ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Bon Jovi Disukai Mamak Mongondow

Bagikan Artikel Ini:

jon-bon-jovi-7

PEREMPUAN Mongondow mana yang bulu keteknya tak bergetar mendengar lagu Bon Jovi. Terutama lewat alunan vokalisnya bernama Jon yang digandrungi cewek-cewek era 80 hingga 90an. Ya, cewek-cewek yang di tahun-tahun itu adalah para dedew yang sekarang sudah jadi mamak-mamak berlemak dan beranak empat.

Hanya mereka, perempuan-perempuan penggemar K-Pop mungkin yang membutakan mata dan menulikan telinga, betapa Bon Jovi jauh lebih gagah dan romantis dibanding wajah cute pemuda-pemuda manja nan alay asal Korea yang hobi facial dan yang senantiasa menjaga kulit mulusnya dari goresan jarum tato. Maklum, mereka adalah anak-anak mami yang takut sampai terkencing-kencing melihat jarum tato. Berbeda dengan Jon Bon Jovi yang hingga kini masih punya tato tengkorak banteng kemerdekaan di lengannya.

Apa?? Kalian pikir dedew-dedew Mongondow era 80 hingga 90an buta dan tuli akan lirik lagu Bon Jovi?? Apa alasannya? Apakah karena kalian tahu betul, Bon Jovi tidak pernah nongol sebulan sekali di Aneka Ria Safari, atau dua minggu sekali di Selekta Pop, dan seminggu sekali di acara musik Album Minggu TVRI?

Tentu betul. Dan silahkan berpendapat begitu. Tapi apa kalian lupa, ada Toko Indah dan Nusantara yang jualan kaset? Hm, dedew-dedew masa kini tentu tidak pernah melihat pemandangan menakjubkan plus mengharukan. Bagaimana dedew-dedew era 80 hingga 90an berbondong-bondong ke Toko Indah dan Nusantara untuk beli kaset Bon Jovi. Bagi yang agak tajir dan yang rela menyisihkan uang jajan, adalah perkara mudah dan luar biasa bisa membeli kaset Bon Jovi. Dan bagi yang kantongnya tipis, modus meminjam, menggulung kaset dengan pensil agar bisa diputar berulang-ulang di Track A pertama, atau membeli kaset kosong BASF untuk direkam (bagi yang tape componya sudah punya Deck A dan B), adalah kisah-kisah yang sulit dilupakan jaman itu. Berbeda dengan dedew-dedew Mongondow kekinian, penggemar K-Pop yang tinggal main Blutut dan Donlot yang penuh kekosongan kisah dan makna.

Mengapa Bon Jovi digandrungi dedew-dedew Mongondow yang di antaranya eksis di grup SMA-SMA-an, ambil contoh Young Generation Smansa? Atau generasi sesudahnya?

Seperti yang saya katakan di awal tadi. Siapa sih dedew Mongondow masa itu yang tak klepek-klepek dan bulu keteknya rontok dengan reef serak-serak basah begini :

I cried and cried every night
There were nights that I died for you baby
I tried and I tried to deny it
that your love drove me crazy baby

If the love that I got for you is gone
If the river I cried ain’t that long
Then I’m wrong, yeah I’m wrong, this ain’t a love song

Ini belum termasuk dengan Bed Of Roses :

I want to lay you down in a bed of roses
For tonight I sleep on a bed of nails
I want to be just as close as the Holy Ghost is
And lay you down on a bed of roses

Tokyo, JP • December 4, 2013

Nah, rontok tidak bulu ketek kalian? Ya, sudah. Saya berani taruhan. Dedew-dedew Mongondow era 80 – 90an yang saat ini berada di Jakarta, tidak mungkin membuta-tulikan mata telinga untuk tidak nonton konser Bon Jovi. Ribuan karcis terjual habis coy! Dan saya yakin ada satu – dua mamak-mamak asal Mongondow yang ada di Gelora Bung Karno malam ini berdansa, mengangkat tangan, berjingkrak, dan kegirangan dengan bulu dada  lagu Jon Bon Jovi.

Kenapa mamak-mamak Mongondow menyukai Bon Jovi? Selain vokalisnya ganteng, berbulu dada, dan punya tato, Jon Bon Jovi adalah sosok rocker penyayang istri. Sekalipun dia super star yang ngetop dan bergelimangan harta, dia hanya menikah sekali saja. Maka mamak-mamak mana lagi yang tak menyukai sosok lelaki (rocker pula) yang begini.

Untuk dedew-dedew masa kini, yang masih buta-tuli tentang Bon Jovi, silahkan KLIK INI.

Penulis Delianto Bengga

debe2
Menulis dikala mood, main catur tak kenal mood, gagal berhenti merokok

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *