lulus di formasi yang ia lamar.

Dikatakan Riyan Thalib, suami Nellasary Paputungan, istrinya sudah sempat ikut apel perdana CPNS yang namanya berhasil lulus.

“Kasihan, ketika itu istri saya sempat pingsan saat mengikuti apel perdana karena sedang hamil,” tutur Thalib.

Padahal, lanjut dia, selain mengikuti apel perdana CPNS yang berhasil lulus tes, istrinya sedang mengurus kelengkapan berkas sebagaimana dimintakan pihak BKD Kotamobagu.

Thalib mengisahkan, tiba-tiba terjadi kekisruhan terkait hasil tes CPNS setelah Wakil Walikota yang masih dijabat Tatong Bara ketika itu, mengirimkan surat kaleng ke BKN Pusat. Konon isi surat kaleng itu berisi laporan dan protes terkait daftar nama-nama yang lulus CPNS karena dianggap menempuh jalur kongkalingkong.

Alhasil, kelulusan istrinya, dibatalkan, dan entah bagaimana ceritanya, keluar daftar nama-nama yang baru.  Proses pengumumannya pun dilakukan secara diam-diam, yakni lewat telepon dan surat. Sebagaimana disampaikan Thalib.

“Saat itu istri saya yang sebelumnya sudah dinyatakan  lulus,  sudah tidak dapat surat pengumuman kelulusan. Begitu juga informasi lewat telpon,” kisahnya, sembari mengutuk kejahatan yang dilakukan oknum-oknum pejabat yang terlibat dalam kongkalingkong itu.

Thalib juga mengisahkan, saat istrinya dinyatakan lulus pada pengumuman sebelumnya, Sekretariat DPRD Bolaang Mongondow, akhirnya memberhentikan istrinya selaku tenaga honorer di sekretariat dewan karena sudah lulus CPNS.

“Pihak Sekretariat DPRD Bolmong bahkan sudah mengeluarkan SK pemberhentian istri saya selaku tenaga honorer karena sudah lulus. Namun pada akhirnya, akibat permainan oknum-oknum pejabat yang mengganti nama peserta yang lulus, istri saya harus tersingkir,” kisahnya.

Setelah mengetahui Kasasi terdakwa Hardi Mokodompit ditolak MA, Thalib mengatakan, mereka yang merasa dirugikan akibat persekongkolan jahat yang dilakukan oknum pejabat, akan menuntut keadilan.

“Kami akan menuntut keadilan setelah kami dirugikan. Saat ini kami sedang berupaya melakukan kontak dan koordinasi dengan teman-teman lain yang merasa ikut dirugikan dan jadi korban persekongkolan ini,” pungkasnya. (Uwin Mokodongan)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *