ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Semoga Bukan Tim Pomponu

Bagikan Artikel Ini:

Kura Kura Ninja

Konon perubahan itu hanya datang dari ; orang jenius dan orang gila.

THOMAS Alfa Edison dianggap guru di sekolahnya sebagai murid paling idiot, sehingga dia harus di drop out. Dia juga tak hanya dituduh sakit jiwa saat dirinya berasyik – masyuk dalam kandang mengamati bagaimana Ayam bertelur.

Sejak masa perkembangannya, Edison memang dituduh anak gila sampai pada akhirnya, setelah mengalami 999 percobaan yang gagal, dia berhasil membuat dunia ini terang benderang melalui penemuan lampu pijar.

Hal yang hampir serupa dialami juga oleh Albert Einstein. Fisikawan Jerman penemu teori relativitas ini, di masa ketika masih kanak, pernah mengalami perlakuan remeh orang-orang di sekitarnya. Selain sering jadi korban buli, Einstein juga dikeluarkan pihak sekolah, karena dianggap sebagai siswa paling bodoh.

Tapi apa yang terjadi beberapa waktu selanjutnya, teori relativitas yang dipublikasikannya tahun 1905, membuat Einstein diakui sebagai orang cerdas bahkan tercerdas di planet bumi ini dari abad 19 hingga abad 20.

Bahkan setelah dia meninggal, dunia enggan mengubur otaknya, yang hingga saat ini masih tersimpan di Museum untuk diteliti lantaran kejeniusannya.

Lalu bagaimana dengan Archimedes? Fisikawan dan matematikawan Yunani ini, hampir saja jadi korban amuk masa warga seisi kampung. Ketika itu, tanpa sehelai benangpun, dia berlari mengelilingi kompleks sembari teriak-teriak; “erureka.. eureka.. eureka.. (saya menemukannya…saya menemukannya…)”

Bermula ketika Archimides yang sudah lama melakukan penelitan, membenamkan dirinya yang bugil dalam bak mandi. Disitulah dia akhirnya menemukan kesimpulan teori tekanan yang sudah lama hendak ia pecahkan. Dari dalam bak mandi itulah dia menyimpulkan, gaya apung yang bekerja pada suatu benda di dalam suatu fluida, sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu.

Penduduk seisi kampung hampir membalokinya dengan kayu ketika ia telanjang sembari teriak-teriak kegirangan di kompleks atas penemuannya. Hingga akhirnya, sampai saat ini dunia masih memakai teorinya; teori tekanan, hukum Archimedis.

Contoh di atas, hanya sebagian kecil perlakuan aneh yang menimpa orang-orang genius yang dituduh gila.  Membuat kita tak perlu lagi mengurai kisah Nabi Nuh yang dibuli masyarakat di jamannya, ketika ia hendak membangun bahtera di Gurun Pasir.

Kita tentu ingat pula dengan Columbus yang ikut dicap gila, karena berencana akan memutari bumi dengan kapal layar. Termasuk Wright Bersaudara saat memulai eksperimennya membuat kapal terbang.

Pendek kata, semua ikhtiar yang hendak mengubah dunia, selalu diawali dengan sesuatu yang asing, abnormal, yang membuat para pencetusnya dituduh sinting.

Nah, sekarang, bagaimana dengan Sahaya Mokoginta, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) Pemerintah Kota Kotamobagu. Sosok ini sepertinya jangan langsung kita sepelekan, apalagi dituduh sinting hanya karena gara-gara dirinya terinspirasi dengan serial film kartun di TVRI; Teenage Mutant Ninja Turtles alias Kura-Kura Ninja?

Masya Allah. Sungguh mengharukan dan membuat di antara kita akan cepat sepakat; hebat betul dan alangkah jeniusnya KasatPol-PP ini. Saya bahkan berani taruhan, para Kakaw dan Dedew-dedew di Kotamobagu, pasti banyak yang langsung klepek-klepek dengan kinerja tim bentukan Kakak Sahaya ini. Maka wajarlah jika banyak di antara kita yang hanyut terbawa perasaan.

Lha, mengapa tidak? Betapa jeniusnya ide Kak Sahaya dan betapa hebatnya tim Kura-Kura Ninja (bentukan Kak Sahaya juga) beraksi membasmi kelompok yang disebut penganggu ketertiban umum dan ketentaraman masyarakat. Bayangkan, mereka (Tim Kura-Kura Ninja Satpol-PP) seolah-olah punya senjata rahasia khas Ninja beneran, atau semacam kekuatan penglihatan yang mampu menembus pandang meski terhalang suatu objek.

Ini bukan HOAX alias cirita putar bale, tanpa bukti nyata realita fakta cinta membahana badai. Mau bukti? Baik. Malam itu (bayangkan malam men..!) sebuah Mobil Boks yang tentu tertutup rapat, akhirnya tertembus pandang saat sedang parkir mengisi bahan bakar di salah satu SPBU yang ada di Kotamobagu. Padahal kita semua tahu, sejak kapan Satpol-PP dengan Tim Kura-Kura Ninja-nya, difasilitasi pamarentah memiliki alat semacam laser atau apalah-apalah namanya itu, yang bisa tembus pandang meski terhalang objek.

Sungguh mirip dalam adegan yang biasa kita tonton di pelem-pelem produksi huliwud. Dengan gagah berani dan tanpa tedeng aling-aling, mobil yang berhasil terlacak oleh penglihatan superduper dari Tim Kura-Kura Ninja itu, terdeteksi membawa minuman beralkohol yang konon akan diantar ke wilayah Minahasa.

Ya, ampun kakaw…. Tim Kura-Kura Ninja ternyata bukan cuma punya kemampuan menembus pandangan yang terhalang, tetapi terbukti sudah, indra penciuman tim ini tak boleh diperlakukan sebagai isapan jempol belaka. Sungguh jenius. Mobil dicegat sebelum berangkat, lalu digeledah. Sopirnya yang kemungkinan jomblo, dibawa ke kantor, lalu disidik. Sedangkan isi mobil boks berbau alkohol (mungkin pula ada aroma sabun sirih), disita.

Baik. Kita berhenti sejenak membahas kejeniusan tim Kura-Kura Ninja dalam beraksi, agar kita terhindar dari sikap puji-memuji, yang akan menyebabkan para penantang tim ini kian iri dan nyinyir.

Barangkali, Agus Suprijanta, Anggota Dewan Kota, adalah orang pertama yang menyinyiri KasatPol-PP, Sahaya Mokoginta, saat baru berencana membentuk Tim Kura-Kura Ninja. Suprijanta bahkan menyebut tim bentukan si jenius Kak Sahaya, sebagai tim yang cari sensasi saja. Selebihnya, soal apa yang disemprotkan Suprijanta, dapat pembaca simak di sini.

Tentu si jenius Kak Sahaya yang lulusan IPDN ini tak mau tinggal diam. Enggan dikatai tak paham Tupoksi, tak melek aturan, atau apalah-apalah, sang kreator Tim Kura-Kura Ninja, balas menuding bahwa Suprijanta lah yang tak paham Tupoksi.

Kemudian yang terbaru adalah, apa yang (mungkin) sebenarnya sudah lama ditunggu, atau bisa jadi juga dikhawatirkan para Kakaw dan Dedew. Apa itu?

Apalagi kalau bukan reaksi dari sang maha hajat dalam urusan kriminalitas, ketertiban umum, pelanggaran, atau pendek kalimat, hal-hal yang bertentangan dengan KUHP.

Ya, betul. Pak Pulisi. Makanya, Kepolisian Resor Bolaang Mongondow melalui Kabag Humas, Saiful Tamu, angkat bicara.

Tapi bukankah kita diajari ustadz-ustadz yang biasa nongol di tipi, supaya dapat menjaga hati agar jangan dinodai lewat praktek suudzon alias prasangka buruk?

Maka sebagai penurut apa yang diajarkan secara mulia ustadz-ustadz di tipi, termasuk yang diajarkan Aa Gym, Ustadz Guntur maupun Ustadz Sholmed, maka janganlah kita berburuk sangka kepada pihak Kepolisian,  lewat tuduhan yang mengatakan kalau para komandan ini kebakaran jenggot, kehilangan panggung, iri, cemburu, atau apalah-apalah terhadap Tim Kura-Kura Ninja yang saat ini sedang on fire memberantas bukan penyakit Malaria, tetapi penyakit masyarakat (nama gaulnya PEKAT).

Bisa jadi apa yang dikatakan Kapolres Bolmong AKBP William Simanjuntak SIK, melalui Kabag Humas Polres AKP Saiful Tamu, adalah benar (bisa juga salah) bahwa, Tim Kura-Kura Ninja sudah menyimpang dari aturan koridor hukum. (silahkeun klik di sini beritanya).

Lalu apa kata sang jenius Kak Sahaya, yang rupanya punya kenangan manis dengan TVRI Jadul, lewat tayangan serial pelem kartun Kura-Kura Ninja?

Kabag Ops SatPol-PP, Bambang Dahlan sudah menyampaikan bahwa apa yang dilakukan sudah sesuai aturan. Bahkan Kak Sahaya Mokoginta selaku sang komandan, ikut memberikan penyampaikan ke jamaah fesbuk yang nongkrong di grup-nya Om DeMo.

Pembaca, inilah Kotamobagu. Kota ketjil yang hanya sebatas jalan ingus ini, sedang dibangun secara ketat dan disiplin. Seolah-olah mengingatkan kita pada negeri tirai besi yang dikomandani Kim Jong Un.

Maka jangan pikir ada kemajuan dan keleluasaan yang gegap gempita penuh warna dan warni, bagi para kelompok yang dipandang sebagai pelanggar Perda, Perwako, atau mereka yang dianggap biang keributan kamtibmas.

Hasilnya, tak ada tempat bagi mobil box pengangkut minuman beralkohol, meski bayar pajak dan produknya berlabel Depkes maupun non Depkes, Sebab singgah sejenak mengisi bahan bakar untuk perjalanan selanjutnya ke wilayah tujuan, adalah sebuah ke-apes-an.

Bagi yang punya mimpi buka kos-kosan, segera buang atau pindah mimpi itu ke wilayah lain. Boltim, Bolsel, atau Bolmut mungkin lebih menjanjikan. Tempat kos yang diperuntukan kepada publik untuk melindungi hak-hak privasinya di kota ketjil ini, sudah lama jadi momok mengerikan bagi para penghuni dan pengusahanya. jangan penghuninya, calon tamu saja sudah duluan semaput ketika membaca berita razia.

Bagi yang tetap nekat tanam saham, disarankan jangan ambil data di Penanaman Modal, tapi ambilah data di SatPol-PP atau di Kepolisian. Di situ, Anda mungkin bisa melihat berapa kali razia di kos-kosan terjadi. Ruang private Anda ini akan dengan enteng diacak-acak sampai ke toilet, tempat dimana pembalut wanita dan kutang bergelantungan, hingga konon pernah membuat para pelaku razia jadi baper. Ini belum termasuk seprei yang diperiksa, apakah ada bercak sp**a atau tidak.

Lalu tengoklah Taman Kota dan Lapangan Kotamobagu dahulu kala jauh sebelum Kura-Kura Ninja terbentuk. Ya,betul. Alangkah ramai nian nan gegap gempita. Membuat banyak cinta bersemi di situ dan kerinduan terus mengental hingga subuh merekah.

Tapi sudahlah. Jangan bernostalgia ke masa lalu seperti patjar yang gagal move on dari mantan. Sesap saja fakta realita cinta hari ini bahwa; ada Tim Kura-Kura Ninja pengaman Perda, Perwako, Penjaga Ketertiban Umum, dan penegak kebenaran nan gagah berani menjagamu.

Ingat, sebagian dari mereka bekerja tanpa pamrih siang-malam. Tidur mereka adalah tidur ayam karena selalu sigap-siaga supaya kota ini semakin bersih dan suci dari penyakit masyarakat. Dan satu yang perlu diketahui, dan ini penting sekaligus mengharukan, yakni; meski cuma bergaji honorer, mereka tetap semangat dan lebih hebat dari pulisi yang sepertinya belum punya kekuatan tembus pandang, dan kemampuan mengendus bau alkohol dalam radius puluhan kilometer.

Heubbbattt betul memang ini Kura-Kura Ninja. Layak dipuji dan diapresiasi. Sehingga kita mungkin tak salah bertanya; apakah saat standby di kantor, tim Kura-Kura Ninja diberi susu murni campur telur ayam kampung, agar tetap kuat menjalankan tugas negara? Jika bukan karena ramuan itu, maka kita bisa membujuk Kak Sahaya sang komandan Kura-Kura Ninja, agar mau membagi resep kuatnya. Ini penting. Agar Anggota Dewan dan Kepala-Kepala Dinas, bisa meningkat kinerja mereka oleh ramuan obat kuat sebagaimana yang dikonsumsi Tim Kura-Kura Ninja.

Dan wahai pembaca yang budiman, terutama pendukung tegaknya kebenaran dan kemaslahatan umat di kota ini, tambah sujud syukurlah sebab ketika tulisan ini sedang dibuat, saya baru mendapat kabar yang tentu bukan HOAX, karena sudah diberitakan pula di media kredibel, bahwa, akan ada tim baru lagi yang segera dibentuk Kak Sahaya sang Komandan SatPol-PP Kotamobagu, yakni tim POWER RANGERS.

Sungguh, pengalaman masa kanak-kanak yang diramaikan dengan tontonan pelem-pelem bertema hero ini, memberi sumbangsih dalam pembangunan Kota. Tak percuma memang kita menonton Kura-Kura Ninja dan The Power Rangers. Rasanya saya ingin menggugat orang tua kita, yang dahulu kala selalu melarang kita menonton tipi sebab porsi belajar kita terabaikan gara-gara dua serial ini.

Dan wahai kakaw, dedew, om, tantew, pembaca setia ARUS UTARA? Mengilhami semua fenomena di atas, hal apa yang kini membuat saya merasa seperti sedang kile’-kile’ sedap?

Cuman satu pembaca, cuman satu. Yakni, akan lebih ramai dan mengharukan lagi jika Kepala SatPol-PP Bolmong, saya sebut dengan ta’zim Kakak Linda Lahamesang, akan membentuk tim serupa. Soal apa nama yang nanti akan ia pakai, terserah, tak jadi soal. Tapi saya akan berdoa, sungguh-sungguh akan berdoa, semoga nama yang akan diadopsi nanti, bukan Tim Pomponu. Please… jangan sampai, please! hiqz 🙁

Penulis : Uwin Mokodongan

susah senang, tetap saudara sepiring dan sebotol
susah senang, tetap saudara sepiring dan sebotol
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *