ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Buntut Aksi Bakar Bendera di Depan Rudis Walikota, Beggie Lapor Haji Mochtar

Bagikan Artikel Ini:
Pengunjuk rasa yang mengaku sebagai kader dan simpatisan PAN, membakar bendera partai sebagai bentuk protes mereka terhadap mekanisme pemilihan Ketua DPW PAN
Aksi pembakaran atribut/bendera PAN di depan Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Selasa 17 Mei 2016.

ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU – Demonstrasi sekelompok orang yang mengaku sebagai kader PAN pendahulu bersama simpatisan partai berlambang matahari terbit, berbuntut pada pelaporan di kantor polisi.

Pelaporan dilakukan tersebab aksi yang berlangsung di depan Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Tatong Bara, disertai dengan pembakaran atribut (bendera) Partai Amanat Nasional (PAN).

Peristiwa itu terjadi, Selasa 17 Mei 2016, saat Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, yang menjabat pula sebagai Ketua DPP PAN,  berada di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu. (Baca juga berita : Hari Pelantikan, Massa Pendemo Bakar Bendera Partai).

Saat Zulkifli Hasan keluar dari Rumah Dinas Walikota, hendak menuju agenda pelantikan pengurus DPW PAN Sulut, para demosntran sempat menghadang mobil yang ditumpanginya. Namun aparat kepolisian yang sudah berjaga-jaga, dapat mengendalikan keadaan.

Dalam demo tersebut, tak hanya bendera partai yang dibakar di depan Rumah Dinas Walikota. Tetapi kaos, kemeja, dan jaket bergambar PAN juga ikut dibakar.

Menurut para pendemo, proses pemilihan Ketua DPW PAN yang sebelumnya dijabat Tatong Bara kemudian lewat mekanisme Musyawarah Wilayah beberapa waktu lalu Sehan Landjar berhasil terpilih, dianggap tidak mencerminkan marwah demokrasi. Para pendemo ini mengaku sebagai kader dan simpatisan PAN yang sudah lama berjuang di partai. Mereka tidak puas dengan proses terpilihnya Ketua DPW PAN Sulut yang baru.

Buntut dari aksi pembakaran tersebut, sejumlah kader dan pengurus PAN di Sulawesi Utara, melayangkan laporan kepolisian, bernomor : STTLP/476.a/v/2016/Sulut/Res-BM, pada hari Kamis 19 Mey 2016.

Anugerah Begie Chandra Gobel duduk sebagai Pelapor. Begie yang diketahui merupakan pula Anggota DPRD Kotamobagu dari PAN, melaporkan MAA alias Haji Mochtar, yang pada hari Selasa 17 Mei 2016, berkisar pukul 10.00 WITA, melakukan pembakaran bendera PAN, Kaos, Kameja dan Jaket berlambang PAN, di depan Rudis Walikota Kotamobagu.

Nampak sejumlah pengurus PAN saat melapor di Polres Bolmong
Nampak sejumlah pengurus PAN saat melapor di Polres Bolmong

Saat melapor, Begie yang menjabat pula sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPW PAN Sulut, ikut ditemani kawan sesama kader partai di antaranya, Bob Paputungan (Sekretaris DPD PAN Kotamobagu), Arman Adati (DPD PAN Kotamobagu) Ketua Fraksi PAN di DPRD Kotamobagu, Adityo Pantas,  Nelson Paat (Anggota DPRD Kotamobagu), Ahmad Sabir (Ketua DPC Kotamobagu Utara) sekaligus Ketua DPRD Kotamobagu dari PAN, Aljufri Kobandaha (Ketua Panitia Pelantikan Pengurus DPW PAN Sulut), Maulid Hamin (Ketua DPC Kotamobagu Utara), dan sejumlah kader lainnya sesama PAN.

“Kami melaporkan pembakaran ini ke aparat hukum berdasarkan rekaman foto dan video yang sudah dilampirkan di BAP,” kata Begie, Kamis 19 Mei 2016.

Diterangkannya juga olehnya,  masyarakat yang terlanjur ikut bergabung dalam aksi pembakaran atribut PAN, partai (PAN) mengambil sikap memaafkan. “Apalagi jika mereka itu (masyarakat awam) hanya diperintah atau disuruh oleh oknum-oknum yang menjadi provokator dalam aksi tersebut,” katanya. Mereka itu, lanjut Begie, kami maafkan.

“Namun demikian, bagi pengurus PAN yang kedapatan mencoreng atribut partai sendiri dengan cara membakarnya, selain akan diproses melalui mekanisme hukum, yang bersangkutan juga akan mendapat sanksi tegas dari partai,” bebernya.

Saat melapor, terinformasi pada surat laporan kepolisian dan hasil BAP, untuk sementara sudah tercantum satu nama tersangka yang bakal dikenakan unsur dalam Pasal 156, pasal 170,  Pasal 493 dan Pasal 160 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Disebutkan dalam BAP,  keterlibatan pada aksi demonstrasi tersebut terdapat empat unsur, di antaranya dugaan sebab dari tokoh intelektual, dugaan sebab penghadangan kepada pejabat Negara, dugaan sebab provokator dan dugaan sebab pembakaran atribut partai.(Uphink)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *