ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Wislan Suangi Bangga Amankan JK

Bagikan Artikel Ini:

Wislan

WISLAN SUANGI, anak Mongondow yang bertugas di Batalyon Infantri Yonif 714/Sintuwu Maroso Poso Sulawesi tengah, mengaku bangga terekrut oleh pihak Paspampres, untuk bersama-sama melakukan pengamanan terkait kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Poso, Selasa 16 Juni 2015, hari ini.

Dihubungi  awak Arus Utara  via ponsel, usai dirinya bertugas, alumni SMA Negeri 3 Kotamobagu ini mengatakan, ada  10 pasukan dari Batalyon Infantri Yonif 714/Sintuwu Maroso yang berhasil terekrut dan bekerjasama dengan Paspampres melakukan pengamanan khusus. Dia adalah salah satu dari 10 orang yang terekrut itu. Tugas mereka adalah pengamanan ring VIP di Rumah Jabatan Bupati (PAM TIRAI-RUJAB) termasuk pengamanan ketika penjemputan di bandara.

Wislan, anak Mongondow asal Desa Moyongkota, setelah lulus SMA Negeri 3 Kotamobagu tahun 1997, memutuskan untuk masuk tentara. Dia berangkat ke Manado dan mendaftar. Setelah diterima dan mengikuti pendidikan,  dia ditempatkan di Batalyon Infantri 711/Raksatama atau Yonif 711/RKS. Merupakan Batalyon Infanteri yang berada dibawah komando Korem 132/Tadulako, Kodam VII/ Sejarah Pembentukan Yonif 714/SM.

Tahun 2005, Wislan Suangi, yang kini masih berpangkat Koptu, dipindahkan ke  Batalyon Infantri 714/Sintuwu Maroso, berkedudukan di Poso.  Ketika itu Batalyon ini baru saja terbentuk.

Selasa 16 Juni 2015, siang tadi, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, tiba di Poso. Sebelum kedatangannya, aparat gabungan TNI-Polri menggelar apel pasukan untuk menjaga keamanan jelang kedatangan itu.

Sedikitnya 1.000 personel gabungan TNI/Polri bersiaga di  Lapangan Kasintuwu.

Wislan Suangi Yonif 714Disampaikan Wislan Suangi, sehari sebelum kedatangan Wapres Jusuf Kalla, Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bahctiar sempat memimpin apel gelar pasukan.  Pangdam menegaskan kepada seluruh pasukan untuk tetap menjaga soliditas di lapangan. Sekecil apapun kendala yang terjadi dalam kunjungan tersebut akan menjadi tanggung jawab TNI/Polri.

Wapres Jusuf Kalla datang ke Poso untuk melakukan peresmian  Terminal Bandara Kasiguncu, Proyek PLTA Poso Energy, Pembangunan City Mall, dan peresmian Sekolah Pendidikan Poso Harmoni di Kecamatan Pamona Utara.

Wisalan Suangi adalah salah satu personel yang terlibat  melakukan untuk pengamanan terkait kedatangan Wapres Jussuf Kalla. Hal ini membuat dirinya bangga.

“Ya, jelas saya bangga bisa terlibat melakukan pengamanan terhadap Wapres Jusuf Kalla dan bergabung bersama pasukan di ring VIP RUJAB,” katanya via ponsel.

Wislan menceritakan, bersama tim, dirinya ikut terlibat melakukan pengamanan dalam penjemputan Wapres Jusuf Kalla saat tiba di bandara. Dari situ, bersama iring-iringan, mereka bergerak ke lapangan dimana Wapres Jusuf Kalla akan menghadiri acara Puncak Harmoni Poso.

Dalam acara tersebut, Wapres Jusuf Kalla  mendapatkan piagam penghargaan terkait perannya mendamaikan konflik  yang terjadi di Poso beberapa tahun silam.

“Setelah dari lapangan poso, kami bergerak melakukan pengawalan ke rumah jabatan bupati,” ujar Wislan.

Wislan Suangi menikah dengan perempuan Poso bernama Lidyawati Mareoli. Mereka menikah pada tahun 2003. Dari pernikahan tersebut, keluarga ini  dikaruniai 3 orang anak, masing-masing; Linda Nuraisah Suangi ,sekarang duduk di bangku SMP,  Muhamad Zaki Suangi, duduk di bangku kelas 4 SD, dan yang ketiga, Gian Arya Suangi, kelas 2 SD.

Ketika ditanya apa pesan khusus yang hendak disampaikan kepada anak-anak Mongondow, Wislan mengatakan,  “Kepada seluruh prajurit, khususnya prajurit asal bolaang monondow dimanapun berada, jalankanlah tugas dengan penuh disiplin dan dedikasi. Tetap cinta NKRI dan tetap merdeka,” tutup Wislan.

Ah, saya jadi ingat sosok Wislan ketika masih sama-sama duduk di bangku SMA Negeri 3 Kotamobagu.  Sudah 18 tahun saya tidak bertemu dengannya. Ya, betul. Kami berpisah sejak tahun 1997. Tapi ingatan masa SMA memang tidak mudah hapus begitu saja. Betapa bandelnya kami ketika menjadi murid di sekolah itu. Terlampau bandel hingga tak sedikit kegeraman guru-guru berubah menjadi tawa yang tak boleh diperlihatkan kepada kami. Ok, good job bro! Merdeka!  (Uwin Mokodongan)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *