ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Ribuan Massa ForBali Berunjuk Rasa, Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Bagikan Artikel Ini:
Wayan Jengky Sunarta Membacakan Puisi Tolak Reklamasi (Foto : Vifick Bolang)
Wayan Jengky Sunarta membacakan puisi tolak reklamasi (Foto : Vifick Bolang)

ARUSUTARA.COM DENPASAR  – Jumat 29 Januari 2016, untuk kesekian kalinya ForBali (Forum Rakyat Bali) Tolak Reklamasi Teluk Benoa, kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa.

Aksi damai yang mengambil titik kumpul di Lapangan Renon Denpasar Bali ini, diikuti ribuan pengunjuk rasa dari berbagai elemen. Dari Lapangan Renon, ribuan massa pengunjuk rasa ini berbondong-bondong menuju Kantor Gubernur Bali, di Denpasar.

Sembari meneriakan yel-yel perlawanan, mereka mendesak agar Presiden Joko Widodo membatalkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014, yang mengatur rencana tata ruang kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Peraturan itulah yang dijadikan sebagai tameng hukum untuk melakukan revitalisasi Teluk Benoa.

“Tolak reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa,” demikian petikan teriakan para pengunjung rasa itu menggelegar melalui corong pengeras suara. Massa terdiri dari ragam kalangan, termasuk dari kalangan musisi, perupa, dan penggiat sastra.

Wayan Suardana, alias Gendo, yang dikenal sebagai koordinator ForBali, mengatakan, masyarakat luas di Bali umumnya menolak reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa ini. Pengunjuk rasa juga beralasan, reklamasi yang akan berlangsung di Teluk Benoa justru akan berdampak pada tatanan ekosistem laut di wilayah sekitar Benoa. Penolakan sejumlah desa adat di kawasan Benoa, sepatutnya didengar dan diperhatikan oleh pemerintah.

Tolak Reklamasi
Massa pengunjuk rasa tolak reklamasi Teluk Benoa di depan Kantor Gubernur Bali, Jumat 29 Januari 2016. (Foto : Hendra W Saputro)

Wayan Jengky Sunarta, sastrawan Bali, yang ikut dalam aksi tersebut, berkesempatan naik podium aksi membacakan puisi yang dibuatnya terkait penolakan terhadap reklamasi teluk Benoa.

“Amarah suci generasi muda Bali. Tolak reklamasi teluk Benoa! Bali tak perlu reklamasi…Reklamasi hanya untuk kepentingan bisnis investor serakah dan penguasa rakus!!” teriak Jengky berorasi sebelum membacakan puisinya.

Berikut ini adalah puisi Wayan jengky Sunarta, yang dibuatnya tahun 2015, sebagai bentuk perlawanan dan penolakan atas rencana reklamasi Teluk Benoa. (Uwn)

TELUK BENOA -untuk investor serakah-

jika suatu saat aku mati aku tak perlu kuburan bakar mayatku dan tebar abuku di laut tempat aku bisa bercanda dengan ikan-ikan cahaya, kepiting, ganggang, ubur-ubur, dan segala penghuni niskala

namun, jika kau paksa mengubur laut tempat istirahku nanti jika kau paksa bikin pulau buatan bersiaplah aku akan terus gentayangan di saku kemejamu, di meja kasinomu, di apartemen, di hotel, di restaurant, di kolam renang, di villa, di segala tetek bengek yang kau puja

puahhh…aku akan terus meniupkan mantra dari jiwa-jiwa nelayan dan pelaut teraniaya dari jiwa-jiwa kaum jelata yang kau tipu dari jiwa-jiwa pasrah ibu bumi aku akan menghisap ubun-ubunmu dari semestaku

maka, dengan mudah pula bagiku menenggelamkan daratan buatanmu sekali hisap hancur pesta poramu musnah serakahmu

hutan-hutan bakau berkerumun dalam jiwaku dan kau harus tahu kau hanya sepercik debu yang sekejab sirna disapu waktu

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *