bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

PLN Adalah Trending Topik Sepanjang Masa

Bagikan Artikel Ini:

we love PLN

ASSALAMUALLAIKUM. Apa kabar wahai umat yang diwajibkan berpuasa? Sehat-sehat? Apa kabar juga wahai umat yang tidak diwajibkan berpuasa? Sehat-sehat juga? Alhamdulillah ya. Semoga kesehatan senantiasa berlaku pada kita semua.

Saya jarang menulis di media. Oopss..!! bukan jarang lagi. Tak pernah bahkan. Tapi kawan di BBM tiba-tiba meminta. Saya sendiri kaget. Entah apa yang menjadi alasan. Setelah diberitahu, ternyata permintaan itu bermula dari status saya di BBM, yang seringkali nongol terutama tiap Perusahaan Listrik Negara melakukan pemadaman tanpa aba-aba.

Rupanya kepala suku Arus Utara yang meminta saya supaya menulis. Tentu saya menolak. Karena kenapa? Karena saya memang bukan penulis. Tapi lagi-lagi Uwin Mokodongan memaksa. “Gak bisa nulis, masak sering bikin status”. Demikian chat yang dia kirimkan via BBM.

Saya tak bergeming. Chat lantas masuk seperti biji kopi yang berguguran dari pantat Luwak. Isinya adalah pemaksaan kehendak. Dalam keadaan terdesak, akhirnya saya memilih untuk mengalah. “Baiklah. Saya akan menulis. Tapi tentang apa bro,?” Dia membalas, “Mulailah dari status yang ente buat,”.  Chat saya selanjutnya adalah, “Bagaimana caranya?” BBM pun berbalas, “Seperti ketika ente sedang tampil di panggung stand up komedi,”.

Akhirnya saya terjerat rayuan dan mengiyakan keinginnanya. Setelah saya pikir-pikir, tak ada salahnya mencoba. Maka lahirlah tulisan ini. Bermula dari status BBM saya.

* * *
Korupsi, terorisme, narkoba, kehidupan artis, tim garuda yang kalah tarung, isu-isu seputar itu sudah kita kenal reputasinya; menjadi trending topik umat jagat maya nusantara. Tak terkecuali Sutan Batugana yang entah apakah behelnya sudah dilepas apa belum.

Tak sedikit pula artis yang konon demi mendongkrak popularitas, melakukan hal-hal heboh dan kontroversi, semata-mata untuk cari perhatian, dijadikan trending topik, demi rating supaya masih tetap laku. Tentu ini diluar jalan hidup yang dipilih artis inisial AA yang kedoknya terbongkar oleh keusilan polisi di sebuah hotel.

Lumrah dalam sebuah revolusi. Demikian saya pinjam ucapan Bung Karno dalam sebuah pilem buatan orde baru, yang dulu sering diputar setiap tanggal 30 September. Malam-malam pula.

Ya. Lumrah. Adalah sebuah kelumrahan jika ada artis atau politisi yang menjadi trending topik umat se-nusantara.

Tapi, bagaimana jika yang menjadi trending topik itu bukan artis, bukan politisi, bukan pula penyanyi kelas legendaris yang sudah berkelana kemana-mana dengan gitar tuanya?

Sialnya lagi, sudah tahu bukan artis atau gitaris yang melarang anak muda untuk tidak begadang, namun eh berani-beraninya cari urusan dengan cara main gelap-gelapan. Situ mengalami masa kecil yang kurang bahagia, apa? Belum pernah main paka-paka dusu di glap-glap ya, jaman kanak dulu? Itu lho hide and seek kata orang Amerika, alias petak umpet orang Jawa bilang.

Baru jadi perusahaan kelas BUMN kok seenaknya main padam-padaman. Apa sampean ingin memancing provokator yang bakal ngomporin orang-orang (untung sedang puasa), lalu dengan aneka ragam bahan yang mudah menyala, menyerbu kantor BUMN pemancing onar itu lalu membuat api unggun di situ?

Ya. Ternyata PLN sebagai BUMN yang tak mau kalah dengan PSSI dari segi kontroversi penuh maki, memang selalu update memainkan peran agar senantiasa menjadi trending topik sepanjang masa. Bahkan betapa kurangajarnya karena mampu menggeser nama Dahlan Iskan yang tersandung Gardu PLN. Kurangajar bukan? Mantan bos sendiri ditelikung dari belakang.

Di Kotamobagu, hal-hal yang sebenarnya penting dibahas dan dijadikan trending topik, cepat sekali sirna, seiring sirnanya cabe-cabean yang diidintifikasi kepala suku Arus Utara sebagai adek-adek yang baku bonceng pacal tiga di motor metik, karena bulan puasa tiba.

Tapi apa yang senantiasa tidak pernah lepas dari pembahasan segala jenis umur, potongan rambut, jenis kelamin, agama, pendidikan (dari yang patah pinsil sampe yang patah hati), dari cara duduk hingga cara berjalan, dari yang jomblo hingga yang (masih) tetap jomblo, atau dari yang suka pelem setang sampe drama korea?

Ya. PLN jawabnya. Jangan heran jika PLN senantiasa hadir di lini masa fesbuk, twitter, path, be be em, dan di ruang-ruang karlota mamak-makak megapiksel. Pada tingkatan brutal, PLN dan tabiat padam-memadamnya, eksis juga di arena kebun binatang yang diurus jutaan warga.

Tapi itu belum cukup. PLN dan tabiatnya juga masuk hingga ke kisi-kisi akidah. Saat sedang santap sahur, bahkan ketika menjelang magrib, PLN eksis dengan kekurangajarannya. Apa tidak tahu kalau ada orang-orang sedang berbuka puasa dengan menyantap mujar dan nilem yang penuh tulang? Di situ bukan agen Man In Black kan? Atau?? Mau ngajak bergulat di lapangan?

Tapi akhirnya saya sadar. Betapapun kekurangajaran PLN, tetap ada segi positifnya. Pertama, PLN membuat semua umat tanpa memandang ras dan agama, menjadi kreatif dalam membuat istilah. Makanya di Mongodnow ada istilah Pungit Lipu Nami. Ada juga Perusahaan Lilin Negara, dan begitu pula  P*** L*** N**** (tanda * adalah sensor, silahkan isi sendiri).

Kedua, PLN sebagai BUMN yang sedang mengidap masa puber yang akut dan alay, melahirkan embrio-embrio kreatifitas umat manusia dalam bidang Meme. Tentu ini hanya bisa disaksikan di jagat maya. Di situ berserakanlah meme-meme kreatif yang dipadukan dengan ragam jenis flora dan fauna dari Ragunan hingga Amazon.

Keempat, PLN melahirkan peluang dan kesempatan bagi orang yang sedang pacaran. Meski tak jarang membawa sial yang memalukan dan durjana karena gelap membuka jurang-jurang gelap pembawa dosa. Ini dapat kita lihat di RU ketika ada orang bikin status begini; “Soe skali, gara-gara PLN p model, laste taraba pa mama mantu!!” lengkap dengan emoticon muka merah dengan kepala berasap, dan aneka benda tajam.

Keempat, PLN adalah kita. Haddeh *&*@$%%*… kenapa bisa begitu? Ya, PLN ada karena kita ada. Seandainya kita tidak pernah ada di muka bumi ini, maka dengan sendirinya, PLN juga tidak akan pernah ada. Istilah makang pujinya, PLN is not exist if human is not exist too. Btw, kalimat inglis itu membutuhkan koreksi. Sebagaimana kita juga butuh mengoreksi PLN.

Penulis : Ewin A Damopolii

erwin
Pernah manggung di Stand Up Comedy Manado Town Square, pria penuh cita-cita  
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *