bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Sakitnya Tuh Sampe’ Di KUA

Bagikan Artikel Ini:

Jomblo

INI BUKAN keresahan yang lahir gara-gara harga sembako di bulan Ramadhan. Sebab harga sembako tidak menganggu kaum Jomblo, namun mengusik mereka yang sudah berkeluarga. Ini bukan pula soal baju baru merek (sensor) yang digandrungi kawula muda Kotamobagu, jelang lebaran. Sampe’ rame-rame bapumpun ka Manado.  Bukan pula soal seperak dua perak yang wajib ada saat lebaran, meski sekedar untuk isi bensin, dipakai jalan-jalan ke pantai Lolan yang masih jadi andalan. Tapi ini tentang kegalauan kita yang masih jomblo jelang hari raya Idul Fitri.

Jika kamu adalah remaja yang sudah lulus SMA, atau umur yang sudah menginjak 25 hingga 30 tahun ke atas, pasti akan mengalami situasi ini. Apa itu? Apalagi kalau bukan momen cipika-cipiki tepat di hari lebaran.

Berkumpul, kedatangan tamu, dan bertamu di momen lebaran, adalah 3 hal yang setali tiga uang merupakan suasana yang senantiasa tak lepas dari pertanyaan macam begini; “mana pasanganmu?” Lalu yang lebih runcing lagi, “kapan menikah?” dan yang lebih menohok, “sudah berapa anakmu?”.

Nah inilah suasana yang terkadang membuat dengkulmu agak gemetar. Bagi yang sudah biasa, paling-paling hanya merasa was-was sembari berdoa supaya pertanyaan itu jangan sampai meluncur dari mulut sanak saudara dan orang-orang tua yang selalu mengulang pertanyaan yang itu-itu saja.  “Onda bi’ calonmu, bo to onu bi’ ikow?” selalu begitu, menjadi pertanyaan ritual tahunan.

Sakit tidak ditanyain begitu? Suasana haru, maaf-emaafkan, ada tawa, kangen-kangenan, opor ayam dan aneka kue-kue lezat plus minuman, tiba-tiba drop, hambar-tawar oleh pertanyaan 5 detik, namun dulang-ulang oleh mamak-mamak yang datang.

Terkadang saya berpikir, apa mereka tidak tahu, betapa membahananya  terjangan ombak badai angin topan beliung selama ini yang menghujam dada, terpontang-panting sana sini cari kenalan, masuk keluar kampung orang, melewati pos kamling dan lorong-lorong rawan, kena tilang, diterjang hujan, bertamu di gelita malam, berikhtiar saban malam, semua itu dilakukan demi untuk mendapatkan kekasih. Tak usah dihitung berapa kali lolos dari maut. Ketemu penjahat dan rentan jadi korban begal. Tapi apa? Chairil anwar berkata; “….tak satu jua pintu terbuka”.

Hehe, jujur. Pernah sih sekali dua ada pintu terbuka. Tapi yah begitulah. Adek-adek suka selfie dan gaul-gaulan di motor metik ini masih gampang tergoda motor 2 tak. Masih suka pula gonta-ganti patjar. Belum bisa mengartikan makna sebuah hubungan yang layak dipertahankan meski dengan darah sekalipun. Ekhuhu.

Lebaran masih akan melewati 3 malam minggu. Masih ada waktu untuk berjuang. Kalaupun belum dapat, siapa tahu di injury time, ada fenomena baru yang tercipta. Misalnya, soal patjar sewaan. Nah kenapa tidak.

Ngomong-ngomong soal patjar sewaan, pengelola media ini sepertinya paling tahu. Konon dia pernah mempraktekkannya. Ini isu yang pernah saya dengar. Membuat saya penasaran mencari tahu, betul tidak ada jasa patjar sewaan?

Oh, ya. Bagi mamak-mamak yang ternyata suka membaca Arus Utara, semoga artikel ini jadi catatan penting. Permintaan saya mewakili kaum Jomblo di kampung, tolong ganti topik pertanyaan ketika bertemu. Sebab lebaran bukan forum tanya jawab soal jodoh atau pasangan. Sekali-kali tanyalah soal berapa kali puasa bolong, sholat 5 waktu gimana, dan pertanyaan seputar ramadhan yang baru lewat.

Dan untuk para pembaca yang masih Jomblo, marilah kita saling mendoakan di momen barokah ini.  Salah satu doa yang perlu dipanjatkan saat sholat tarawih adalah, semoga sanak saudara tidak mengusik wilayah ‘nyaman’ yang sedang kita nikmati penuh kemerdekaan. Namun, jika ‘zona nyaman’ ini masih tetap diusik, katakan saja bahwa selera kita memang tinggi.

Jadi, tenanglah Mblo, lebih baik kita dibuli karena belum memiliki pasangan, ketimbang dibuli gara-gara bermasalah dalam memilih pasangan. Sakitnya tuh sampe’ di KUA.

Rully Dilapanga

rully
Gagal jadi aktivis, polisi, dan pembalap. Nasib malah membawanya jadi PNS

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *